Malam Pengantin Mu

Malam Pengantin Mu
Bertemu dengan si tua


__ADS_3

Elina pun berjalan dengan kesengsaraan hati yang tengah ia rasakan sulit bagi Elina terima semua, jika menangis adalah jalan keluar mungkin Elina akan menangis sekeras-kerasnya nyatanya tangisan malah membuat Elina semakin sengsara dan rapuh.


Tas besar yang kini berisi banyak baju Elina ia bawa, dirinya tak tahu harus pergi kemana. Selain mengikuti langkah kaki yang entah akan berhenti dimana.


Mungkin saja seseorang dapat menolongnya mungkin saja Andra sang mantan suami Elina yang sudah menceraikan dirinya kemarin masih memberikan bantuannya di saat tersulit. Tak ada lagi pundak selain Andra sang kekasih hati yang pergi.


Tutt....


Tut ..


Tut ..


Berulang kali Elina menelpon tak kunjung menemui titik terang. Seperti pungguk merindukan bulan, sungguh miris.


Hingga Elina memegang perutnya tersadar dirinya tengah mengandung anak satya. Anak pria yang Elina tak kenali lebih dalam, sungguh diluar dugaan Elina harus merasakan kehamilan ini.


Andai..


Andaikan saja Elina tak mengandung anak dari pria yang sudah memperkosanya dirinya saat Elina menjadi mua, tak akan Elina hamil seperti ini.


Sadar keperawanan tidak bisa di beli, tapi malah semakin perih dengan kehamilan yang tak diinginkan. Perih rasanya luka lama belum terobati kini di tambah luka baru soal kehamilan yang dirasa sungguh sulit.


Andai kehamilan ini bisa di pindahkan rasanya Elina ingin sekali memindahkan kehamilan ini pada siapa saja yang ingin segera punya anak.


Elina tak siap menjadi ibu, tidak siap bukan karena Elina tak mau menjadi seorang ibu. Melainkan ada beban yang Elina hadapi saat ini, yakni sang suami yang tak terima jika Elina hamil.


Rasanya ingin teriak dan marah pada dunia kenapa tak berpihak padanya, hidup sulit jika bunuh diri pun belum tentu masuk surga. Terlalu banyak dosa yang Elina miliki andai waktu bisa di putar kembali ingin rasanya elina tak usah saja di lahirkan di dunia ini, kalau ternyata hidup ini berat.


Hingga saat itu Elina yang keberatan membawa tas dan tidak tahu harus kemana pun bersandar sebentar di sebuah tembok menghela napas, dan terasa lelah.


Elina yang belum sempat mandi itu pun, harus merasakan mandi tapi bukan dengan air tapi mandi keringat yang bercucuran di wajah dan lehernya.

__ADS_1


Tidak tahu bau tubuh Elina seperti apa, mungkin sudah tak karuan. Tapi sudahlah siapa yang peduli dengan wangi tubuh Elina yang sudah tujuh rupa.


Lalu ada pedagang asongan yang berjualan air mineral.


apalagi air mineralnya dingin terasa sejuk bila sampai ke tenggorokan. Elina pun membeli satu sambil bersandar dan meluruskan kakinya. Sudah tak peduli duduk dimana yang penting bisa istrihat.


Tapi yang Elina temui bukan hal bagus tapi hal yang membuat Elina kesal. Seseorang pria datang dan ternyata dia adalah Bowo.


Ampun, si tua bangka itu lagi mau ngapain dia deketin aku, batin Elina kesal.


"Hahahaha Elina.. Elina.. ngapain kamu bawa tas sebesar ini. Jadi sales kamu, hahaha jualan apa kamu" kata Bowo yang saat itu mendekati elina sambil membuka kacamata hitamnya.


Elina pun hanya diam.


Siapa yang peduli dengan si tua Bangka, batin Elina.


"Sengsara kamu sekarang, hah? Sengsara, hahaha kasian deh.. makanya ikut sama saya. Saya akan jadikan kamu ratu, duduk manis, uncang uncang kaki, pakai baju mewah tas mewah hidup kamu gak susah kaya gini.. dan caranya gampang banget kok cuma layani saya tiap malam kita enak-enak dan gak usah capek sayang, abis itu beres.. hutang kamu lunas, semua masalah kamu clear kan jadinya full senyum"kata Bowo tesenyum pada Elina.


"Elina sayang tubuh mu yang cantik ini sayang kalau cuma di pakai sendiri, saya mau menampung mu"kata Bowo.


"Pak saya mohon jangan kurang ajar ya, saya sudah menikah. Tolong jaga ucapan bapak!" Kata Elina kesal.


"Menikah, pernikahan apa yang kamu jalani. pernikahan apa? Kamu sudah cerai kan" kata Bowo.


Elina menatap sinis.


'Pernikahan ekspress Elina, pernikahan ekspress kan. Elina... Elina.. dasar wanita bodoh. Kamu di nikahi itu hanya karena Satya, semua membela Satya bukan kamu. Pas satya koma saat ini,.ya sudah kamu di tinggalin aja" kata Bowo.


"Bukan karena itu saya di tinggalkan, tapi karena saya mengandung anak Satya"


"Nah ini lebih parah lagi, Andra membeli barang yang sudah tidak tersegel eh dapat satu paket dengan anak haram yang kamu kandung, mana mau Andra yang perfeksionis mendapatkan istri yang serba memiliki kurang seperti mu, Elina, Elina, ngaca dirimu seperti apa??? bahkan kamu kerja seumur hidup mu padaku pun hutang mu Takan bisa terlunasi"kata Bowo.

__ADS_1


"Pak, bapak yang terhormat, tolong sebelum bicara pastikan dulu otak bapak dan hati bapak terpasang dengan baik. Bapak sudah tidak punya otak, tidak punya hati juga. Mana ada anak haram pak, yang ada manusia haram seperti bapak, saya pastikan bapak tenggelam saja pak dan di makan hiu sekalian. Bapak jangan mentang-mentang punya harta benda merasa hidup seperti Dewa. Pak ngaca, banyak bertobat pak, bapak sudah tahu bukannya inget umur belum tahu aja ada azab buat bapak akan lebih pahit" kata Elina kesal.


"Hah bicara azab kamu sendiri yang di azab, hidup mu sengsara dan tak punya apapun!" kata Bowo.


Lalu dengan cepat tangan kasar Bowo memegang tubuh Elina kuat.


"Heh bapak mau ngapain" kata Elina kesal.


"Ikut saya" kata Bowo memegang tubuh Elina


Elina yang kesal itu pun mendorong Bowo. Tapi tangan Bowo dengan cepat meremas tangan Elina dan menarik tubuh Elina kasar.


Elina yang kesal itu pun mendorong Bowo hingga tersungkur..


Brruugghhh...


"Sukurin" kata Elina.


Tanpa di sadari kepala dari Bowo berdarah.


"Berani kamu ya, membuat kepala saya terluka saya akan habisi kamu tak ada ampun"kata Bowo


Elina pun yang melihat Bowo kesal.. lantas berlari dengan cepat dan melupakan tasnya saat itu.


Elina berlari dengan cepat....


Elina pun akhirnya naik ojek lagi untuk menghindari si tua itu.


"Pak jalan cepet pak ada orang gila mau kejar saya"kata Elina.


"Heh? Jangan kabur kamu!"

__ADS_1


__ADS_2