Malam Pengantin Mu

Malam Pengantin Mu
Sari mengerti apa yang Elina rasa


__ADS_3

Hingga saat itu Elina pun tertidur sendiri di kamar yang sepi dan sendiri.


Elina merasa kesepian dan sendiri, seketika Sari pun masuk ke dalam kamar Elina dan tanpa sengaja melihat Elina yang sedang mengganti bajunya. Dan melihat sebuah luka di pundak Elina yang sangat biru dan masih terlihat merah.


"Badan mu kenapa?" Tanya Sari.


"Oh ini, gak apa-apa Oma cuma alergi saja"


"Tapi itu bukan seperti alergi Elina itu seperti sebuah luka seperti sebuah gigitan, apa yang terjadi?"tanya Elina.


"Oh Oma gak apa-apa" kata Elina yang langsung memakai baju nya.


"Katakan apa yang terjadi"


Elina pun terdiam..


"Katakan siapa yang mengigit mu" tanya Sari dengan tatapan dalam.


"Ini bukan apa-apa" kata Elina lagi.


"Oma tahu itu gigitan"


Elina masih terdiam.


"Jadi siapa yang mengigit mu, apakah Andra" ucap Sari.


"Mana coba lihat" kata Sari yang langsung menarik badan Elina dan melihat sebuah gigitan Andra dengan luka yang cukup dalam.


"Jadi Andra yang menggigit mu" kata Sari tegas.


"Iya" jawab Elina menunduk.


"Masih kamu mencintai suami mu, mana yang kamu bilang suami mu baik padamu"


"Oma aku mohon jangan marahi Andra aku mencintainya, aku tak bisa lepas dari dirinya cuma Andra tempat yang saat ini aku miliki" kata Elina mengatupkan kedua tangannya.


"Mana lagi yang sudah ia lakukan"


"Tapi Oma jangan cerita pada Andra kalau Oma tahu tentang semua"kata Elina menjatuhkan air matanya.


"Kenapa?"


"Hanya Andra tempat aku pulang, aku tidak tahu tinggal dimana? Sesakit apapun saat ini, sesakit apapun aku hidup bersama Andra tapi aku tak bisa hidup tanpanya, aku tidak bisa lepas.. hanya Andra tempat aku pulang" kata Elina.


"Apa yang sudah ia lakukan pada mu"


Elina pun membuka bajunya lagi dan menunjukan sebuah gigitan yang paling menyakitkan yang pernah Andra lakukan pada diri Elina yaitu sebuah put-ing susu yang hampir putus di gigit oleh Andra.


Mata Sari pun membulat saat dirinya melihat sebuah hal gila yang pernah cucunya lakukan pada Elina.


Ketika itu Elina tak bisa melawan dikarenakan semua yang dilakukan oleh Andra saat tangan dan kaki Elina dalam keadaan di ikat oleh Andra.


"Jadi ini yang ia lakukan pada mu, nak. Kenapa kamu diam saja, kenapa kamu malah mencintai nya. Dia tak baik untuk mu" kata Sari.


"Ini bukan soal baik atau buruk. Di samping aku mencintai dirinya aku butuh dirinya, sesakit apapun aku akan bertahan dunia luar tak baik untuk ku Oma"


"Kenapa memangnya?"


Elina pun terdiam karena dirinya pun takut pada Bowo, jika dirinya akan di jadikan alat pemuas hasrat Bowo jika pergi dari rumah ini.


"Kenapa kamu sampai di gigit oleh suami mu, kenapa bisa kamu cerita kan" ucap Sari memandang wajah Elina.


"Karena... Karena aku tidak sengaja muntah di kepala Andra Oma. Aku sungguh tak sengaja melakukan itu pada Elina. Aku sadar aku salah dan aku tak bisa membela diri saat itu"kata Elina.

__ADS_1


"Lalu kenapa kamu betah untuk tetap bersama Andra di rumah ini"


"Sudah aku katakan Oma, hanya Andra tempat aku pulang"kata Elina.


"Memang di luar ada apa?"


"Dunia luar sangat kejam pada hidup ku, aku yang punya hutang pada orang lain berulang kali mendapati penyiksaan dan pelecehan yang terasa menyakitkan. Tak ada tempat untuk ku, di rumah mungkin terasa menyakitkan di luar pun lebih menyakitkan.. hidup ku tak ada pilihan selain menjalani semuanya" kata Elina yang langsung menangis tersedu sedu.


"Aku tak punya kekuatan untuk diriku sendiri, aku tak punya tempat untuk aku merasa nyaman. Aku tak punya siapapun" kata Elina menangis tersedu.


