Malam Pengantin Mu

Malam Pengantin Mu
Rencana Kanya berhasil


__ADS_3

Saat ini Kanya yang tengah hamil membuat Satya berkali-kali untuk mencintai Elina walau hatinya ada perasaan yang tidak bohong yaitu hambar.


#Flashback on


Setelah Satya tahu jika Elina mengaku bahwa dirinya tak pernah di tiduri oleh Satya pun pulang dengan langkah kaki kasarnya dirinya tak menyangka kenapa Elina pernah sempat mengatakan jika dirinya pernah di tiduri oleh Satya tapi sekarang lain. Apakah memang berbohong atau ada yang lain?


Satya pun tak bisa menyelami hati Elina yang sedalam samudra tapi yang Satya tahu mungkin Elina hanya untuk berbohong tapi untuk apa dia berbohong dengan mengatakan jika dirinya telah ditiduri oleh Satya.


Kenapa dia berbohong untuk hal yang tidak perlu.


Hingga saat itu Satya pun kembali ke rumah sesampainya di rumah Satya melihat istrinya yang menunggu dirinya di rumah menunggu jawaban dari Elina.


"Bagaimana?" Tanya Kanya.


"Apanya?" Ucap Satya bertanya balik.


"Kamu udah datangi Elina bukan itu artinya kamu sudah tahu yang sebenernya"kata Kanya menatap Satya dengan tatapan lesu.


"Dia mengakui jika ia berbohong, tidak pernah tidur oleh ku" ucap Satya tampak lesu, mungkin seharusnya ini menjadi sebuah hal yang tak perlu di sedihkan oleh satya tapi entah mengapa dirinya justru merasa sedih saat tahu kebenarannya.


"Hanya saja buat apa dia pernah mengatakan jika dirinya pernah aku tiduri" kata Satya memijat kening.


"Sudahlah sayang, biarkan saja itu menjadi urusannya. Mungkin dia hanya berhalusinasi saja,kamu tahu dia punya hutang keluarga yang tidak bisa ia lunasi" kata Kanya.

__ADS_1


"Hutang?" Kata Satya kaget.


"Iya, semenjak papanya meninggal dia punya hutang milyaran rupiah ke beberapa pengusaha dan ia harus membayar hutang papanya yang telah meninggal. Dia mungkin pusing atas hutang yang banyak itu hingga akhir nya aku rasa bohongi mu adalah caranya untuk melunasi hutang keluarga"kata Elina.


Aku tak pernah menyangka jika dia harus di bebani hutang, aku jadi merasa kasihan, batin Satya.


Dengan cepat Kanya pun menarik Satya untuk ke atas ranjang. Bahwasannya sesuai perjanjian jika Satya sudah tahu pengakuan Elina apa iya harus mau memberikan nafkah batin untuk Kanya.


"Bagaimana?" Kata Kanya.


"Apa?"


"Kamu bilang jika kamu sudah datangi Elina dan sudah tahu yang sebenernya, kamu berjanji akan tiduri aku"kata Kanya.


Dengan cepat Kanya pun menarik ke kamar dengan perlahan Satya. Satya pun tak bisa menghindar bahwasanya dirinya memang sudah berjanji untuk hal itu.


Kenapa aku tidak merasa ada hasrat padanya sekalipun ia kelihatan seksi tapi hatiku berat untuk meniduri nya aku tidak minat padanya, aku tidak mengerti kenapa aku tidak menyukai wanita ini. Aku kira aku akan mencintainya setelah menikahinya tapi nyatanya sama saja sungguh aku tidak mengerti, batin Satya.


Satya pun seperti membuang wajahnya pada Kanya. Tapi Kanya berulang kali berusaha menggoda.


"Satya, dengarkan aku. Dengarkan lah aku, aku ini istri mu. Aku ini adalah kewajiban mu, kamu harus mengerti. Kamu harus mengerti bahwa seorang suami punya kewajiban untuk menafkahi batin sang istri" kata Satya.


"Tapi aku tidak bisa, aku merasa belum siap. Aku tak siap melakukan ini"

__ADS_1


"Satya, Satya dengarkan aku, paksa, kamu harus bisa paksa dirimu. Bukalah celana mu, ingat Satya kita suami istri, kita suami istri dimana seorang suami harus bisa menafkahi sang istri dengan nafkah batinnya" kata Kanya.


Seketika saat itu paksaan Kanya pun untuk meniduri Kanya pun menjadi sebuah keharusan karena Satya adalah suami untuk Kanya.


Akhirnya Satya dan Kanya pun melakukan hubungan suami istri walau dalam hal ini yang lebih agresif dan banyak bermain di atas adalah Kanya.


Kanya pun tesenyum lembut dengan senang hati, karena dengan ini ia tidak perlu lagi menutup kehamilannya. Dengan ini ia bisa berpura-pura mengatakan bahwa dirinya saat ini tengah hamil anak Satya, walau sebenernya saat ini yang Kanya kandung adalah anak dari Tomi.


Mungkin kandungan Kanya masih terlalu kecil dan belum keliatan, tapi Kanya tidak mau dirinya di ketahui mengandung sebelum Satya meniduri Elina.


Semburan kejantanan Satya pun keluar mana kala badan Kanya maju mundur melakukan ritme yang ada. Meski Satya awalnya tidak ada hasrat, tapi namanya pria jika terus di gosok gosok maka akan bangun juga. Tapi kalau bicara secara hasrat, Satya tak ada hasrat sebenarnya jika melihat Kanya.


Hingga saat itu Kanya pun mampu berhasil menyatukan tubuh Kanya dan Satya.


Elina tersenyum menyeringai mana kala dirinya mampu menguasai tubuh Satya saat itu. Dan berhasil sesuai ekspektasi dirinya.


Setelah penyatuan itu Satya pun berfikir mengapa dirinya bisa tak ada rasa sama sekali berbeda saat pertama kali dirinya pertama kali.


Mengapa aku tak bisa melakukan itu lebih dalam, seperti berbeda saat aku melakukan pertama kali. Apakah karena aku melakukan nya untuk pertama kali dan dalam keadaan mabuk. Sehingga ada rasa yang berbeda saat itu, batin Satya.


Meskipun dalam hal ini Satya sudah meniduri Kanya tapi hingga saat ini belum sedikit pun rasa tertanam di hati Satya untuk mencintai Kanya. Satya pun bingung dengan keadaannya sendiri lebih banyak diam dan tak bicara.


Hingga 10 hari kemudian, tidak ingin melewatkan kesempatan yang ada..

__ADS_1


Kanya pun mengaku jika dirinya tengah hamil anak dari Satya. Satya pun tak bisa berkata apapun karena memang dalam hal ini Satya sudah meniduri Kanya.


#flashback off


__ADS_2