
Selama itu Andra pun mengunci pintu kamarnya rapat-rapat lalu melihat Elina yang tengah mandi di kamar mandi, dengan cepat Andra langsung mendekati Elina dan dengan cepat pula Andra memainkan perannya lagi yakni becinta di atas shower dengan air yang gemiricik dari atas hingga bawah.
Desaan demi desaan keduanya tampak menikmati, Elina yang awalnya menolak itu pun lantas menerima karena Andra pasti akan menghajar Elina jika menolak keinginan bercintanya itu.
Sambil berdiri mereka pun bericnta di dalam kamar mandi, dan di saksikan juga oleh ayah mertua mereka melalui kamera, otak Hendrawan pun langsung melihat dan langsung terangsang pada Elina yang sedang bercinta.
Selesai bercinta pun Andra langsung membersihkan bersama Elina di tengah guyuran air yang terasa hangat.
"Elina... Aku tidak mau kamu selingkuh dengan Satya atau pun dosen mu itu" kata Andra.
"Aku mencintai mu" kata Elina menatap Andra.
Dan Andra pun langsung memasukkan lidah ke dalam mulut Elina dan kini mereka pun kembali berciuman di kamar mandi.
"Jika benar kamu mencintai ku, aku minta satu pada mu" kata Andra lagi menatap wajah Elina.
"Apa?"
"Gugurkan kandungan mu"jelas Andra dengan lantang.
__ADS_1
"Andra kenapa kamu katakan itu" ucap Elina yang kaget dengan ucapan Andra.
"Itu anak Satya bukan, bukan anakku untuk apa kamu mempertahankan anak yang bukan darah daging suami mu" kata Andra menatap tajam Elina.
"Apa? Aku tak akan membiarkan siapapun menggugurkan kandungan ini sekalipun dia adalah orang yang paling berarti dalam hidup ku Andra. Dia anak ku darah daging ku" kata Elina penuh penekanan.
"Tapi dia bukan anak ku!" Terang Andra lantang.
"Tapi dia anakku, aku tak bisa melakukan itu!''jelas Elina.
"Elina, jadi ini jawaban dari cinta mu, kamu mempertahankan anak ini karena kamu cinta dengan Satya kan sehingga kamu enggan untuk melakukan ini kan, iya kan?"
"Aku berani bersumpah demi apapun, aku tidak pernah mencintai Satya. Aku tidak pernah, sekalipun bayi uang ku kandung adalah orang yang paling aku benci aku tidak akan menggugurkan kandungan ku ini" kata Elina yang terlihat emosi.
"Aku akan bekerja demi anak ku, tidak akan meminta sepeserpun uang anak yang ku kandung. Kamu boleh pegang kata-kata ku!!!!" Kata Elina.
"Sebegitu nya kamu mencintai Satya hingga anak haram ini kamu tetap mempertahankannya" kata Andra.
Hingga tangan Elina tanpa sadar menampar Andra.
__ADS_1
Plaaaaakkkk....
"Tidak ada anak yang terlahir di dunia ini adalah anak haram, anakku bukan anak haram" kata Elina.
"Beraninya kamu menampar ku! Apa namanya bukan anak haram, jika yang dilahirkan tanpa ikatan pernikahan!" Kata Andra yang mendorong Elina.
Tidak cukup kuat Andra mendorong namun berhasil membuat Elina terjatuh, beruntung kondisi elina masih baik-baik saja. Saat terjatuh Elina mampu menahan tubuhnya dengan tangan agar tak langsung jatuh ke lantai.
"Dasar wanita keras kepala!!!! Terserah jika kamu tidak mau menggugurkan kandungan mu ini, tapi jangan harap setelah anak ini lahir aku anggap! Tak akan bisa Elina tak akan bisa. Anak yang kamu kandung hanya beban dan benih terlarang!" Jelas Andra.
"Kalau begitu biarkan aku pergi bersama anak itu"
"Aku tetap inginkanmu, walau aku membenci mu dan anak mu!!!! Jangan pernah melangkah kaki mu dari tempat ini jika tidak ingin aku bunuh"jelas Andra.
Andra pun pergi meninggalkan Elina di kamar mandi setelah bercinta.
Elina berusaha tegar dengan ucapan Andra meski membuat perasaan elina sedih.
Hendrawan melihat Elina saat itu bertengkar dengan Andra pada cctv yang ia pasang tapi Hendrawan tidak tahu apa yang mereka ributkan. Hanya video saja yang Hendrawan lihat di antara pertengkaran keduanya.
__ADS_1
Saat itu Elina pun hanya mengehela napas berat dengan perasaan sedih.
Elina sadar diri posisinya hanya siapa hingga mudah bagi andra mengatakan hal yang di rasa cukup membuat batin Elina teriris.