Dengan cepat Oma sari pun memeluk Elina yang tengah menangis.


Kini Oma sari percaya apa yang dikatakan oleh Mery memang benar Elina gadis miskin dan mungkin pernah menjadi simpanan pria lain. Tapi kenyataan yang sebenernya Elina mengalami penyiksaan dan pelecehan yang selalu ia rasakan. Dan semua yang Elina pernah alami bukan lah keinginannya dan bukan kemauannya.


"Obati lukamu, saya akan bantu untuk mengobati luka mu ya" kata Sari.


"Terimakasih"


Hingga saat itu Sari memberikan uang pada Elina untuk mengobati luka di dadanya untuk ke klinik atau rumah sakit.


Elina pun membawa dirinya dengan di antar supir.


Sesampainya di dokter Elina pun di obati dan sebenernya Elina malu berobat dengan apa yang ia alami seolah seperti pasangan yang suka dengan sekz menyimpang atau seperti orang Andra adalah seorang psikopat.


Namun Elina memberanikan diri untuk tetap ke klinik.


.


.


.


.


Yang ada saat itu adalah hanya Kanya dan Mery.


Kanya datang malam itu untuk menemui sang nenek yang sudah lama ia tak temui.


"Hallo Oma apa kabar?" Kata Kanya mencium pipi kiri dan kanan sang nenek.


"Baik, kamu sudah nikah ya. Maaf Oma gak datang soalnya Oma waktu itu"


"Ngapain Oma?"


"Tengokin teman Oma yang habis di tabrak lari. Kamu tahu lah Oma ini pelupa Oma pikir nikaham kamu 2 tahun lagi" kata Sari.


"Iya Oma santai aja, gak apa-apa yang penting doanya"


"Suami mu mana?"


"Kerja bareng papa"jawab Kanya.


Satya dan Hendrawan memang dalam perjalanan bisnisnya sehingga tak makan bersama di kala malam itu.


Hingga malam itu Sari tersadar jika Elina tak ada.


"Panggil Elina untuk makan di sini"


"Gak perlu Oma" kata Kanya.


"Kalau gitu Oma yang panggil"


Hingga saat itu sari memanggil Elina.

__ADS_1


Dan mata Kanya pun langsung melotot melihat Oma nya yang ternyata peduli pada wanita yang ia tak suka.


"Mama itu Oma kenapa bisa peduli pada Elina"


"Mama juga gak tahu padahal mama sudah menjelek-jelekkan Elina di depan dia loh" kata Mery.


"Aku gak mau Elina ambil hati Oma,. apalagi uang aku tahu Oma itu orang nya cuek dan galak malah panggil Elina kesini itu kan aneh ma" kata Kanya.


"Iya kamu tenang aja" sahut Mery.


Lalu sari pun menghampiri Elina yang berada di kamarnya.


Terlihat Elina yang saat itu sedang duduk sendiri melamun menatap luar melalui kaca jendela kamar.


"Makan dulu yuk" ajak Sari.


"Gak usah Oma, terimakasih" kata Elina.


"Kenapa gak mau"


"Gak Oma masih banyak yang bisa di makan, semua bisa dimakan"


"Kamu makan apa?"


"Nnti bi Dina datang membawa makanan"


"Kalau dia tidak datang"


"Aku bisa menahannya dengan cara minum air putih yang banyak atau menahan hingga keesokan harinya"


Sari pun menarik tangan Elina untuk makan bersama.


Lalu Elina pun yang ditarik itu tak bisa menolak dan akhirnya duduk.


"Makanlah" kata Sari.


Lalu kedua pasang mata pun menatap Elina kesal saat Elina datang di tengah mereka yaitu Mery dan Kanya.


Hingga saa itu elian pun hanya mengambil setengah centong nasi.


"Kenapa cuma ambil sedikit" kata Sari.


"Segini saja cukup aku biasa makan sedikit"sahut Elina.


Elina pun langsung mengambil makanan tanpa lauk dan langsung pergi.


"Kamu mau kemana?"


"Makan Oma"


"Makan dimana?"


"Dapur"


"Di sini saja"


"Gak Oma, permisi"


Elina pun langsung pergi meninggalkan meja makan..


Dan langsung pergi ke tempat lain dan hanya makan dengan nasi dan garam. Elina sadar dirinya hanya menumpang dan tak berani untuk mengambil lauk dan pauk kecuali Andra yang memang memberikannya.


Hingga saat itu Elina makan dengan lahap sekali walau pun hanya dengan garam saja.

__ADS_1


Sari mengerti dengan apa yang elina rasakan dan tak mengerti jika Elina takut mengambil dan memilih untuk tidak mengambil.


__ADS_2