Malam Pengantin Mu

Malam Pengantin Mu
Setelah kejadian


__ADS_3

Malam yang panjang itu dilakukan Satya dengan cara memukuli Elina beberapa kali hingga Elina nyaris pingsan saat itu, pingsannya Elina pun tak mengehentikan Satya untuk tidak menahan hasratnya gerakan maju mundur untuk menuntaskan hasrat pria pada lubang yang dirasa sempit itu dilakukan, dan menerobos pertahanan yang masih perawan ini kini terenggut.


Bahkan diulang ulang gerakan yang sama yaitu memasukan Juniornya, membuat Elina merasakan betapa perihnya malam pertama itu. Meski Elina nyaris pingsan Elina masih sadar dirinya di gagahi oleh pria itu. Tapi berbeda dengan Satya yang melakukan tanpa sadar dan di bayangan pikirannya saat ini adalah Nadine pacarnya yang lebih memilih pria lain untuk di nikahi.


Air mata deras dan hati termata perih membuat Elina tak kuat bangun. Bukan hanya trauma saat itu yang Elina rasakan melainkan wajah Elina yang memar membuat Elina tak percaya dengan apa yang ia alami.


Hingga saat itu darah kegadisan Elina sudah meninggalkan noda merah di sprei.


.


.


.


Sementara itu Kanya yang di paksa untuk melayani sang kekasih gelap merasakan hal yang sama seperti Elina, hanya keadaan berbeda.


Hingga saat itu Kanya di pukuli oleh Tomi karena dianggap menghianatinya, tapi Kanya masih bisa kuat bertahan karena Kanya melawan.


"Sekali lagi saja kamu memukul ku lagi, aku benar-benar meminta putus dari mu" kata Kanya.


Sebuah kata-kata yang tak ingin Tomi dengar.


"Aku tidak mau kamu meninggalkan ku"


"Aku tidak akan meninggalkan mu, kita tetap menjadi pasangan kekasih. Kamu tahu Satya adalah pria kaya raya, kita tetap bersama meskipun kita tak menikah" kata Kanya.


Hingga akhirnya Tomi pun memegang wajah Kanya.


"Wajah mu memar maafkan aku" kata Tomi.


"Iya ini karena mu" kata Kanya.

__ADS_1


"Kamu harus jaga rahasia ini, bahwa kita memiliki hubungan kita pun akan bersama selama kamu masih menjaga rahasia" kata Kanya.


Tomi pun mengiyakan karena ia masihlah mencintai Kanya


Hingga saat itu ..


Kanya pun kembali ke hotel dengan wajah yang di pukul, tapi pukulan Kanya tidak lah terlalu parah jika di banding Elina hingga sebuah pintu hotel itu Kanya buka karena Elina juga memiliki kunci hotel itu.


Kanya pun membuka pintu dan menyalakan lampu.


Klik...


Namun siapa sangka...


Betapa terkejutnya Kanya melihat seorang wanita dengan kondisi begitu memperihatinkan, dengan wajah penuh luka pukul tanpa mengenakan apapun.


Hingga dirinya menyadari jika itu adalah Elina.


"Elina...!" Kata Kanya kaget.


Sementara..


Elina terlihat seperti orang yang k.o setelah bermain tinju.


Hingga saat itu Kanya pun mendekati Satya lebih dekat, Kanya mencium aroma alkohol yang kuat.


Dengan cepat Kanya pun menelepon seseorang untuk menarik Elina dari kasurnya. Elina di bawa pergi dari tempat itu dalam keadaan yang masih terlihat memprihatinkan.


Hingga saat itu ...


Elina pun tidur di samping Satya, ya di samping Satya.

__ADS_1


Pagi hari....


Hingga Satya membuka mata dan menyadari saat malam itu ia meniduri seorang wanita. Tapi siapa?


"Tadi malam aku mendiru siapa, aku merasa jika tadi malam aku meniduri seorang wanita" kata Satya


Hingga seorang wanita yang tidak lain tidak bukan adalah itu Kanya. Sedang memeluk dari samping dengan erat.


Satya pun melihat ke arah Kanya.


"Kanya?" Kata Satya terlihat bingung.


"Kamu sudah bangun" kata Kanya.


"Semalam aku mabuk berat, apakah semalam engkau yang aku tiduri?"kata Satya yang meremas kepalanya.


"Iya itu diriku"kata Kanya.


"Aku tak menyangka jika itu dirimu, aku teringat wanita lain"kata Satya


Seketika Satya melihat kembali sprei yang meninggalkan noda merah bercak darah keperawanan saat itu.


"Kamu masih gadis Kanya" kata Satya.


Kanya pun mengangguk walau ia tahu darah itu adalah milik Elina.


Seketika Satya memeluk Kanya kuat dan merasa bersalah.


"Aku akan belajar mencintai mu, aku akan belajar mencintai mu. Aku akan berusaha melupakan mantan ku. Aku tak menyangka dirimu masih gadis, wajah mu memar itu karena ku kasar pada mu Kanya. Aku beruntung memiliki mu, ternyata kamu masih gadis. Tak sepatutnya aku lakukan hal buruk pada mu"


Kanya pun mengangguk dan tersenyum miring.

__ADS_1


Ada untung juga Elina tidur di kasur ku ini, hingga tanpa sadar ia menggantikan malam pertama ku, kalau saja Satya tahu kalau sebenernya aku sudah tak gadis lagi pasti ia akan sangat kecewa.. terimakasih Elina kamu menggantikan malam pertama ku hingga aku tidak di curigai sedikit pun oleh Satya. Hahhaha peran pengganti yang bisa ku andalkan!! Kini tinggal Elina yang aku singkirkan agar dapat menutup mulut rapat soal kejadian ini batin Elina.


Satya tak tahu sama sekali jika Elina yang semalaman tidur dengannya, dan Elina juga lah yang sudah ia renggut kegadisannya.


__ADS_2