Malam Pengantin Mu

Malam Pengantin Mu
Elina anak yang sebatang kara


__ADS_3

Elina pun terpaksa menjadi oranglain demi bisa di terima di rumah sakit tempat Satya di rawat. Karena terpaksa Elina harus tidur di tempat yang layak Tidak mungkin dirinya harus tidur di tengah jala


"Nadine, Satya banyak cerita loh tentang kamu" kata Nita tesenyum pada Elina.


Nita memang tidak tahu wajah Nadine seperti apa, tapi Nita tahu jika Satya masihlah mencintai Nadine.


Elina pun tersenyum saat dirinya harus bersandiwara menjadi wanita lain, paling tidak tidak lah penting Elina menjadi siapa yang paling penting Elina bisa tidur saat malam itu.


"Cerita apa aja Tante?" Kata Elina malah jadi penasaran.


"Banyak, banyak hal yang ia ceritakan tentang kamu. Mulai dari jaman sekolah dulu waktu kamu masih pacaran sama dia" kata Nita.


Oh itu artinya Nadine adalah pacar Satya dari jaman SMA dulu, batin Elina.


"Dia itu sayang banget sama kamu, padahal kamu sama dia pacaran lama kan tapi sayang kamu malah menikah. Dia hampir frustasi saat itu, saat dia tahu kamu menikah dia sakit parah, namamu yang selalu ia sebut" kata Nita.


"Ah masa iya Tante, Tante jangan bohong"kata Elina.


"Iya Tante mana mungkin bohong. Tapi pas sih, kamu cantik. Kamu juga sepertinya baik, wajar jika Satya suka pada mu sedalam ini, sampai tidak terima saat kamu menikah lagi" kata Nita.


"Mungkin takdir Tante, oh ya aku pamit ya" kata Elina bergegas pergi.


"Eh jangan dulu di sini aja"


"Tapi kan Satya sudah menikah sepertinya aku harus pulang" kata Elina.


"Tidak usah buru-buru, Tante senang jika kamu mau kesini. Karena bagaimanapun kamu adalah wanita yang anak saya cintai, jangan pergi dulu Tante masih banyak mau mengbrol dengan mu" kata Nita memegang pundak Elina.


"Jangan Tante" kata Elina.


"Gak apa-apa sebentar aja"


"Memang bener kita belum pernah bertemu ya" kata Elina.


"Belum, kata Satya kamu sendiri yang tidak mau di kenalkan sama tante. Waktu itu kamu sempat pergi kan keluar negri, Satya prustasi balik-balik kamu udah nikah saja. Memang selama ini kamu anggap apa hubungan anak saya, sampai kamu rela menikah.Anak saya kamu tinggalin gitu aja, sampai mau bunuh diri. Kamu harusnya sadar, kamu itu siapa? Sok banget gak punya perasaan" kata Nita yang bicara seperti kereta malah jadi marah pada Elina.


"Eh.. eh .. kok Tante malah jadi marah pada saya, udah deh saya pulang aja gak mau kesini lagi Tante galak sama aku, aku gak mau digalakin sama tante" ancam Elina.


"Eh eh jangan dong, Tante cuma kelepasan. Iya Tante tidak marah, asalkan kamu kesini lagi ya, bantu Tante buat sembuhin Satya, siapa tahu dengan hadirnya kamu Satya bisa cepat pulih. Sampai saat ini dia belum sadar Tante sedih" kata Nita dengan wajah sedihnya kali ini.


"Tapi saya bukan dokter apalagi Tuhan tante yang bisa menyembuhkan"kata Elina menolak.


"Yang bilang kamu Tuha siapa? Tante cuma mau disini karena Tante harapkan itu semata mata hanya ikhtiar saja, ini kan siapa tahu? Siapa tahu Satya cepat pulih jika kamu di samping Satya karena kan kehidupannya selama ini hanya cinta kamu" kata Nita mengharapkan jika Elina di sampingnya.

__ADS_1


Elina pun hanya tersenyum kaku pasalnya dirnya bukan Nadine yang hanya pura-pura mengaku jadi Nadine.


"Tapi Tante kan Satya sudah punya istri" sahut Elina.


"Tapi Tante tahu hati Satya cuma buat kamu" kata Nita.


"Tapi Tante" kata Elina.


"Kenapa?"


"Saya mau pulang Tante, saya kehabisan ongkos dompet saya ketinggalan boleh gak saya pinjam uang sama Tante, besok saya pulangin tenang aja Tante boleh boleh ya" kata Elina.


"Mau pinjem berapa?" Tanya Nita.


