Malam Pengantin Mu

Malam Pengantin Mu
Berangkat bersama Edward


__ADS_3

Yang benar saja aku harus menemani pak Edward untuk ikut acara sebuah pesta sebagai alat pertambahan nilai, bodoh sekali pak Edward ini kenapa mau mengajak wanita seperti ku padahal diluaran sana wanita yang lebih cantik banyak kenapa harus aku, batin Elina menatap Edward.


"Kenapa tatap saya seperti itu apakah kurang jelas kalau aku mau kamu ikut sebagai nilai plus nilai kamu yang jelek" jelas Edward.


"Pak di dunia ini cewek cantik banyak kenapa harus saya" kata Elina.


"Saya tahu di dunia ini cewek cantik banyak tapi cewek paling jelek nilai nya itu kamu, jadi saya bantu kamu"


"Sekaligus bantu bapak biar punya gandengan"


"Ya anggapan seperti itu"kata Edward.


"Emang bapak gak malu, saya yang jadi teman bapak" kata Elina.


"Elina ingat ini bukan sebuah kencan bukanlah sebuah kencan jadi buat apa saya malu, saya cuma iseng saja datang dan hadir sendiri. Ya .. kehadiran kamu cuma buat teman saja tidak lebih, paham. Sekarang cepat kamu pergi dari ruangan saya saya gak butuh banyak alasan kamu untuk menolak"kata Edward.


Elina pun pergi dengan langkah kakinya, Elina tak menyangka jika Edward adalah seorang yang jomblo serta kesepian hingga untuk ke acara pesta saja butuh mahasiswinya untuk menemani dirnya.


Ngapain dia ajak aku kalau memang tak bisa datang ya bilang saja tidak bisa, tapi gak apa-apa deh kan disana banyak makanan hitung-hitung dapat nilai tambahan terus dapat makanan banyak juga, ah kebetulan sekali Andra juga tak mau mengajak ku ke pesta, tapi apa jangan-jangan ini undangan acara yang Oma sari bilang ya, walaupun acara sama tapi aku tak peduli dan tetap harus bilang pada Andra soal ini, karena bagaimana pun ijin suami adalah nomer satu, batin Elina.


Uangnya pun hanya cukup untuk naik angkutan umum saja, hingga saat itu Elina tak makan apapun saat di kampus.


Elina pun cukup sabar saat itu.


Hingga Edward menyadari jika Elina tak memiliki uang untuk membeli makan siang kala itu.


"Ini" kata andra tiba-tiba muncul memberikan sebuah nasi dan lauk yang ia beli di sebuah restoran.


"Apa ini pak" tanya Elina.


"Untuk mu"


"Serius pak" kata Elina lagi.


"Iya makanlah"


Elina pun terdiam sembari tersenyum.


"Kenapa diam, kamu gak percaya sama saya. Kamu takut itu saya taruh racun" kata Edward lagi.


"Oh bukan begitu baiklah terimakasih pak" kata Elina.


Elina pun tesenyum, menerima makanan dari pak Edward. Elina merasa hanya Edward yang baik untuk saat ini walau dirinya cukup membuat kesal kadang.


.


.


.


Hingga saat itu, Elina pun pulang kuliah dengan naik angkutan umum. Uangnya hanya cukup untuk naik angkutan umum saja, itu pun setelah naik angkotan umum Elina harus berjalan kaki lagi dengan jarak yang lumayan.


Sesampainya di rumah Elina pun langsung meminum air putih yang banyak, Karana cuaca saat itu lumayan panas.


Hingga Elina melihat Andra.


"Andra aku ingin bicara pada mu" kata Elina.


"Ini soal tugas dari kampus masa aku di suruh temenin dosen aku ke pesta, menurut mu aku harus ikut atau bagaimana?" Kata Elina.


Andra pun tak peduli pada Elina sama sekali bahkan dirinya sibuk menelpon orang lain yang entah siapa saat itu.


"Andra apakah kamu mendengar ku bicara" kata Elina lagi.

__ADS_1


"Kamu tidak tahu aku sedang sibuk dengan telepon ku saat ini"


"Andra tapi paling tidak dengarkan aku dulu, aku ada tugas untuk datang ke sebuah pesta dan itu adalah tugas dari dosen ku, apakah aku boleh ikut"


"Terserah!!!" Jawab Andra ketus.


"Terserah itu apa?"


"Terserah itu artinya bebas"


"Tapi? Kamu yakin"tanya Elina.


"Elina!!!!! Kamu tidak punya kuping ya jika terserah itu artinya apa, aku tidak peduli kamu mau ikut atau tidak, dan aku tidak peduli mau dosen mu yang menyuruh mu atau tidak, semuanya tidak ada urusan dan yang lebih penting daripada menjawab pertanyaan mu" kata Andra.


Seketika Elina pun tersadar jika Andra selama ini memang tak pernah peduli pada Elina sekalipun Elina adalah istrinya.


Hingga....


Saat lusa kemudian...


Waktu dimana Elina datang ke sebuah pesta yang akan Elina datangi bersama Edward.


Elina yang merasa sudah dapat ijin dari Andra pun akhirnya pergi dengan Edward.


Namun kali ini Elina hanya pakai kaus dengan gaun yang ia simpan di tas nya.


Elina pun di tunggu Edward di depan sebuah gang lain, hingga saat itu Edward begitu terlihat tampan dan rapi dengan jas yang ia pakai.


"Bapak?, Bapak wahh keren sekali" kata Elina.


