Malam Pengantin Mu

Malam Pengantin Mu
Diceraikan


__ADS_3

Hingga saat itu Elina pun memutuskan kembali pulang, Elina yang berangkat bersama Andra itu pun lantas akan pulang juga dengan Andra tapi siapa sangka di rumah sakit Andra meninggalkan Elina di rumah sakit.


Elina bingung pada Andra kenapa dirinya di tinggalkan begitu saja, hingga saat itu Elina pun hanya memandang tak percaya.


Elina tak pernah menyangka kenapa Andra meninggalkan Elina.


Sampai saat itu Elina pulang ke rumah dengan taksi karena Andra, takbisa di telepon. Ada rasa gundah yang melanda..


apa yang membuat Elina di tinggal begitu saja di rumah sakit padahal hal yang terjadi saat itu dirinya berangkat bersama Andra.


.


.


.


Sesampainya di rumah Andra pun marah bukan kepalang pada Elina, Elina jelas bingung apa yang membuat diri Andra marah pada Elina..

__ADS_1


"Bagus kamu!!!" Kata Andra.


"Bagus apa?" Tanya Elina pada Andra bingung.


"Bagus kamu tidak memberitahuku dari awal soal dirimu?" Kata Andra menatap tajam pada Elina.


"Aku kenapa, aku bingung kenapa?" Tanya Elina.


"Aku!!! Ya aku tahu kamu mengandung anak Satya kan"


"Maksud kamu apa aku gak ngerti?"


Elina pun menggelengkan kepala tak percaya dirinya pun tak pernah tahu bahwa saat ini dirinya tengah hamil anak dari Satya. Bagaimana bisa ini terjadi padahal Kanya hanya bilang kemarin bahwa Elina hanya masuk angin saja.


"Elina, ini hadiah mu untuk ku! Hadiah untuk ku, di hari pernikahan kita. Kamu hamil anak Satya dan aku yang harus menanggung itu semua" kata Andra marah.


"Andra, dari awal pernikahan kita kamu tahu bahwa aku sudah di tiduri oleh Satya dan di dirimu pun mau menikahi ku lalu kenapa kamu begini, aku hamil bukan karena kesalahan ku aku pun juga tidak tahu" kata Elina.

__ADS_1


"Elina!!! Kamu tidak virgin saja aku berat terima itu apalagi kamu hamil anak orang lain" kata Andra.


"Lalu kamu mau apa? Kamu mau aku Bagaimana aku sudah menuntut keadilan tapi yang aku dapat kan pukulan dari adikmu, aku tak pernah minta di nikahi oleh mu aku tak pernah minta untuk dirimu bertanggung jawab walau aku cinta tapi kenapa kamu tak bisa mengerti" kata Elina.


"Kamu hanya peduli pada keluarga mu, bahkan aku merasa jangan-jangan kamu menikahi ku bukan karena cinta tapi karena Kanya meminta mu, iya kan. Agar aku tidak menuntut siapapun.. iya kan" kata Elina.


"Kita cerai Elina!!! Kita cerai!!! Tak perlu kita lanjutkan, karena aku sudah tak cinta lagi padamu"


"Baiklah, baiklah jika itu mau mu. Aku tak masalah, aku tidak masalah jika kita bercerai" kata Elina yang menerima saat ini.


dirinya sudah lelah menghadapi semua yang ia terima, dirinya tak jadi masalah kehilangan cintanya. Bagi Elina harga dirinya lah yang harus ia nomer satukan.


Selama ini Andra hanya bisa berjanji hanya bisa memberikan kebaikan namun tak benar benar bisa terima Elina.


Kanya, ibu Mery dan pak Hendrawan semuanya tak betul betul bisa terima Elina.


Bahkan saat Elina di pukuli habis-habisan oleh Kanya, Andra kemana saja dirinya tak peduli bahkan terlalu bodoh saat itu rela menutup mulut karena takut. kini ujungnya yang Elina terima hanyalah sebuah kata cerai di umur pernikahan yang hanya 12 jam. Andra menceraikan Elina karena Elina hamil.

__ADS_1


cukup masuk di akal tapi sungguh menyakitkan. sungguh menyakitkan. mana kata cinta dan kebaikan yang dulu Andra berikan, semua semu dan hanya sesaat saja.


__ADS_2