Malam Pengantin Mu

Malam Pengantin Mu
Kesepakatan


__ADS_3

Pagi kembali menjelang....


Elina pun terbangun dari tidurnya, kini dirinya sudah lebih baik tidak seperti kemarin.


Dan sudah saatnya bagi Elina untuk melanjutkan kuliahnya lagi. Karena sebelumnya dirinya memang tidak berangkat kuliah sudah beberapa hari.


Drinya pun berangkat kuliah dengan naik angkutan umum, saat ini Andra hanya memberikan uang sebesar sepuluh ribu rupiah dan itu hanya cukup untuk naik angkot pulang pergi.


Elina tak berani meminta uang lebih pada Andra karena Elina tahu dirinya sulit mendapatkan uang sekali pun dari suaminya.


Dan sesampainya di kampus, Elina di panggil oleh Edward yaitu dosen Elina.


"Sini kamu" panggil Edward yang melihat Elina.


Elina pun menghampiri Edward di taman kampus.


"Ke ruangan saya" kata Edward.


"Sekarang? Pak?" Tanya Elina.


"Tahun depan! Ya, sekarang lah!" Jawab Edward ketus.


"Baik pak"


Elina pun mengikuti Edward untuk sampai ke ruangannya.


Hingga sampai saat Elina di ruangan pak Edward.


"Kemana saja kamu, sudah berapa kamu tidak ikut kuliah. Saya perhatian kamu sering sekali absen tidak masuk dan tak ada kabar" Kata Edward.


"Jadi bapak cariin saya, ya ampun Romantis sekali" kata Elina yang malah seperti orang yang tak serius.

__ADS_1


"Elina saya bertanya pada mu"


"Eehm itu pak saya sakit" jawab Elina.


"Sakit, kalau gitu mana surat dokternya? Jangan bilang kamu lupa lagi"


"Hehhee bapak tahu aja saya lupa, saya lupa pak"kata Elina.


"Lain kali kalau kamu tulis di jidat kamu hal yang mungkin menurut mu sepele tapi sebenernya ini penting, siapa yang percaya bisa saja kamu bohong kan akal-akalan kamu aja sakit padahal belum tentu" kata Edward.


"Ye si bapak gak boleh bicara seperti itu, namanya orang sakit gak kepikiran yang paling di pikirkan adalah keselamatan dan kesembuhan, surat itu cuma kertas dan fisik. Lain kali sebelum bapak bicara, bapak harus pakai hati dulu. Jenguk enggak, bisanya berburuk sangka terus, ini yang buat bapak yang masih muda tapi masih terlihat tua"kata Elina.


Sialan,batin Edward.


"Kamu bilang saya apa? Tua? Berani kamu" kata Edward.


"Maaf pak gak sengaja serius, abis bapak tegang banget bikin woles aja pak, jangan tegang tegang amat, ayam saya mati loh kemarin gara-gara terlalu tegang seperti bapak" kata Elina.


"Kan bapak bukan ayam jadi tenang aja"kata Elina.


"Kamu ya, dikasih tahu jawaban aja bisanya. Terus tugas mana? Tugggaaaaaa" kata Edward lagi sambil melipat tangan di dada.


"Tugas yang mana?" Kata Elina bingung.


"Jangan pura-pura, yang dua Minggu lalu" kata Edward.


"Oh ... Oh iya belum pak maaf"


"Elina, Elina bagaimana bangsa ini bisa maju kalau generasi bangsa isinya seperti kamu. Pinter gak, rajin juga nggak. Sebagai hukumannya, kamu harus kerjakan tugas baru dan satu lagi?"


"Satu lagi apa pak?"kata Edward.

__ADS_1


Seketika Edward pun menatap Elina dalam.


Kesempatan aku nih biar bisa jalan sama si wanita keras kepala ini, pasti dia gak bisa menolak karena ia belum menyelesaikan tugas batin Edward sembari tersenyum.


"Tugas tetaplah tugas, sebagai hukuman kamu harus temani saya ke sebuah pesta" kata Edward.


"Pesta apa ma?" Elian pun kaget.


"Lusa ada acara pernikahan sepupu saya, saya butuh teman untuk datang kesana. Jujur saja saya tidak punya pacar, saya tidak bisa jalan sendiri. Jadi tolong bantu temani saya" kata Edward.


"Kalau saya menolak" kata Elina.


"Saya tidak suka ada penolakan, jika kamu masih mau bekerjasama dengan saya kamu pun tahu feedback nya apa terhadap nilai mu"


"Ditambahin pak nilainya?" Kata Elina polos.


"Iya, lalu apalagi?"kata Edward tesenyum miring


"Ehm oke baiklah, tapi cuma sekedar pesta saja kan. Tidak akan ada pesta minum" kata Elina.


"Tidak akan ada, saya jaminannya" jelas Edward.


"Ya baiklah"


"Lusa saya akan menjemput mu, supaya tidak di lihat orang kamu saya jemput di gang lain. Pakai lah pakaian biasa saja, nanti setelah itu baru saya akan membawa mu ke salon" kata Edward. "Apakah kamu punya baju pesta?"


"Ehmm... seperti nya punya tapi Bekas sih"


"Tak apa? Pakailah saya janji acaranya tak akan lama" kata Edward lagi.


"Ehm baiklah"

__ADS_1


Elina pun pergi dari ruangan Edward.


__ADS_2