Malam Pengantin Mu

Malam Pengantin Mu
Luar biasa


__ADS_3

Hingga saat itu ....


Elina tak langsung di bawa pulang oleh Andra setelah pengobatan itu, Elina di bawa ke apartemen milik Andra agar tidak banyak pertanyaan dengan kondisi Elina saat itu.


Kaki Elina pun harus di perban di ikat kayu dan berjalan dengan tongkat agar dirinya tetap bisa berjalan.


Elina sepanjang jalan hanya terdiam tak banyak bicara bahkan hingga saat itu handphone Elina Andra pegang agar diri Elina tak bisa menghubungi siapapun.


Handphone Elina pun di matikan agar tidak ada telepon masuk. Kini Satya ataupun Edward tak bisa menghubungi Elina untuk tahu kondisi Elina.


Elina masih terlihat shock dengan dirinya, Elina masih terdiam dan tak bergeming masih merasa sakit yang tengah ia rasakan.


Dirinya tak tahu harus bagaimana, ada perasaan sakit yang terasa membuat Elina lupa bagaimana cara mencintai Andra lagi.


Andra bukan lagi yang Elina kenal dulu.


Elina pun duduk sambil melamun di depan tv yang menyala meski di depan mata tapi tak Elina tonton.


Andra mendekati Elina agar Elina mau makan, karena setelah kejadian itu Elina kehilangan selera makannya.


"Makan dulu, kamu tahu kalau kamu mati yang di salahkan siapa kalau bukan aku. Makanlah jangan manja, aku benci dengan wanita manja seperti mu" jelas Andra pada Elina.


Hingga Elina pun perlahan lahan mengambil sesuap demi suap makan meski dalam hal ini Elina masih enggan untuk makan.


Elina masih membenci Andra.


Rasa sakit bukan hanya di dalam dada tapi rasa sakit sangat mendera di tubuh Elina terasa begitu memilukan.


Hingga handphone Elina yang ada di tas pun Andra taruh di dekat tv, lalu Elina melihat handphone nya dan melihat banyak pesan masuk dan salah satu nya dari Edward.


Edward mengungkapkan rasa bersalahnya dan mengatakan kata maaf berulang kali melalui pesan singkat karena mengajak Elina ke pesta malam.


.


.


.


.


Setelah kejadian Edward tak hentinya merasakan rasa bersalah yang sangat dalam pada Elina, tak seharusnya Edward mengajak Elina dengan dalih datang ke pesta, hanya demi jalan berdua lalu mendapat kan nilai tambahan..


Terlalu jahat .


Sungguh bodoh ..


bahkan hingga saat ini sudah dua hari Elina tak datang kuliah apa yang sebenernya terjadi.


Rasa bersalah kini semakin berkecamuk di dalam diri Edward rasanya ia ingin memukul dirinya sendiri. Dan tak ingin hal buruk terjadi menimpa Elina.

__ADS_1


Edward pun berulang kali mencoba menelpon dan memberikan pesan singkat tapi masih belum ada respon dari Elina dirinya terasa kacau, handphone Edward masih ia genggam dan tak ia lepas sebelum ia benar-benar melihat pesan atau jawaban dari Elina.


Dan lihat lah apa yang terjadi pada Elina, Edward apa yang terjadi dengan Elina sungguh diluar dugaan, kamu terlalu egois Edward pada mahasiswi polos seperti Elina. Padahal kamu tak seharusnya menjual nilai pada Elina demi bisa jalan berdua, padahal kamu sudah tahu Edward bahwa Elina sudah menikah buat apa kamu seolah lupa dan tak peduli dengan status dirinya, bahkan saat setelah kejadian itu Elina tak muncul lagi. Dan semua hal yang telah terjadi harus Elina yang terima konsekuensinya padahal yang seharusnya terima adalah aku.... Aku, Edward yang paling salah dalam hal ini, batin Edward merutuki diirinya sendiri.


Cling..


Cling...


Suara pesan masuk di handphone Edward.


Hingga sebuah pesan masuk dari Elina, dan ternyata yang berisi.


Pak saya mohon bapak jangan beri pesan dan telepon lagi, mohon pengertiannya terimakasih. Ucap Elina dalam pesan singkat yang di kirim.


Ucapan Elina yang terasa singkat namun seolah kata yang artinya tidak ingin jika Elina di ganggu membuat Edward membulat mata.


Hingga saat itu Edward mengenggem erat handphone nya dengan perasaan kesal.


Elina bagaimana keadaan mu, aapkah kamu baik-baik saja katakan di mana kamu, katakan. Ucap Edward didalam pesan singkat. Tapi Elina tak membalas.


Bahkan beberapa kali Edward mencoba menelpon Elina tapi masih tak kunjung tak ada jawaban.