"Ya seratus ribu aja Tante buat pulang naik taksi pasti saya ganti setelah ini" kata Elina.


"Yaah ampun cuma seratus ribu Tante pikir berapa udah gak usah, gak usah kamu ganti. Ini buat kamu saja, ambilah gak usah kamu ganti oke" kata Nita.


"Serius Tante?"


"Iya Tante serius ambil lah tidak perlu kamu menggantinya"


"Terimakasih banyak Tante terimakasih banyak, kalau tidak ada Tante saya tidak tahu harus bagaimana Tante" kata Elina mencium tangan Nita.


"Siap Tante"


Elina pun pulang saat itu, karena dirinya sudah ada uang yang ia dapat dari Nita.


Jika saja Nita tahu jika dirinya sedang mengbrol pada anak pembunuh dari suaminya itu sudah pasti murka tapi bohong itu seolah cara yang paling aman.


.


.


.


.


.


Hingga akhir nya Elina pun pulang dengan naik ojek agar ongkos lebih murah.


Sesampainya di rumah Elina bukan kepalang melihat kontrakannya saat itu.

__ADS_1


"Loh ini kenapa pak, baju saya di keluarin dari rumah ini" kata Elina yang kaget bajunya sudah di keluarkan dari seorang pria pemilik rumah.


"Sudah waktunya kamu bayar Kontrakan, mana uangnya" kata Bapak Didin.


"Ya ampun bapak baru juga tanggal berapa saya udah di tagih aja" kata Didin.


"Gak bisa kamu harus keluar karena sudah ada yang mau masuk lagi, ingat Elina perjanjiannya kalau tanggal 2 kamu belom bayar saya cari yang lain" kata Didin.


"Haduh pak gak bisa apa pak, kasih saya waktu dua hari aja" kata Elina seraya meminta tolong.


"Gak bisa!!!! Ini sudah keputusan saya, saya tau kamu banyak utang mending kamu cari kontrakan lain ya. Kebetulan juga yang mau masuk sini sudah bayar setahun" kata pak Didin.


"Ya ampun pak, tega amat sih. Saya habis cerai loh pak sama suami saya, bukan perkara mudah ini pak" kata Elina.


"Kapan kamu nikah udah cerai aja" kata pak Didin.


"Lah kemarin pak"


"Punya pacar kamu, Pacar yang mana?"ucap Didin.


"Ya ampun pak yang naik mobil Pajero sport warna putih itu loh pak yang suka mampir didepan rumah bapak itu pacar saya"


"Itu bukannya penagih hutang"


"Aduh si bapak, kumaha atuh masa penagih hutang kasep gitu. Itu pacar saya, eh suami saya, eh mantan suami saya aduhhhh huhuhu mantan suami"


"Kamu sih jadi cewek gak bener. emang sih cantik Elina, tapi sayang suka ngayal. Udah mau suami kamu tuan tanah tetep saya akan usir kamu. Maaf keputusan sudah bulat gak bisa ganggu gugat carilah rumah yang bisa menampung orang banyak hutang seperti kamu" kata Didin tidak mau tahu.


"Haduh pak itu bukan hutang, tapi warisan yang berupa hutang" kata Elina.


"Kamu ini bercanda aja nih bawa baju kamu semua, saya udah gak percaya lagi. Pergi .. pergi" usir Didin.


"Tega nian si bapak sama diriku yang kini menjadi janda, aduh.. perkara sulit ini..mau tinggal dimana lagi,.rumah gak ada keluarga gak punya. Mau nangis percuma mau minta tolong sama siapa, kasihan sekali aku itu, ya Allah bagaimana ini" kata Elina.


Elina pun hanya bingung saat itu, Elina tak punya benda berharga saat ini. Laptop yang ia punya pun sudah jelek, kalau dijual cuma dapat berapa.


Handphone pun sama juga sudah jelek banyak yang sudah retak kalau di jual pun gak akan laku sudah itu Elina pun punya handphone bekas yang jadul. Memang salah Elina dulu, kenapa dirinya tidak nikah saja dengan pria kaya raya dan ambil hartanya hingga tak sengsara seperti ini.


Tapi kaya raya pun tidak menjamin nyatanya Andra yang kaya raya tetap mengusir Elina dan kini Elina kembali hidup sengsara dan sebatang kara.


Hingga pak Didin melempar semua baju yang ada ke luar Elina pun meratapi kesedihannya saat ini.


"Tuhan tolong berikan aku uang yang banyak untuk bayar kontrakan dan hutang-hutang ku semua ini ya Tuhan aku tak sanggup lagi" kata Elina sedih.

__ADS_1


__ADS_2