Malam Pengantin Mu

Malam Pengantin Mu
Tiba-tiba bertemu


__ADS_3

Akhirnya Elina pun keluar dari toilet setelah ia merasa harus keluar.


Elina pun segera menghapus air matanya, dirinya pasti di cari saat ini karena terlalu lama berdiam diri di kamar mandi.


Hingga dirinya dengan cepat keluar dari toilet dan kembali ke acara namun tiba-tiba saat drinya sedang berjalan untuk kembali ke tempat duduk.


Brruuughh...


Elina tak sengaja menabrak seorang pria dan menumpahkan segelas minum yang sedang ia bawa.


Byuuurrr...


Dan mengenai baju Elina saat tumpah air itu.


"Aahh .Ma-maaf" kata Elina yang merasa tak enak hati saat itu.


"Oh ya gak apa-apa baju ku hanya basah sedikit, tapi baju mu" ucap pria yang saat ini Elina tak kenali.


Pria itu pun melihat baju Elina yang ternyata basah saat itu.


"Baju mu basah" kata pria itu.


"Owhhh iya Tidak masalah, ini hanya basah saja bukan apa-apa kok nanti akan kering sendiri" kata Elina yang merasa dirinya yang bersalah karena yang menabrak pria itu adalah Elina.


"Jangan.. jangan begitu, kamu bisa pakai jas ku ini. Pakai lah" kata pria itu memberikan sebuah jas dipunggung Elina.


"Sebenernya yang basah bagian depan dan kamu tak perlu memberikan jas ini padaku" kata Elina yang merasa tak enak hati.


"Gak apa-apa pakai saja, baju itu terlalu minim eem maksud ku kamu bisa kedinginan karena air yang tumpah membasahi baju mu itu. Pakai saja, tak masalah"


Jas ini pasti mahal kenapa dia berikan pada ku, batin Elina yang merasa pria yang kini hadapan dirinya sangat lah baik


Hingga pria yang tak Elina kenal menatap wajah Elina yang seperti habis menangis.


Ingin bertanya lebih apa yang sebenarnya terjadi tapi pria itu tak berani menanyakan mengingat setiap orang memiliki privasi nya masing-masing.


"Kalau begitu aku permisi"kata Elina beranjak pergi.


Hingga Elina kembali ke meja makan dengan waktu hingga Andra yang sedang makan setengah marah pada Elina yang lama.


"Kamu lama" kata Andra kesal.


"Maaf aku-"

__ADS_1


"Hallo apa kabar?" Tanya Andra yang tiba-tiba memotong ucapan Elina karena saat itu rekan bisnisnya datang dan Elina pun terdiam seketika itu.


Elina pun menatap ke arah bangku di mana Bowo duduk, Bowo sudah tidak ada dan dirinya sudah pulang lebih dulu.


Elina pun bernapas lega karena dirinya bisa terhindar dari pria kurang ajar itu.


Hingga dirinya yang tengah duduk melihat seorang pria yang sedang bersama Kanya dan dia adalah pria yang memberikan jas nya untuk Elina.


Pria itu ..


Hingga Kanya dan pria itu yang tengah mengbrol sambil berdiri di hampiri oleh Andra.


"Wah bro bagaimana kabar?" Tanya Andra kepada pria itu.


"Baik" jawab pria itu singkat.


Hingga pada akhirnya Elina pun di panggil oleh Andra saat itu.


"Elina, kemarilah" kata Andra.


Elina pun menghampiri Andra yang saat itu tengah bersama Kanya dan pria tak ia kenali itu.


"Perkenalkan dia adalah pacar ku dan ini Satya pacar adikku" kata Andra memperkenalkan keduanya.


"Jadi kamu ini yang akan menjadi calon Kakak ipar ku nanti" kata Satya menatap Elina.


"Loh kalian sudah saling kenal" tanya Andra.


"Tidak, belum kenal tadi hanya ada insiden saat aku tengah minum tidak sengaja air ku tumpah dan mengenai baju saat Elina tengah berjalan buru-buru" kata Satya.


