
Elina pun akhirnya pulang dengan Mery dan mobilnya, Elina pun sampai di rumah lalu merebahkan diri.
Tak lama Andra datang bukannya memberikan perhatian malah marah pada Elina.
"Kamu itu bagaimana sih?"kata Andra marah.
"Iya tuh ajarin istri kamu jangan gelendotan terus sama suami orang"kata Mery yang malah menambahkan.
"Gelendotan bagaimana?" Kata Elina.
"Heh??? Wanita gak tahu di untung kamu gak sadar saat kamu pingsan bukannya cari suami kamu buru-buru malah kamu datangi suami orang" kata Mery.
"Aku tidak tahu mama kalau Satya datang aku tidak meminta nya datang ma, jujur"jelas Elina.
"Sini.. sini kamu..sini!!!" Kata Andra yang menarik Elina ke dalam kamar. "Akan aku beri pelajaran kamu"
"Pelajaran apa, salah ku apa?" Kata Elina bingung.
Lalu tangan Elina di tarik Elina pun masuk ke dalam kamar.
"Kamu sudah berusaha merebut suami dari adik ipar mu dan kamu pulang seolah tak mengerti apa-apa dasar tidak punya muka"kata Andra yang ingin menampar Elina. Tapi kali ini tangannya ia tahan.
"Salah aku apa? Harusnya kamu pikir kenapa aku di tolong orang lain, dan bukan kamu semua itu karena kamu. Karena kamu!"kata Elina terlihat marah.
"Sekarang kamu salahin aku, asal kamu tahu... Kanya yang bilang kamu caper sama Satya minta mangga segala dan lainnya. Mau mesra-mesraan kamu sama Satya"jelas Andra marah.
"Aku mau mesra-mesraan, gak mungkin..gak mungkin!!! aku cinta sama kamu Andra" Kata Elina.
"Aku tak peduli ucapan mu seperti apa dan bagaimana, tapi sekali lagi kamu berduan dengan pria itu aku akan habisi kamu"kata Andra.
Andra pun langsung pergi..
__ADS_1
Seketika Sari pun datangi Elina yang berantem dengan suaminya Andra saat itu.
"Elina, Oma harap kamu bisa sabar ya menghadap Andra yang seperti itu" kata Sari.
"Oma aku pun tidak mengerti kenapa Andra begitu tega.." kata Elina. "Padahal dulu Andra adalah orang yang baik tidak pernah marah tapi sekarang dia tak semanis dulu"
"Andra itu punya sifat yang jelek seperti Opa sifatnya sangat jelek..sering marah-marah tidak perhatian tapi cemburuan ada aja masalah yang ada. Ya, terus saja sifatnya begitu sampai dalam kurun waktu yang cukup lama, Oma juga pun punya sifat yang keras. Tapi seiring berjalannya waktu suami Oma baik lagi, eh sekarang opa yang cinta sama Oma tapi beliau sudah meninggal"jelas Oma
"Baik dan cinta gitu sifatnya berubah" kata Elina.
"Iya, baik dan mulai cinta" kata Sari.
"Moga Andra bisa seperti opa yang perlahan bisa berubah sifatnya"
Hingga saat itu Elina pun melihat Oma yang memegang surat undangan pernikahan.
"Siapa yang nikah Oma?" Kata Elina yang melihat surat undangan di tangan Sari.
"Pasti yang datang orang penting semua ya Oma" kata Elina.
"Kamu mau ikut?"tanya Sari.
"Kalau Andra ajak aku, aku akan ikut tapi kalau tidak aku bisa apa?"kata Elina.
"Apa Oma akan datang?" Tanya Elina.
"Haduh Oma tidak datang kaki Oma sakit, Oma sudah tak fresh lagi"
"Aku sih mau Oma, mau ikut banget tapi Andra gak akan ajak aku"kata Elina.
"Emang kamu mau ikut banget alasannya kenapa?"
__ADS_1
"Aku ingin semua orang tau kalau aku ini bukan cuma pacar Andra tapi istri dari Andra, tadi aja resepsionis di kantor Andra masa aku di bilang pembantu, dan lebih parah lagi Andra yang bilang aku pembantu, padahal aku ini kan istrinya" kata Elina.
"Kamu marah sama Andra atau beri penjelasan pada Andra" kata Sari.
"Marah, yang ada malah dia yang marah sama aku" jelas Elina. "Tapi aku mau ikut ke acara itu, itu hotel mewah"
"Yaudah kamu minta ikut siapa tahu kamu bisa ikut" kata Sari.
"Yaudah aku akan bilang sama Andra" kata Elina.
Elina tahu betul di hotel mewah itu akan ada acara pernikahan dan Elina senang bila di ajak karena Elina tahu di sana akan banyak makanan yang enak serat hiburan yang cukup menarik.
Dan Elina pun datangi Andra di kamarnya.
"Andra" ucap Elina. "Tadi Oma bilang bahwa kita dapat undangan pernikahan di hotel mewah, aku mau kamu datang bersama ku. Ajak aku ya, pasti makanan yang di sana enak dan acaranya pasti seru" kata Elina meminta agar Andra datang.
Lalu dengan mudahnya Andra menjawab.
"Aku tidak pergi, jadi kamu gak usah banyak permintaan yang aneh-aneh"
"Ayolah di sana pasti menyenangkan, aku sangat ingin" kata Elina meminta.
"Tidak ada!!! Tidak ada yang pergi kesana, tidak aku ataupun kamu, paham kamu Elina" ucap Andra dengan suara yang meninggi.
"Baiklah aku tak jadi masalah, jika kamu tak pergi. tolong pikirkan itu ini bukan cuma keinginan tapi anak ini seperti nya aku ngidam pengen kesana" jelas Elina.
"Gak punya otak! Sekali gak ya nggak!" jelas Andra.
"iya iya oke gak ikut gak apa-apa"kata Elina yang akhirnya mengalah.
Meski dalam hal ini yang sebenarnya terjadi aku ingin pergi, entah mengapa? Bukankah ini keinginan bayiku, oke Elina semua baik-baik saja, dunia ku akan baik-baik saja sekali pun aku tak pergi.
__ADS_1
sementara secara diam-diam Andra tampak memberikan sebuah pesan singkat kepada teman wanitanya dan mengajak wanita lain untuk datang ke pesta itu pada lusa nanti.