Malam Pengantin Mu

Malam Pengantin Mu
Kanya datang lagi


__ADS_3

"aku akan meniduri mu Kanya setelah aku benar-benar yakin kalau memang kamu lah Wanita di malam pertama ku. Aku akan tanyakan langsung pada Elina besok, dia atau kah bukan di malam pertama ku" kata Satya menjelaskan kenapa dirinya hingga saat ini belum bisa meniduri sang istri karena ada perasaan yang menggantung apalagi pengakuan Elina beberapa hari lalu membuat Satya bertanya-tanya, apakah itu benar jika Elina yang berada di kamar hotel itu? Ataukah memang Kanya sang istri?


Kanya pun terdiam namun tertantang dengan ucapan Satya saat itu, tidak mungkin jika Kanya tak mau ikuti ucapan yang di berikan oleh Satya. Khawatir membuat Satya semakin menaruh curiga jika bukan Kanya lah di malam pertama itu.


"Baiklah siapa takut, mari kita buktikan. Aku yakin Elina hanya berhalusinasi saja tak sungguh sungguh dia untuk mengatakan itu, bukankah banyak wanita yang pura-pura demi mendapatkan uang. Ingat Satya banyak orang yang mencari keuntungan demi memanfaatkan sesuatu sebaiknya kita jangan terbawa tipu daya muslihat orang yang kamu baru kenal. Kamu baru mengenal Elina bukan, bukannya itu bentuk keraguan dari ucapannya" kata Kanya membuat satya untuk yakin.


"Ucapan mu ada betulnya tapi kita lihat saja, paling tidak jawaban Elina membuat aku semakin yakin dengan semua. Ya ku harap dia bisa mengatakan yang sesungguhnya, besok aku akan ke rumah Elina"kata Satya sekali lagi.


"Oke kita akan tanyakan lagi perihal itu, tak jadi masalah" kata Kanya tesenyum tipis.


Lalu Satya pun langsung bergegas tidur saat itu. Diikuti oleh Kanya yang memang merasa sedikit tak tenang.


Karena hari telah malam, Kanya pun yang ingin datangi Elina malam itu juga tertahan karena takut jika Satya curiga bila dia pergi begitu saja. Ada perasaan takut jika Elina akan mengatakan yang sebenarnya terjadi jika tidak di lobby oleh Kanya dari sekarang.


Aku akan datangi wanita itu lagi untuk memastikan dia tak mengatakan apapun, aku khawatir Satya curiga padaku jika aku datangi Elina saat ini juga, ku harap dia bisa jaga rahasia itu, awas saja kalau dia mengatakan nya batin Kanya yang merasa kesal.


Hingga...


Di pagi harinya..


Matahari pun menyapa pagi, yang tadinya gelap kini perlahan memberikan cahaya dan kehangatan. Hingga saat itu terlihat Satya yang pagi-pagi ingin datangi Elina, namun mengatakan sesuatu yang tertahan karena ada tugas kantor yang ia harus kerjakan.


"Kanya, pagi ini ada meeting"


"Bukankah kamu ingin ke tempat Elina" kata Kanya yang pura-pura mencoba mengingat kan Satya.

__ADS_1


"Ya.. hanya saja meeting ini penting jadi jika sudah selesai mungkin baru aku datangi dia"


"Heemm... Satya boleh kah aku bertanya?" Kata Kanya yang sedang duduk diatas meja makan.


"Tanya apa?" Kata Satya yang sedang sarapan pagi duduk di hadapan Kanya.


"Jadi aku bertanya saja, pertanyaan ini masih belum benar jika memang ternyata kamu meniduri wanita lain kamu mau bagaimana?" Kata Kanya


"Kenapa kamu bertanya seperti itu"


"Lamu jangan berfikiran yang macam-macam dulu, ini hanya semisalnya saja" kata Kanya.


"Aku akan bertanggung jawab, dan meminta maaf itulah yang harus aku lakukan. Sebagai pria kita tidak boleh menjadi pecundang membiarkan orang lain menderita Karana diri kita" kata Satya.


Mata Kanya pun semakin membulat khawatir jika Satya akan bertanggung jawa pada Elina.


Hingga saat itu, terlihat Satya yang berdiri dan bernajak pergi untuk berangkat ke kantor saat itu. Kanya pun mencium pipi sang suami yang akan berangkat hingga saat itu Kanya memdanng kepergian satya hingga punggung mobil tak terlihat lagi.


"Aku akan datangi Elina sebelum Satya datang lebih dulu" kata Elina.


Hingga saat itu Elina langsung melajukan mobilnya cepat untuk sampai ke tempat dimana Elina tinggal.


.


.

__ADS_1


.


.


Braaagghh...


Sebuah hentakan terasa kuat hingga pintu Elina terbuka lebar.


Mata Elina terbuka saat seroang datang tanpa permisi dan salam.


Elina pun kaget saat Elina datang.


"Ada hal penting yang aku ingin sampaikan pada mu" kata Kanya.


Elina pun hanya diam memandang wanita yang kini seolah berkuasa pada diri Elina.


"Hari ini!!! suamiku akan datang ke tempat mu, menanyakan langsung tentang kejadian itu! Aku pinta sesuai kesepakatan kita kemarin kamu mampu merahasiakannya, jika tidak jangan pernah harap hidup mu akan bahagia. Selain akan saya habisi dan foto itu akan aku jual" kata Kanya menatap Elina.


Eliana pun terdiam..


"Aku harap diamnya kamu kamu mampu mengerti" kata Kanya pergi.


Kanya memang memang mengancam Elina untuk memastikan bahwa Elina bisa menutup semuanya rapi karena konsekuensi yang Elina terima. Kanya adalah orang yang nekat kapan saja bisa Kanya menghabisi Elina tanpa ampun, sekali pun nyawa Elina lah yang menjadi taruhannya.


Elina pun memandang dengan rasa takut dan trauma pada diri Elina bahkan Elina saat itu hanya tertunduk dan takut jika dirinya di pukuli lagi.

__ADS_1


Sungguh keadaan Elina yang di pukuli habis -habisan saat itu oleh Kanya membuat Elina tak bisa mengatakan sesungguhnya.


__ADS_2