Malam Pengantin Mu

Malam Pengantin Mu
Aku mual Andra, aku tak sengaja


__ADS_3

Elina pun akhirnya makan, makanan seadanya paling tidak nasi pemberian dari Bi Dina membuat Elina kenyang dan tak merasakan lapar lagi.


Elina pun merasa sedih dalam hal ini jika harus makan saja sulit lalu bagaimana dirinya menjalani hari, padahal diri Elina tinggal di rumah besar tapi harus merasakan getir kehidupan seperti orang yang hidup di jalanan.


Setelah itu Elina yang selesai makan pun langsung buru-buru menaruh piring makan dan ia cuci secara perlahan-lahan agar tidak di ketahui oleh sang ibu mertuanya yang kejam dan pelit itu.


Hingga selesai dengan piring kotor Elina dengan cepat buru-buru kembali ke kamar sebelum di ketahui oleh Mery.


Elina pun ke lantai atas di mana disana Elina tidur bersama sang suami.


Elina pun kembali merenung dengan dirinya saat itu.


Hingga saat itu Elina berfikir bahwa apa yang terjadi dan menimpa dirinya yang tidak memegang uang sama sekali itu seharusnya Elina bisa meminta uang pada Andra bahwa uang itu perlu di saat keadaan seperti ini. Jika tidak dengan uang yang Andra berikan jika Elina tidak di berikan makanan Elina bisa membelinya di luar saja.


Hingga sampai saat sore hari Elina tidak makan lagi, dan hanya makan siang saja pemberian dari Bi Dina.


Elina pun hanya berdiam diri dengan keadaan yang sulit saat ini dalam hidupnya.


Dan beberapa saat kemudian terdengar suara pintu terbuka.


Ceklek... Suara pintu terbuka.


Elina memandang siapa yang datang saat itu, dan ternyata Andra. Dengan senyum Elina pun senang atas kehadiran Andra.


"Sayang, akhirnya kamu pulang. Aku sudah lama menunggu mu daritadi" kata Elina tersenyum menatap Andra.


Andra pun tak langsung menjawab ketika itu, ia langsung menatap dari atas hingga bawah menatap paha mulus dan buah dada besar Elina yang sangat terpampang nyata. Itu memang perintah Andra agar Elina memakai pakaian seperti itu, dan tanpa ia sadari dirinya sendirilah yang langsung bangkit saat itu.


Dengan cepat Andra langsung memeluk tubuh Elina dan mencium leher Elina.


Seketika Elina kaget sang suami yang langsung datang kepadanya lalu mencium lehernya dengan kuat.


"Hemm Andra aku mohon jangan lakukan ini dulu, sebaiknya kamu ganti baju terlebih dahulu sayang" kata Elina seketika menahan Andra.


"Aku ingin langsung bermain cinta dengan mu"


"Sayang mandi lah dulu, aku mohon" pinta Elina.


Entah mengapa Elina merasa mual mencium aroma badan Andra saat pulang kerja, biasanya Elina tak jadi masalah selama pacaran mencium aroma tubuh Andra yang sangat kuat, sebenarnya bau tubuhnya biasa tapi karena kehamilan Elina ada rasa mual yang tiada terkira.


"Andra jangan dulu, aku muaall.. ueeeekkk ueeekkk" kata Elina yang berkali-kali menutup mulutnya karena mencium aroma tubuh Andra.


"Aku tidak mau aku mau sekarang kamu harus layani aku" kata Andra membuka celananya dan kini hanya menggunakan celana saja terlihat bagaimana benda keras itu telah menegang.


"Andra aku mohon kamu mandi lah dulu aku mual"


"Mual kenapa, hah? Kamu kenapa? Kamu mencari alasan untuk tidak melayani ku" kata Andra yang mulai marah.


"Bu-bukan begitu tapi rasa mual ini sungguh tak tertahan, aku mohon kamu mengerti" kata Elina.a


Lalu dengan cepat Andra mendorong tubuh Elina dan tak peduli lagi, ia pun langsung dengan cepat memeluk Elina lalu dengan cepat Andra menaruh kepalanya di dada Elina.

__ADS_1


Elina yang tengah mual itu tak bisa lagi menahan rasa yang ada, dan tanpa terasa muntah.


"Uuueeekkkk uueeekkkkk...."


Dan tanpa Elina sadari mengenai rambut Andra yang saat itu sedang asyik memainkan dua dada kembarnya.


Uuuueeekkk....


Andra pun merasa kaget saat cairan basah mengenai kepalanya dan diatas kepalanya.


Sementara itu Elina begitu kaget saat melihat kepala Andra yang kotor karena muntah Elina.


"Ma-maaf aku tidak sengaja muntah di kepala mu"kata Elina membulat mata kaget saat melihat kepala Andra yang kotor karena muntahnya.


Andra pun kesal saat itu memegang kepalanya.


