
Hingga saat itu Elina pun tanpa sengaja ketiduran di atas kaki Oma sari, padahal dirinya sudah berusaha untuk tidak tertidur. Tapi tetap saja dirinya mengantuk, hingga Elina pun terbangun dari tidurnya dan menyadari hari sudah menjelang subuh
Terlihat Oma yang juga ternyata sudah tertidur.
Elina pun langsung menyelimuti Oma sari yang sudah tertidur itu tapi siapa sangka ternyata Oma terbangun saat Elina ingin menyelimuti Sari.
"Kamu sudah bangun?" Tanya Oma sari.
"Sudah"
"Oh"
"Oma, aku kembali ke kamar ku saja ternyata hari sudah menjelang subuh" kata Elina.
"Aku mau solat subuh, tapi sayang Andra belum pulang juga hingga saat ini" kata Elina.
"Kamu solat"tanya Sari.
"Iya Oma memang kenapa?"
"Baru kali ini Oma lihat Andra punya pasangan yang solat"
"Oh, aku juga belum baik dan benar dalam beragama tapi aku juga sedang ingin merubah diri lebih baik walau secara tidak utuh"
"Yaudah selesai solat kamu kembali lagi"
"Untuk apa Oma?"
"Untuk bantu oma ini dan itu, lalu apa lagi" kata Oma sari.
Hingga saat itu, keluarga pun tampak kaget saat mendapati nenek datang tiba-tiba.
Sementara Andra tidak pulang saat malam itu.
Hingga saat di meja makan.
"Loh Oma kok ada dirumah ini sejak kapan?" Tanya Mery saat itu kaget melihat mama mertua ada dirumahnya.
"Sejak tadi malam kalian pada tidur, yasudah saya langsung aja masuk ke dalam kamar tamu"
"Lagian Oma sendiri gak bilang kalau mau kesini" ucap Mery.
Lalu saat itu sari pun penasaran kenapa Andra menikah tapi tidak bilang pada dirinya soal pernikahan antara Elina dan Andra.
"Oma juga mau marah sama kalian" kata Oma ketus.
"Marah kenapa sih, Oma kebiasaan kalau datang bawaannya marah-marah aja" kata Mery.
"Kamu nya saja yang aneh cucu Oma menikah Kenapa gak di undang dan gak info ke saya. Oma ini di anggap apa sampe tega gak di info sama sekali" kata Oma kesal.
"Bukannya begitu"
"Lalu apa?"
"Asal Oma tahu saja wanita yang di nikahi Andra bukan level kita, dia hanya menumpang hidup saja. Bukan dari kalangan berada dan dari keluarga miskin, hidup nya kelilit hutang hingga milyaran rupiah, dan satu lagi Oma"
"Apa?"
"Bukan level kita sih Oma, ya kita juga takut untuk mengundang para tamu undangan dia juga seperti nya bukan wanita baik-baik seperti nya bekas simpanan om om gitu karena waktu itu Bowo pernah bilang jika mengenal jauh dan dalam siapa Elina"
__ADS_1
"Lalu kenapa Andra mau?" Tanya Oma.
"Saat itu hanya korban salah paham, Andra di kira menghamili Elina padahal kan nggak" kata Mery yang berdusta.
"Jadi Istri Andra sedang hamil" kata Oma Sari.
"Ya begitu lah Oma, dia juga anak pembunuh Oma, siapa yang mau terima wanita dengan kekurangan seperti dia. Ya walau cantik tapi cantik itu bukan jaminan "
Lalu sari pun kesal saat mendengar siapa Elina sesungguhnya.
"Pantas, Andra tidak pulang mana mau pria dengan wanita yang seperti itu" kata Sari.
Lalu saat itu Sari pun sangat terpancing dengan ucapan Mery hingga saat itu sari pun memanggil Elina dengan kuat.
"ELINNNNNNAAAAAA...... Sini kamu!" Teriakan Sari yang cukup kuat.
"Ada apa?"
"Cuci semua baju di rumah ini"
"Cuci, baiklah" kata Elina.
Elina pun terima saat itu, saat dirinya di perlakukan tidak lah baik. Menurut Elina semua beban hidupnya akan hilang jika dirinya bisa ikhlas sekalipun banyak orang yang menindasnya.
Hingga Elina pun dengan cepat mencuci pakaian orang di rumah itu, tanpa peduli saat itu dirinya belum makan sedikit pun.
Hingga saat itu Elina dengan ikhlas saja melakukan semuanya.
Sampai selesai....
