
Saat itu Kanya pun bersiap diri dengan pakaian yang terlihat elegan dan sebatang rokok di tangan membawa sebuah mobil yang saat itu ia kendarai sebuah ferari keluaran terbaru dengan melaju cepat, yang ia dapatkan dari Satya dimana memang itu adalah sebuah mahar pernikahan, Kanya dengan wajah sombong membawa mobil yang di rasa membuat dirinya semakin berkelas saja dan terlihat semakin kaya raya.
Kanya yang gila harta dan hormat itu datang kemana lagi kalau bukan ke tempat Bowo, yaitu pria yang saat ini punya urusan dengan Elina soal hutang milyaran yang belum terbayarkan.
Elina datang dan sudah terlihat Bowo yang menunggu di sana.
"Ku rasa kita bisa menjamin kerja sama yang baik bukan. Dalam menyingkirkan wanita tengik itu"
"Maksudnya"
"Aku tahu kamu pernah memanfaatkan wanita yang bernama Elina, bukti foto Elina yang tak berpakaian itu adalah bukti bahwa ada sesuatu yang tak biasa bukan. Saat ini dia adalah suatu yang harus aku waspadai, jika tidak berada di tangan Andra pastikan bahwa dia akan tetap berada di tangan mu. Karena aku tak mau jika Satya menyukainya apalagi sampai jatuh ke pelukan wanita itu" kata Kanya yang datang dengan senyum sinisnya.
"Tentu, tak akan aku biarkan Elina jatuh ke pada Satya itu kan kerja samanya.. dan aku sudah memberikan foto tanpa busana Elina kamu bisa pakai ini untuk senjata dirinya saat dirinya melawan, bahkan saat ini papa mu juga memakai foto itu"kata Bowo.
Saat itu Bowo memang menjual foto Kanya yang tanpa busana teramat Vulgar untuk kepentingan pribadi yang ia jual pada Hendrawan.
"Baiklah, deal, aku permisi"
__ADS_1
"Mau kemana?"
"Memberi pelajaran pada wanita itu.
Hingga saat itu Kanya pun melajukan mobil nya beranjak pergi untuk meninggalkan rumah Bowo kamu kini datang ke rumah Elina, apalagi kalau bukan memeberikan pelajaran pada wanita yang ia rasa meresahkan itu.
Sebelum Elina datang, Elina sudah memastikan jika di rumah itu tak ada Andra. Jadi leluasa bagi Kanya untuk memberikan pelajaran pada Elina.
Dan tentunya Elina tidak datang sendirian, bersama orang yang akan membantu Kanya dalam hal ini.
Dugh..
Dugh...
Dugh...
Suara itu terdengar terasa sangat kuat membuat Elina ketar ketir bahwa akan ada penagih hutang lagi yang datang.
__ADS_1
Sungguh Elina tak sanggup jika itu adalah Bowo yang datang, Elina takut jika dirinya harus menggunakan mulutnya untuk menuntaskan hasrat pria tua itu. Belum apa-apa Elina sudah takut duluan dan tak berani membuka pintu.
Tapi suara pintu sangat kuat dan pintu yang di buat memang tak sekuat besi dan baja hanya cantelan pintu yang kecil dan pintu yang sudah jelek. Dengan cepat seorang bodyguard itu mendobrak pintu.
Bugghhh...
Pintu terbuka.
"Konci pintunya nya sekarang!!!" Kata Kanya.
"saya tidak ingin berurusan dengan siapapun di sini yang menjadi urusan saya hanya wanita gila itu"
"Baiklah nyonya" jawab pria yang tengah berbadan besar mengikuti perintah Kanya.
Mata Elina pun membulat saat melihat siapa yang datang saat itu, yaitu Kanya.
"Kanya" kata Elina yang tak menyangka ada hal apa dirinya sehingga datang.
__ADS_1