
Hingga saat itu.. malam harinya..
"Kamu tahu, Elina itu siapa?" Tanya Hendrawan kepada istrinya.
"Memang siapa? Dia pacar Andra kan" jawab Mery.
"Asal dirimu tahu dia adalah anak dari Febrian Pratama" kata Hendrawan.
"Bagaimana mungkin, kok bisa"
"Aku siang tadi kerumahnya untuk menagih hutang dan tahu jika itu adalah anak dari Febrian Pratama" jelas Hendrawan .
"Itu artinya dia memiliki hutang dengan keluarga kita" kata Mery.
"Betul keluarga mereka memiliki hutang dengan keluarga kita, hanya saja yang aku tahu saat ini sepertinya Elina sebatang kara" kata Hendrawan.
"Tidak bisa aku biarkan ini terjadi yang aku tahu keluarga Febrian itu sudah jatuh miskin, Andra tidak boleh menikah dengan wanita itu" kata Mery yang tak terima jika Elina menjadi calon menantunya.
"Ma, mama tahu kan Andra itu playboy papa yakin Andra tak sepenuhnya mencintai Elina. Mereka hanya pacaran saja belum tentu menikah" kata Hendrawan.
"Tapi pa, Andra sudah membicarakan tentang pernikahan mereka. Katanya dia mau menikah tahun depan setelah Kanya menikah pa" kata Mery.
"Itu kan kata dia, tapi papa tidak yakin Andra setia. Lihat saja kedepannya papa yakin Andra tak akan setia dengan Elina, dia pasti akan mencari wanita baru. Dan sekarang yang mama harus pikirkan adalah pernikahan Kanya yang sebentar lagi" kata Hendrawan.
"Ya aku harap begitu, mama berharap mereka putus pa" kata Mery.
"Ya kita lihat saja ma"
.
.
.
.
Elina sedikit bernapa lega soal dirinya yang masih diterima baik oleh Andra dengan segala kekurangan yang ada. Meski dalam hal ini Andra belum tahu tiga hal yang paling membuat hati Elina perih bila ingat.
Yang pertama adalah soal Elina yang pernah memuaskan Bowo, meski tak sampai berhubungan badan tapi tetap saja itu adalah suatu hal yang gila.
Yang kedua soal Elina yang memiliki seorang ayah yang pernah di pidana karena kasus pembunuhan.
Dan yang ketiga adalah masih tentang Bowo yang menyimpan foto bugil Elina yang bisa saja menjadi senjata untuk Elina bertekuk lutut.
Tapi semua yang harusnya di ceritakan Andra tak mau mendengar sama sekali.
Sebab bagi Andra, Andra sudah terlanjur cinta pada Elina dengan tulus.
.
.
.
Dua Minggu kemudian..
Elina yang sudah membuat perjanjian untuk merias pengantin pun tidak bisa di tolak begitu saja. Pasalnya janji tetaplah janji, kini saatnya Elina memepersiapkan diri untuk acara pernikahan calon adik iparnya yang bernama Kanya.
Elina pun mempersiapkan segala sesuatunya tanpa kekurangan sesuatu apapun. Karena Elina tahu bahwa Kanya adalah orang yang perfeksionis. Elina tidak ingin Kanya kecewa dengan hasil riasannya. Akad dimulai pukul 10.00 pagi tapi Elina sudah siap dari jam 06.00 pagi.
__ADS_1
Elina pun memake up Kanya di kamar.
Hingga beberapa saat Andra datang membawa bunga dengan sejuta senyuman untuk memberi semangat pada Elina yang duduk sedang merias wajah adiknya.
"Nih bunga buat kamu sayang" kata Andra.
"Kamu kemana aja sih mas, aku cari-cari juga" kata Elina yang merasa wajah adiknya.
"Maaf sayang ada tugas dari papa ku, biasa pastiin semua sudah di tata dan persiapan segala sesuatu nya" kata Andra yang tersenyum menatap Elina yang sedang merias pengantin.
"Elina, riasan make up kamu bagus banget cantik, adik aku yang mukanya jutek dan agak lebar pipinya jadi agak tirus" kata Andra tersenyum sambil meledek.
"Apa lu bilang barusan pipi gua tembem, heem ngajak ribut nih orang" kata Kanya yang tak terima.
"Eehhh mas Andra gak boleh ngomong gitu, adiknya mas emang cantik lagi" kata Elina yang terlihat sibuk dengan alis pengantin.
"Btw lu bilang Andra apaan? Mas? Mas... mas apa? Mas koki" kata Kanya.
"Iya kenapa, kita kan mau nikah juga wajar dong kalau panggilan nya lebih yang gimana gitu" kata Kanya.
"Ayangnya aku juga dipanggil mas ah.. mas Satya" kata Kanya.
Seketika Elina pun terdiam sejenak saat nama Satya di sebut, Satya yang pernah Elina anggap baik itu nyatanya sudah berubah sikap setelah tahu Elina adalah anak dari pembunuh papanya.
Elina pun hanya terdiam.
Hingga Andra kembali berbicara.
"Btw siapin mental ya Kanya! punya suami itu gak segampang lu updet status di sosmed. Gue yakin lu bakal ajak kaget sih karena ngurus diri sendiri aja gak becus. Apalagi ngurus suami" kata Andra meledek.
"Ya gak apa-apa daripada ngurus hidup orang mulu seperti mas Andra" kata Kanya.
.
.