"Sudah selesai Oma" Ucap Elina melaporkan kerjaan sudah selesai.
"Kerjakan semua di rumah ini setelah ini setrikaan dan cuci mobil juga sekalian" kata Oma Sari.
Elina pun mengerjakan semua yang di suruh oleh Sari tanpa peduli seberapa lelah dirinya saat itu.
"Non jangan atuh, ini kerjaan bibi non sedang hamil" kata bi Dina.
"Gak apa-apa bi, ini gak jadi masalah aku gak capek kok"
"Tapi ini bukan tugas kamu"
"Iya tahu, tapi aku kan sudah menumpang di rumah ini. Apa yang sudah aku lakukan tak sebanding dengan apa yang aku dapat" kata Elina.
Hingga saat itu sari pun memandang Elina dari kejauhan, memperhatikan diri Elina.
Elina yang sudah terhasut itu pun di perhatikan, apakah benar Elina buruk. Sari pun hanya memperhatikan Elina saat itu.
Dan saat itu Elina pun menyelesaikan semua tugas yang di rasa cukup berat tanpa mengeluh bahkan untuk makan saja Elina makan nasi sisaan yang ada di meja.
Elina tak bisa banyak meminta dan menuntut untuk dirinya yang hanyalah menantu serba biasa dan banyak kekurangan.
Hingga saat itu Elina pun menghubungi Andra tapi tak ada jawaban dari dirinya.
Begitu banyak pertanyaan yang ada di benak dan pikiran Elina saat ini.
Tentang cinta Andra yang sudah mulai luntur dan berubah..
Itu sangat terasa disaat Elina di pukuli dan sifat Andra yang cuek tak anggap Elina sebagai wanita yang ia cintai lagi.
__ADS_1
.
.
.
.
Hingga saat siang, Elina di lanjutkan dengan sebuah pekerjaan untuk mencabut rumput liar yang ada di halaman rumah, dengan daster rumahan yang murah Elina berjongkok. Mencabut semua yang ada di halaman, hingga beberapa saat entah mengapa air mata Elina terjatuh saat dirinya merindukan semua yang mencintai telah pergi bersama waktu dan puing kenangan.
Seketika Elina teringat dengan cinta Andra yang sangat dalam untuk diri Elina namun semakin kesini Elina merasa semua meninggalkan dirinya.
Elina pun merenung dan ada tetesan air mata Elina yang terjatuh.
Seketika Sari yang memandang Elina dari kejauhan menyadari Elina sedang melamun dan terlihat sedih.
Hingga saat itu Sari pun mendekati Elina.
"Kamu menangis"
Elina pun hanya menunduk dan lalu menggelengkan kepalanya.
"Elina duduk lah di samping Oma" kata Oma sari.
"apakah boleh"
"Ini perintah"kata Sari.
"Iya Oma" kata Elina yang akhirnya duduk di samping Sari.
"Oma lihat kamu menangis, kenapa?" Tanya Sari.
Elina pun sejenak terdiam lalu tersenyum getir.
"Dimana Ayah dan ibu mu"
"Mereka telah tiada?"
"Lalu kamu sama siapa?"
"Tidak ada, tidak ada siapapun di dalam hidup ku. Hanya Andra seorang" kata Elina.
"Lalu?"
"Aku sedih karena aku sendiri disini bahkan orang yang paling aku cintai pun meninggalkan aku sendiri"
"Kamu tidak lagi sendirian kamu punya anak"
"Anak yang mana yang aku harapkan ini bukanlah anak Andra"
"Kenapa kamu katakan itu"
"Hiks hiks, aku tak bisa banyak bicara. Aku permisi... Aku sudah melupakan semuanya, aku sudah iklas. Hanya satu jika anak ini lahir dan Andra tak mau hadir anak ini aku tak jadi masalah jika anak ini di taruh panti asuhan" kata Elina.
"Kenapa kamu katakan itu" kata Sari.
"Aku hanya merasa putus asa saja, jika di panti anak ini banyak teman dengan Nasib yang sama tidak sendirian. Tidak seperti aku aku Oma yang sebatang kara, hidup ku terlalu berat" kata Elina.
"Tapi kenapa apa yang terjadi?"
__ADS_1
Elina pun tak berani cerita soal dirinya yang sudah di tiduri oleh pria lain, Karana takut pada ancaman Kanya yang begitu sadis dan rela melakukan apa saja bila Elina cerita.
"Oma, aku tak bisa cerita nanti juga Oma akan tahu, maaf tak seharusnya aku menangis agar Oma tak banyak tanya" kata Elina yang langsung pergi.