"Oh pasti kamu Elina yang jalan tidak hati-hati" kata Kanya.


"Maafkan aku" kata Elina.


"Tidak apa-apa" jawab Satya.


"Oh sayang jas mu kemana? Apa itu yang di pakai oleh Elina


"Oh iya ini punya kekasih mu" kata Elina yang ingin memulangkan Jas itu kepada Satya.


"Jangan-jangan, pakai saja. Tidak masalah. Kanya aku bawa jas satu lagi di mobil biarkan ia pakai" kata Satya.


"Wanita ini sungguh merepotkan!" Kata Kanya yang menatap Elina sinis. "Untung saja kekasih ku ini baik"

__ADS_1


Elina pun hanya tesenyum simpul.


Hingga diri Elina pun ingin berpamitan pulang karena merasa lelah.


"Andra aku mau pulang bisa kah kamu mengantar ku sekarang" kata Elina.


"Kenapa buru-buru kamu jangan pulang dulu kita belum bersulang dan minum bersama"


"Minum apa, alkohol" tanya Elina tak percaya bahwa akan ada acara seperti itu.


"Ya sedikit saja, hanya sedikit saja. Jika kamu kurang, baru setelah ini kita ke club malam kita happy happy" kata Andra.


"Oh Andra aku tidak minum alkohol" kata Elina yang mau.


"Elina tenang, ada aku.. kamu aku traktir dan kita bisa clubing bareng pasti seru" kata Andra penuh semangat.


"Ndra aku gak bisa, kepala ku pusing. Aku gak bisa, maaf aku pulang saja, next time saja untuk hal ini, oke" kata Elina yang saat itu merasa tak bisa.


"Baiklah tapi aku tidak bisa mengantarkan mu"


"Aku bisa pulang dengan naik taksi" kata Elina. "Aku permisi ya"


Akhirnya Elina pun pulang lebih dulu tak sampai acara selesai. Elina tak pernah menyangka jika Andra adalah pria yang suka minum minuman beralkohol, selama ini Elina hanya tahu jika Andra baik dan tak pernah tahu sisi buruk dari yang Andra miliki. Meskipun Elina pernah di posisi atas dan pernah nakal. Tapi itu sebatas malas belajar saja tidak sampai ke arah pergaulan yang bebas. Elina seketika kaget saat Elina tahu Andra benar-benar di luar pikiran Elina yang selama ini Elina anggap baik.


Bahkan Andra lebih memilih minum daripada mengantar Elina pulang sungguh memilukan..


Elina daripada mabuk dengan Andra di club' malam lebih memilih tidur di kasur empuk daripada harus merasakan alkohol, Elina bukan menyalahkan orang yang suka mabuk-mabukan hanya saja Elina yang memiliki kehidupan dan ia berhak mengaturnya hidupnya sendiri tanpa harus ikut-ikutan dengan siapapun.


Elina pun menaiki taksi yang kebetulan lewat di depan hotel mewah itu, Elina pun pulang dengan menyusuri jalan yang dirasa cukup sepi dan lenggang.


Tapi ...


Tiba-tiba saat diperjalanan, taksi yang di kendarai itu tiba-tiba saja berhenti. Supir taksi itu mengatakan jika taksinya mogok.


Hingga Elina terpaksa keluar taksi itu untuk mencari tumpangan lain atau menunggu hingga taksi yang ia tumpangi kembali menyala.


Dan ketika Elina yang sedang berdiri menunggu taksi yang baru.


Sebuah mobil BMW hitam plat b tiba-tiba saja berhenti di hadapan Elina, dan seseorang turun dari mobil itu tanpa di sangka jika itu adalah Satya.


"Satya" kata Elina yang tak menyangka bertemu lagi dengan pria yang tak ia duga.


Pria yang cukup tinggi dan gagah itu hadir tiba-tiba menghampiri Elina saat itu.

__ADS_1


Elina pun tak menyangka dirinya di pertemukan kembali dengan pria itu lagi, bahkan jas dari Satya masih Elina pakai. Apakah dia datang untuk mengambil jasnya, batin Elina.


__ADS_2