Malam Pengantin Mu

Malam Pengantin Mu
Di kira Nadine


__ADS_3

Hingga Elina pun pulang dengan jalan kaki padahal waktu menunjukkan pukul 12.00 malam, Elina sudah tak punya uang untuk naik taksi lagi uang yang ia punya sudah habis untuk cicilan bayar hutang dan masih belum lunas.


Untuk saat ini dan kedepannya..


Elina tak bisa lagi tinggal bersama Andra mengingat kata cerai itu sudah ia lontarkan dengan mudahnya.


Hingga Elina yang berjalan pergi dari rumah Andra dengan air mata. Penuh rasa sakit yang teramat dalam.


Namun siapa sangka Andra mengejar Elina dengan naik motor.


Ya ... Dengan naik motor.


Elina pikir Andra mengejar Elina untuk meminta maaf dan memperbaiki hubungan nya tapi ternyata sungguh diluar dugaan ...


"Mau kemana kamu, hah? Mau kemana? Kamu pikir kamu bisa pergi begitu saja" kata Andra mengahadang Eliana dan menarik tangan Elina.


"Aku mau pergi lepaskan aku" kata Elina yang marah pada Andra.


"Tidak bisa!" Jelas Andra.


"Lalu kamu mau apa dan untuk apa kamu mengejar ku" kata Elian.


"Kembalikan mas kawin yang sudah aku berikan pada mu, cepat kembalikan" kata Andra yang menarik kalung yang saat itu Elina pakai.


Sungguh tak menyangka ucapan itu bisa bisanya terlontar dari mulut Andra.


"Jadi kamu mau kalung ini, kamu mengejar ku hanya karena ini"kata Elina.


"Iya" kata Andra.


"Sungguh mengesalkan"kata Elina.


Andra menarik kalung Elina dengan kasar.


"Lepaskan, lepaskan! aku bisa mencopotnya tidak perlu kamu menariknya aku bisa melepaskan nya sendiri kamu mencekik ku" kata Elina sembari menjatuhkan air mata, dengan cepat Elina pun melepas kalung yang ia pakai.


"Jadi kamu mau ini ambillah" kata Elina memberikan kalung tersebut ke tangan Andra.

__ADS_1


"Pergilah!!!! Aku bisa mencari wanita yang aku mau tidak seperti mu" kata Andra


"Apakah aku sehina itu" teriak Elina.


"Iya, aku tak bisa karena kamu sudah bohongi ku kamu hamil anak Satya dan aku benci itu Elina. Aku benci kamu hamil anak orang lain" kata Andra.


"Jangan banyak beralasan, aku pun tidak mau kamu nikahi. Kalau memang kamu bisa dapat yang lebih dari padaku carilah! Carilah aku tak meminta pada mu untuk bertanggung jawab" Kata Elian penuh penekanan.


"Kamu juga pergi dari hidup ku aku pun benci pada wanita yang pembohong" teriak Andra.


"Aku tidak tahu kalau aku hamil"


Elina pun menghela napasnya terasa sakit mendapati orang jahat seperti Andra. Elina tak pernah menyangka jika Andra berubah begitu cepat setelah tahu bahwa Elina hamil.


Hingga Elina pun terlihat bingung harus kemana langkah kaki nya pergi. Dirinya bisa saja pulang ke rumah kontrakan tapi jarak tempuh cukup jauh, kurang lebih 12 km. Karena tidak ada jalan lain, Elina pun lebih memilih untuk kembali ke rumah sakit tempat Satya di rawat. Paling tidak saat ini Elina punya tempat untuk dirnya tidur, berpura-pura saja dirnya yang menemani pasien rumah sakit padahal dirnya hanya menumpang tidur saja.


Jaraknya memang jauh tapi lebih baik tidak sampai 3km.


Sungguh menyedihkan Elina bukan tidur di hotel di malam pertama nya namun harus menginap di rumah sakit dan tidur di kursi rumah sakit untuk tetap tidur di malam hari malam itu.


Sungguh malang kamu Elina..


Sebelum tidur Elina pun menatap Satya dari kejauhan yaitu kaca kamar inap yang ada di situ, Elina menatap Satya dengan tatapan dalam merasa kasihan tapi sekaligus kesal.


Lalu setelah itu Elina pun berusaha memejamkan mata secara perlahan-lahan di depan kamar inap. Elina tidak berani untuk tidur di dalam menemani Satya bagaimana pun Elina bukanlah siapa-siapa Satya, hanya mantan Kakak iparnya.


pagi harinya...


Lalu saat dirinya sedang tidur di depan kamar inap Satya tanpa di sadari seseorang wanita membangunkan Elina yang sedang tidur di depan kamar inap Satya.


"Loh kamu kenapa tidur di depan, tidurlah di dalam" kata seorang wanita bernama Nita.


"Ah ya Tante gak apa-apa aku di sini saja, Tante ini siapa ya maaf aku tidak tahu Tante siapa?" Kata Elina.


"Saya Nita mamanya Satya" kata Nita memperkenalkan diri.


"Oh" kata Elina singkat.

__ADS_1


"Ayolah masuk, temani Satya dulu kamu rindu kan"kata Nita.


"Hah? Rindu?" Kata Elina bingung.


Lalu Elina di ajak masuk di tarik masuk oleh Nita.


"Ayo sini makan dulu, tante tahu kamu belum makan" kata Nita.


Elina yang belum makan dari kemarin pun iya iya saja menerima makanan yang di bawakan oleh Nita apalagi yang ia lihat itu adalah makanan kesukaan Elina, yaitu bolen Kartika khas kota Bandung. Elina suka sekali membeli bolen Kartika bila berkunjung ke kota Bandung.


"Ya ampun Tante kesukaan aku banget, bolen Kartika"


"Oh kamu suka ambil saja semua"


"Ah sungguh benar buat aku"


"Iya Tante banyak di rumah, ini juga kesukaan Satya makanan bolen Kartika"


"Wah terimakasih sekali, aku kebetulan memang belum makan Tante" kata Elina menerima makanan itu dengan senang hati.


"Bagaimana Nadine makanannya enak kan" kata Nita.


"Nadine" Kata Elina bingung


"Kamu Nadine kan, pacarnya Satya. Satya sering cerita loh tentang kamu"


"Oh ya Tante" kata Elina yang bingung karena ternyata di pikir Nita Elina adalah Nadine.


"Iya aku Nadine" kata Elina yang akhirnya pura-pura mengaku menjadi Nadine karena tak mungkin dirinya mengaku jika Elina anak dari Febriyan yaitu seorang pembunuh dari ayah Satya sendiri.


"Nadine kamu pasti sedih ya ditinggal nikah oleh Satya. Tapi Satya juga sedih terus karena kamu sudah menikah dengan pria lain, ya... Meksipun itu perjodohan tapi Satya sangat sedih. Bahkan dirinya sempat sakit saat tahu diri mu menikah dengan pria lain. Saya tahu kamu masih mencintainya, suami kamu kemana?"tanya Nita.


"Ada Tante, tapi lagi kerja aja tante saat aku tahu Satya sakit aku kesini Tante" kata Elina menjawab asal bahwasanya Elina pun tidak tahu siapa Nadine.


"Ya sering-seringlah datang kesini, supaya Satya sempat sembuh karena dulu waktu Satya sakit ia sering menyebut nama kamu. Nadine.. Nadine.. Nadine.. sambil berderai air mata" kata Nita.


Elina pun hanya tersenyum kaku saat itu.

__ADS_1


__ADS_2