"Biar aku bersihkan, aku minta maaf" kata Elina memebersihkan rambut Andra dengan tangannya.


"Sungguh menjijikan!" Ucap Andra dengan suara lantang.


"Tidak usah kamu lakukan itu, sekarang aku yang merasa jijik padamu" kata Andra marah pada Elina.


"Aku sudah katakan pada mu, jika aku sedang mual. Aku sudah katakan kamu mandi dulu, jadi seperti ini aku sungguh tidak seng-"


Plaaakkkk.....


Sebuah tamparan Elina Andra lakukan di pipi Elina.


"Kamu menampar ku" kata Elina tak menyangka.


"Iya!!!!"


"Kenapa kamu tega padaku"


"Itu karena kamu sendiri, siapa suruh kamu hamil, andai saja dirimu tidak hamil tidak akan kamu mual seperti ini" kata Andra.


"Tapi kehamilan ku ini karena suami adik mu, bukan keinginanku. Kenapa kamu tega" kata Elina. "Aku sudah katakan padamu aku mual dengan tubuh mu pulang kerja, aku tak bermaksud untuk muntah di kepalamu dan aku meminta mu untuk mandi tapi kamu tak mengindahkan keinginan ku. Sekarang bukan kesalahan ku aku muntah di kepala mu" kata Elina.


Andra menatap elina dengan tatapan kesal


"Jadi kamu menyalahkan aku" Kata Andra.


"Iya"


Lalu dengan cepat Andra memukul Elina, lalu mendorong Elina kuat dan mencekiknya.


"Andra lepaskan aku, Andra lepaskan aku" pinta Elina.


"Kamu mau aku lepaskan"


"Iya"

__ADS_1


Lalu dengan cepat Andra pun langsung mengikat tubuh Elina diranjang dan melakban mulut Elina. Agar Elina tidak mengeluarkan muntah saat itu


"Paling tidak ini adalah cara ku, agar kamu lebih bisa menghargai suami mu ini! Bangsat!"kata Andra marah.


Andra pun langsung memainkan perannya dengan brutal, dengan cepat meniduri Elina. Bahkan tak segan-segan Andra menggigit tubuh Elina dengan sadis hingga berdarah sebagai ganjaran untuk Elina yang sudah muntah di kepala Andra.


Sakit...


Itulah yang tengah Elina rasakan.


Elina sadar saat itu dirinya salah karena sudah muntah di kepala Andra, namun apakah Andra terlalu tega jika harus membalas perbuatan Elina dengan sebuah pukulan keras, gigitan yang membuat Elina terluka.


Kepala yang kotor bisa Andra bersihkan tapi lain dengan hati Elina yang hancur dengan sikap Andra yang diluar batas.


Jika kepala dan rambut Andra bisa dibersihkan lain dengan hati Elina yang remuk juga hancur dengan sikap Andra yang begitu keterlaluan. Bahkan Andra begitu tega menggigit bagian put ing Elina hingga nyaris putus


Elina teriak dan melawan pun tak mampu karena tangan Elina terikat dan mulut yang terlakban hanya bulir demi bulir air mata yang tengah Elina keluarkan disaat sang suami sudah tak lagi memiliki rasa kasih dan sayang.


Rasa sakit begitu terasa sangat mendalam..


Elina pun merasa perih yang sangat mendalam.


Dimana kini tempat ternyaman dan aman untuk Elina, dimana kini tempat untuk Elina untuk bersandar jika sang suami yang Elina cinta saja justru dia juga yang membuat hati dan perasaan Elina hancur bertubi-tubi.


Elina pun menangis tersedu dan tak mampu berbuat banyak.


Tangisan kesengsaraan dan kesedihan yang mendalam yang Elina tengah rasakan.


Wajah yang memar, dan darah yang keluar karena perbuatan Andra yang sudah mengigit bagian dada Elina dengan kuat.


Membuat Elina rapuh ...


Bahkan baju yang sudah Andra lepas semua pada tubuh Elina tak Andra langsung pakaikan, dengan tangan terikat kebelakang dan mulut terlakban Elina duduk menatap Andra yang sedang tidur.


Eliana merasa dingin dengan rasa yang begitu sakit, kaki Elina pun ditekuk dan diikat juga oleh Andra. Membuat Elina tak bisa kemana-mana..


Sungguh ruangan yang terasa dingin dan Elina yang tak memakai sehelai benang itu membuat perasaan Elina hancur bertubi-tubi dengan sikap dan sifat yang Andra berikan pada Elina.


Mana tempat nyaman dan Ter aman yang Elina kira Andra mampu berikan.


Dimana?


Dimana?


Jika pada intinya semua seolah terasa sama dan sungguh menyakitkan.


Hikks hiks ...


Ya ... Itulah hal yang hanya dapat Elina lakukan disaat dirinya tak mampu lagi dihargai dan terima dengan baik dengan keadaan yang tak sempurna.


Sungguhlah perih....

__ADS_1


__ADS_2