Hingga saat itu riasan Elina pun sangat begitu cantik dan anggun membuat semakin cantik dan sedap dipandang mata.
Semua mata pun terpukau melihat Kanya yang berbeda sekali. Elina telah berhasil membuat Kanya tampil cantik di acara pernikahannya.
Hanya saja saat akad nikah Elina tak turut hadir Elina hanya duduk di belakang, Elina takut melihat wajah keluarga Satya. Pasalnya dalam hal ini Elina adalah anak dari pembunuh anggota keluarga mereka.
Bahkan saat Elina di ajak beralaman Elina lebih memilih menghindar dari mereka dan bersembunyi di balik layar.
"Sayang, kita salaman dengan pengantin yuk" kata Andra meminta.
"Oh udah tadi" kata Elina.
"Kapan kok aku gak lihat ya" tanya Andra.
"Ya mas udah" kata Elina lagi.
"Oia aku lupa bilang sama kamu, nanti acara selanjutnya aku gak ikut soalnya ada acara kantor yang gak bisa di lewat gitu aja ini ada clien penting banget soalnya"
"Acara apa? Nanti malam"
"Nanti malam mereka pesta loh di hotel bintang lima" jelas Andra.
Seketika Elina mematung tak tahu jika acaranya masih ada lagi sampai malam. Elina tidak yahu adalah bahwa acara masih ada hingga malam harinya di sebuah hotel bintang 5.
__ADS_1
Hingga akhir nya acara belum selesai Andra pergi meninggalkan acara tersebut.
"Elina kamu tahu bahwa nanti malam akan ada acara selanjutnya" kata kanya.
"Maaf tapi aku tidak bisa, kalau aku menolak bagaimana" ucap Kanya.
"Elina kamu tidak boleh menolak karena ini adalah tugas dan tanggung jawab kamu aku tidak mau dirias oleh siapapun kecuali kamu. Kamu sudah berjanji dan kamu harus menepatinya. Bahkan aku akan memberikan kamu uang lebih dari apa yang biasa kamu lakukan! bayarannya aku bayar dua kali lipat, jelas!" Kata Kanya.
"Emmm bagaimana ya..!!!" Kata Elina berfikir
"Pokoknya harus bisa" kata Kanya.
"Tapi aku tak mau bertemu dengan tamu"
"Terserah yang penting kamu harus mau"
"Baiklah" kata Elina pasrah.
Hingga malam pukul 9 diperintahkan oleh Kanya untuk menunggu di kamar hotel.
Saat itu Elina memang tak bertemu dengan Satya, hanya melihat secara jauh saja. Beruntung saat itu Satya tak terlalu menyadari semua bahwa Elina ikut dalam pesta di sana. Di samping Elina yang bersembunyi, Elina menggunakan masker dan kacamata gelap agar tak dikenali bahwasannya ada Elina.
Elina tak berani menunjukan muka dihadapan keluarga Satya. Karena bisa saja satya menggembar gembor siapa Elina sebenarnya.
"Elina ini acara dari keluarga pihak pria Kamu tunggu di kamar ini ya" kata Kanya memberikan perintah.
"Di kamar hotel ini " kata Kanya yang melihat kamar itu penuh kelopak bunga dan itu memang kamar pengantin.
"Iya kamu di sini hanya sampai acara selesai dan ingat ini adalah kamar pengantinku dengan mas Satya jangan kamu rusak kamar ini atau buat berantakan ya karena ini adalah malam pertamaku dengan mas Satya" kata Kanya.
"Adakah tempat lain selain kamar ini" kata Elina yang sungkan untuk di sana.
"Tidak ada, make up ku tidak mau sampai rusak bahkan saat malam pertama nanti aku mau kamu make up ulang wajah ku. Agar mas Satya semakin cinta. Aku suka sekali di make up oleh mu" kata Kanya.
Elina pun hanya mengangguk patuh
Hingga pada malam itu sebenernya Elina kesal pada Andra seolah tidak peduli dia malah lebih memilih pekerjaan kantornya yang katanya tidak boleh ditinggal begitu saja karena ada klien penting yang harus ia temui. Baginya pekerjaannya adalah segalanya Bahkan dia tidak peduli soal adiknya yang sedang menikah pada hari ini. Elina terasa bosan menunggu Kanya yang tak mau di tinggal karena merasa membayar uang lebih.
Hingga mata Kanya yang terasa berat tanpa terasa merebahkan diri di atas kasur pengantin yang niat nya hanya tiduran saja lalu tak terasa pulas.
Sementara itu..
Acara pesta yang dilakukan malam hari di hotel mewah itu pun berlangsung sangat meriah dihadiri tamu penting.
tapi...
saat di tengah acara panggilan masuk untuk Kanya yang sedang sibuk menyambut tamu hadir, Kanya pun hanya menutup telepon itu.
Lalu sebuah pesan masuk dan siapa sangka pesan itu adalah dari pacar gelap Kanya yang tidak terima dengan pernikahan Kanya.
'segera temui aku atau aku akan mengacaukan acara mu'
Tulis pesan pria itu dengan ancaman
Kanya pun takut rahasianya terbongkar karena pria gelapnya itu sudah pernah tidur dengannya.
Akhirnya dengan terpaksa Kanya pergi secara diam diam tanpa memberika karena takut acara pernikahannya dikacaukan oleh kekasih gelapnya.
Kanya yang ijin ke toilet itu pun pergi dari acara.
__ADS_1
Sementara itu Satya tak mengira jika Kanya pergi.