Elina aku pastikan ini adalah aku di mana yang aku paling tampan, aku sangat ingin kamu melihat lu dengan perasaan mu, meski telat tapi aku ingin sekali berdua dengan mu di moment ini, batin Andra.


Hingga pandangan Edward tak bisa lepas sedikit pun dengan wajah Elina yang cantik.


"Bapak jangan melamun ya nanti Kesambet" kata Elina.


Hingga saat itu Elina di bawa kesalon oleh Edward.


"Kamu sudah bawa gaunnya"


"Sudah bekas sih dari Bi Dina tapi masih bagus kok nih hehehe" jawab Elina.


"Bahagia banget wajah kamu hari ini"


"Bahagia dong kan nanti banyak makanan disana, kita akan makan yang banyak dan enak-enak"kata Elina.


"Tenang itu sih pasti kok, Ya walau pun ngajak mahasiswi yang malu-maluin seperti kamu tukang makan tapi masih gak apa-apa. Daripada ajak cowok yang nantinya saya di kira jeruk makan jeruk"kata Edward.


"Emang bapak mau ajak siapa?"


"Supir"


"Heeemmmmm capek deh pak. Lagian cewek banyak pak kenapa gak pilih satu aja sih"kata Elina.


"Gak ah belum nemuin yang pas"


"Terus yang pas menurut bapak seperti apa?"kata Elina.


Hingga Edward pun terdiam yang selama ini tengah Edward rasakan adalah menyukai Elina.


Elina sebenernya wanita yang paling pas untuk ku itu kamu, itu kamu.. hanya saja aku terlalu gengsi untuk katakan itu, sungguh gengsi.. padahal jika di pikir lebih dulu cuma kamu lah yang ada di pikiran ku Elina, batin Edward


Hingga Elina yang di make up di salon, pun akhirnya selesai dan kini memakai gaun yang ia dapatkan dari Bi Dina.

__ADS_1


Saat selesai.


Mata Edward pun tak bisa lepas menatap Elina dan tak menyangka jika Elina sangatlah cantik.


"Kamu sangat cantik, apakah aku tidak salah lihat" kata Edward.


"Ya ampun pak makasih loh" kata Elina.


"Sebenernya bapak tidak perlu bawa aku ke salon segala aku bisa kok make up sendiri aku kan sebenernya make up artis pak"jelas Elina.


"Loh kenapa kamu tidak bilang dari awal"


"Sengaja biar ngerepotin bapak"


"Kamu ini" kata Edward.


Seketika Elina tesenyum..


"Maaf ya pak" kata Elina.


Saat Elina tesenyum membuat hati Edward semakin berdebar.


Haduh, sabar Edward sabar pastikan kuatkan jantung mu saat melihat Elina yang sangat cantik dan senyum di depan mu batin Edward mengatur napas saat melihat Elina.


"Elina aku yakin saat di pesta nanti kamu lah yang paling cantik, di banding tamu lain" kata Edward.


"Bapak bisa aja" kata Elina.


Lalu saat Elina sudah siap dengan tampilan cantik dan anggun oyu Edward semakin enggan untuk melepas pandangan wajahnya dari wajah Elina.


Saat Elina ingin naik mobil milik Edward dengan cepat membukakan pintu untuk Elina.


Sangatlah romantis...


Gaun yang menjuntai yang mampu memperlihatkatkan betapa cantiknya Elina.


Seketika tangan Edward gemetar merasakan rasa yang ada pada diri, tak pernah sekalipun Edward grogi dan berdegup kencang pada wanita yang saat ini menjadi mahasiswinya.


Saat Edward memakaikan sabuk pengaman pada Elina, mata Edward saling bertemu dengan mata Elina.


Edward terasa gemas sekali saat melihat Elina sangat dekat dengan wajah Edward.


Apalagi saat melihat bibir dari wanita itu.


Semakin Edward tak fokus dan menarik napasnya dalam.


"Aku bisa sendiri pak, minggirlah" kata Elina yang langsung memakai sabuk pengaman.


"Oh baiklah"


"Apakah kamu sudah makan?"


"Belum, tapi sengaja belum biar bisa banyak mengahabiskan makanan di sana hehehe" kata Elina.


"Apakah kamu tidak malu sudah cantik seperti ini, ambil makanan sebanyak-banyaknya nanti akan banyak pasang mata melihat kamu..tolong jaga nama baik ku yang sudah mengajak mu ke tempat sana.. ambilah seperlunya"kata Edward.


"Gak bisa begitu pak lalu gunanya saya ikut bapak apa, kalau cuma ambil sedikit"


"Oh mau melawan perintah dari saya, saya akan kasih nilai kamu sedikit saja. Ya sedikit saja, tambahan nilainya cuma sedikit"


"Dih bapak kenapa harus mengancam saya dengan nilai. Iya, iya aku ambil seperlunya demi menjaga nama baik bapak. Yaaah udahlah udah takdir saya punya dosen yang gak asik gini"


Edward pun tersenyum mendengar ucapan Elina di rasa menyebalkan tapi juga menggemakan.

__ADS_1


Edward sengaja ingin mengajak Elina makan malam lagi, setelah ini. Jadi Elina yang belum puas dan kenyang makan, bisa menjadi alasan untuk Edward.


Elina kamu tenang saja ya, nanti setelah ini saat kamu yang masih lapar aku masih bisa mengajak mu makan malam di restoran lain, Elina malam ini adalah malam paling spesial untuk ku karena dapat bersama dirimu, batin Edward yang tesenyum.


__ADS_2