
Jika semua kejadian yang dianggap Satya adalah dirinya dengan Kanya.
.
.
.
Beda hal yang kini Elina tengah alami saat ini di tengah rasa sakitnya karena sebuah rasa sakit yang kini tengah ia rasakan.
Bahkan saat itu Elina di larikan ke sebuah klinik 24 jam untuk mendapatkan perawatan yang kini tengah ia alami karena pemukulan yang di lakukan oleh Satya secara tak sadar saat itu dirinya sedang mabuk.
Selang infus saat itu terpasang, suasana tampak sepi.
Elina pun membuka mata perlahan dan melihat sekeliling dengan wajah yang tak baik-baik saja.
Hingga tangisan yang Elina luapkan dirinya itupun tak menyangka jika akan yang ia alami adalah sebuah hal yang paling tragis dan menyedihkan dan hal gila.
Elina tak menyangka jika dirinya sudah tak suci lagi.
Sungguh teramat menyedihkan...
Mata Elina terbuka perlahan.. bahkan sebuah kata maaf saja sebenarnya tak cukup menggantikan semua rasa sakit yang ada.
Hingga saat itu seroang pria datang menemui Elina tanper terduga melihat yang terbaring lemah dan tak berdaya dia adalah Hendrawan.
Kedua mata Elina kaget saat melihat Hendrawan di depan mata.
Hendrawan tahu cerita semuanya dan kejadian semua terjadi Kanya menceritakan, tapi bukan sebuah rasa iba dan pertanggung jawaban...
__ADS_1
Justru hal rumit dan menyedihkan, yaitu Kanya mau jika Elina dapat berdamai tanpa harus menuntut saat itu.
"Elina saya tahu apa yang kamu alami saat ini, bukan hal mudah dan pasti berat tapi apa yang menimpa mu saya turut prihatin dan saya ingin mengambil jalan tengah" kata Hendrawan yang menatap Elina penuh luka memar.
"Jalan tengah? apa maksudnya bagiamana?" Ucap Elina yang merasa bingung dengan suara lirih dan terlihat sangat lemah.
"Jadi kita ambil jalan tengah seperti ini, emmm... Anggap saja apa yang kamu alami tidak pernah terjadi" kata Hendrawan.
"Jelas itu tidak mungkin pak" kata Elina yang tak terasa air matanya terjatuh.
"Elina, Satya tak mungkin mau menikah mu" kata Hendrawan.
"Saya pun juga tidak minta untuk di nikahi saya hanya meminta keadilan pak" kata Elina dengan wajah sedihnya.
"Elina... ini jalan yang paling baik, saya juga tak mau kamu jadi perusak rumah tangga anakku hanya karena kamu baru ditiduri sekali saja"
"Pak saya pun tidak mau dinikahi oleh pria itu" kata Elina.
Deg...
kata Hendrawan yang begitu menyakitkan, membuat hati Elina semakin perih.
"Kamu pun tak jauh dengan wanita malam itu, bukan? Saya tahu kamu pernah menjadi pemuas Bowo kan" kata Hendrawan.
Elina pun semakin bergetar kesal dan juga perih dengan ucapan Hendrawan.
"Dari mana bapak tahu soal itu" kata Elina dengan suara yang bergetar.
"Jelas Bowo yang mengatakan sendiri, tidak jauh beda bukan dengan wanita malam yang biasa di jajakan, sekali saja murah dan mudah seharusnya untuk mu" kata Hendrawan.
__ADS_1
Seketika Elina menangis saat dirinya di samakan dengan wanita malam.
"Pak ini bukan soal sekali atau dua kali, tapi bagaimana keadaan itu lah yang merenggut kegadisan saya pak. Walaupun sekali tapi Satya sudah mengambil kehormatan saya satu-satunya, pahami saya dan saya pun masih punya harga diri mohon bapak jangan samakan saya dengan wanita malam" kata Elina.
Kalau saja kondisi Elina lebih baik mungkin Elina akan memukuli Hendrawan karena perkataan yang sangat lah menyakitkan.
"Elina, saya akan melunasi seluruh hutang mu dan yang kedua anak saya pun akan bertanggung jawab pada mu. Mau bagaimana pun kamu, saya akan menyuruh Andra menikahi mu. jadi bukannya cukup impas. Sejujurnya.. Saya tidak mau menantu saya di penjara hanya karena meniduri mu sekali saja"
"Sudah aku katakan ini bukan perihal sekali ini soal kegadisan saya yang sudah terenggut pak mohon pahami" kata Elina.
"Bukannya hutang mu cukup banyak, tawaran ini cukup menarik bukan. Dan saya akan katakan pada Andra untuk mengambil jalan tengah yakni menikah mu. Saya harap kamu mengerti, jalan yang ada saat ini adalah damai. Saya tidak mau menantu saya masuk penjara dan kedua saya juga tak mau kamu menjadi madu anakku" ucap Hendrawan.
Elina pun terdiam sejenak, tak berkata lagi hal tersulit dalam hidup adalah membiarkan orang jahat yang sudah membuatnya hancur tapi tak di beri hukuman setimpal adalah hal paling menyakitkan.
Hingga Hendrawan memberikan sebuah gambar diri Elina yang tanpa pakaian.
"Kamu mau gambar mu aman, kamu harus mengikuti permainan ku. Rahasiakan ini, saya tahu kartu mu pada pada gambar ini" kata Hendrawan.
Elina pun menangis...
"Saya tidak meminta kamu mencampuri urusan ku, tapi saya tidak menyangka jika dirimu menyimpan itu juga"
"Kamu tahu aku dan Bowo adalah best friend saat Bowo bilang dirinya kenal dengan mu aku yakin kamu punya hubungan yang lebih dari apa yang saya duga. Dan benar saja, dengan cepat aku meminta kelemahan mu dan ia memberikan. Bagaimana deal"
Elina pun menangis saat dirinya tak mendapatkan pembelaan sama sekali.
"Baiklah"ucap Elina merasa sakit. "Aku tidak akan menuntut"
"Baiklah itu paling bagus, lagi pula Andra akan saya suruh untuk menikahi mu. Dalam hal ini tak ada yang di rugi kan" kata Hendrawan pergi
__ADS_1
Hendrawan tak ingin Jika Satya menantu tajir melintir itu resepek pada Elina jika tahu malam pertama nya adalah bersama Elina. Demi harta Hendrawan rela melakukan hal licik pada Elina.