
Hingga saat itu Elina pun mencari kerja lagi dengan menaruh beberapa surat lamaran kerja di berbagai perusahaan untuk melunasi hutang milyaran rupiah itu, tapi Elina juga harus berhati-hati dalam memilih perusahaan mana yang akan di lamar karena Elina takut jika pemilik perusahaan itu adalah Bowo yang sudah menjadikan Elina bahan untuk menjadi alat petuntas pria hidung belang itu. Walaupun tidak sampai ditiduri tapi Elina benci.
Hingga saat Elina tahu jika Elina memilki hutang kepada pak Hendrawan Elina merasa malu dan enggan untuk datang ke rumah pak Hendrawan meski Elina adalah calon menantunya tapi Elina takut saja di cap negatif oleh keluarga mereka yang notabene adalah keluarga kaya raya.
Hingga saat itu Elina pun merasa jika sang kekasih tak lagi memberi kabar padanya padahal dirinya saat ini hanya menginginkan Andra berada di sampingnya hingga sebuah panggilan telepon pun Elina tujukan pada Andra.
"Yang kamu kemana aja aku kangen abis pesta kemarin kamu seperti berubah" kata Elina di telepon.
"Oh maaf hanya sedang sibuk saja aku akan datang ke tempat mu sore ini" kata Andra.
Sore itu Elina pun menemui Andra di sebuah kafe untuk meluapkan rasa rindunya.
Terlihat Andra dengan kemeja lengan panjang yang ia gulung lalu dengan senyum yang manis terlihat Andra yang menunggu Elina di sana.
Tentu saja ketampanan Andra juga lah yang membuat Elina terpikat dengan paras tampan Andra yang tidak ada obat..
Elina pun tersenyum melihat wajah tampan yang saat ini ia lihat.
"Maaf aku gak bisa jemput, jadi kamu datang sendiri kesini" kata Andra.
"Ya nggak apa-apa" kata Elina.
__ADS_1
"Kamu kangen ya sama aku"
"Iya lah mas, masa nggak tapi ada hal penting yang harus aku bicara sama kamu" kata Elina.
Kenapa aku panggil mas seharusnya panggilan itu untuk Satya batin Elina.
"Sejak kapan kamu panggil seseorang dengan kata mas, apakah itu untukku" kata Andra.
Aku tak mungkin mengatakan jika panggilan itu ditujukan untuk Satya batin Elina.
"Iya panggilan itu untuk mu" kata Elina.
"Ini soal hutang, ternyata aku juga punya hutang dengan keluarga mu" kata Elina.
"Ya bagus dong" kata Andra.
"Bagus? dimananya?"
"Jadi kamu tak perlu bayar hutang itu bukan?" Kata Andra.
"Tidak mungkin, karena papa mu memintanya" kata Elina. "Dan ada hal yang paling buruk yang tak bisa aku ceritakan ini masalah hutang juga"
__ADS_1
"Aku tidak mau mendengar apapupun" kata Andra.
"Andra" kata Elina.
"Panggil aku mas" kata Andra.
"Mas Andra mungkin kamu akan jijik dengan ku bahwa aku ini" kata Elina yang ingin mengatakan dirinya juga pernah menjadi budak hasrat seroang pria bernama Bowo.
"Elina cukup, aku tidak mau mendengar apapun dari mu. Bagaimana pun keadaan mu, kamu akan tetap di hati ku Elina, aku tidak peduli mau bagaimana pun kamu. Seburuk apapun kamu, aku akan mencintai kamu" kata Andra.
"Tapi ini menyangkut nama baik ku, yang mungkin saja mengahancurkan nama baik mu juga mas" kata Elina yang ingin mengatakan semua kekurangan dirinya dari A sampai Z tapi tak ada satupun yang Andra ingin dengar.
Andra pun memeluk Elina erat dengan lembut penuh masih sayang.
"Elina di dunia ini tidak ada yang sempurna, termasuk aku. Aku pun adalah manusia pendosa, yang banyak kekurangan. Dari awal aku biayai kehidupan karena apa? Karena aku mencintai mu tulus. Jadi aku mau kamu jangan bahas soal apa yang menjadi buruk mu. Karena aku mencintai mu" kata Andra yang mendekap Elina.
Ya...
Saat ini pria yang baik dan mampu mengisi kekosongan di hati hanyalah Andra. Hanya saja dalam hal ini Andra tak pernah tahu rahasia hidup Elina, bahwasanya ayah dari Elina adalah pembunuh.
Hingga apa yang dikatakan oleh Andra sungguh membuat Elina merasa yakin. Bahwa memang lah Andra yang kini hanya mampu mengisi relung hati
__ADS_1