Hingga akhirnya ada informasi masuk mengatakan jika Elina sudah keluar dari tempatnya kuliahnya.


Elina sudah membuat pengundangan diri yang di kirim melalui post, Edward semakin merasa sedih bahkan tak percaya dengan semua yang terjadi menimpa Elina.


Edward pun merasa batin terasa perih di saat orang yang ia cintai ternyata telah pergi dan sudah tak kampus lagi.


Elina, itu tandanya aku tak bisa lihat lagi senyum mu yang manis. Aku tak bisa pandang lagi kamu dari kejauhan, Elina sungguh


aku mencintaimu, aku hanya ingin berjalan berdua saja dengan mu tak lebih pada malam itu kenapa ini yang harus aku dapatkan, kenapa? Kenapa Elina? Batin Edward.


.


.


Hingga saat siang itu Andra melihat Elina yang sedang memang handphone milik Elina.


"Berikan handphone mu pada ku, aku tidak mau kamu berkomunikasi dengan siapapun" kata Andra menarik handphone milik Elina dengan kasar dan menaruhnya di lemari lalu ia kunci lemari miliknya.


"Elina kamu adalah istriku dan hidup mu ada di tangan ku" kata Andra.


Elina masih tampak terdiam dengan tatapan kosong menatap tv yang menyala tapi tak ia tonton.


Hingga Andra mendekati Elina.


Meskipun Andra kesal pada Elina tapi sebetulnya Andra tak tahan melihat Elina yang terlihat duduk dengan paha seksi dan mulusnya.


Hingga bibir Elina yang di rasa sangat menggoda itu membuat Andra ingin menikmati betapa lembutnya bibir dari Elina.

__ADS_1


Tangan Andra pun memegang wajah Elina dan siap melahap bibir Elina.


Elina pun menjauh dari Andra.


"Apa yang kamu inginkan lakukan" kata Elina.


"Aku ini masih suami mu, aku berhak untuk menikmati setiap apa yang ada di tubuh mu"kata Andra.


"Aku tidak suka menjauhlah dari ku"


"Elina, kamu tidak boleh menolak kewajiban mu sebagai istri, atau aku akan menghajar mu" ucap Andra dengan nada mengancam.


Hingga saat itu Elina pun tak mampu banyak berbuat saat diri Andra mengancam akan menghajar dirinya.


Dan saat itu Andra pun mulai dengan aksinya, yaitu mencium dan melahap bibir Elina.


Meskipun Andra telah sangat brrutal dan kasar pada Elina meghajar Elina tapi dalam diri Andra tak pernah bisa tahan dengan tubuh Elina yang sayang bila tidak di nikmati.


"Aaahhh Elina"


Ciuman lembut itu pun terus Andra berikan pada Elina, bahkan kini Andra seolah siap memberikan rangsangan demi rangsangan yang Andra berikan pada Elina.


Put-ing Elina yang telah sembuh di gigit Andra pun kini sudah normal. Dan Andra dengan cepat memainkan benda kembar itu dengan lahap.


Tidak peduli saat itu di meja tv, Andra langsung membuka seluruh pakaian Elina dengan cepat.


Lalu menatap tubuh Elina yang sudah tak memakai apapun membuat Andra naik.


Hingga saat itu dengan cepat Andra membenamkan benda panjang dan kekar itu kedalam bagian paling dalam Elina.


"Aaarrhh pelan-pelan Andra aku sakit"kata Elina.


"Tak apa-apa Elina tubuh mu sangat nikmat"


Andra dengan perkasa meniduri Elina tanpa peduli Elina kesakitan atau pun tidak baginya dirinya harus puas dengan tubuh Elina.


Namun di balik itu di balik tembok terlihat mertua Elina, yakni Hendrawan yang sedang bersembunyi dan mengintip Elina dan Andra yang sedang bercinta.


Hendrawan yang datang hanya untuk mengambil mobil yang Andra pinjam harus mendapati dirinya melihat putranya sedang bercinta dengan menantunya.


Seolah menjadi kesempatan emas melihat tubuh Elina, Hendrawan mengintip..


Karena ia juga tak tahan, Hendrawan pun bermain solo sambil mengintip.


"Sungguh luar biasa tubuh mu Elina, pantas saja Andra ketagihan merasakan tubuh Elina. Aku pun sungguh tak tahan melihat tubuh menantu ku sendiri, Elina kamu sangat menggoda. Pantas saja Andra masih mau menerima mu meksipun kamu tak gadis lagi dan hamil anak dari Satya. Sungguh luar biasa" kata Hendrawan.


Saat itu Andra memang lupa mengunci apartemen miliknya hingga datang Hendrawan yang justru datang malah mengintip.


Stelah selesai dan puas Hendrawan, agar tidak dicurigai Hendrawan tidak jadi mengambil mobilnya dan langsung pulang.

__ADS_1


__ADS_2