
Hingga saat setelah itu Kanya pun pergi karena merasa apa yang menjadi ucapan Kanya adalah sesuatu hal yang tak perlu di perjelas kejadian kemarin adalah sesuatu yang harus Elina mengerti.
Yaitu tentang pengertian bahwa apa yang terjadi tak boleh dikatakan, yaitu menyimpan rahasia yang menyakitkan.
Elina pun mengerti dan akan ikuti, karena Elina merasa takut dengan ancaman Kanya saat ini yang akan menghabisi dirinya.
"Lihat saja Elina aku akan habisi jika saja kamu mengakui itu, dan foto ini akan menjadi senjata ku" kata-kata itu lah yang terpatri.
Hingga tak lama setelah itu Kanya pun kembali ke rumah, menganggap bahwa tak terjadi apapun. Kanya berharap Satya tidak tahu jika Kanya pergi saat itu.
.
.
.
.
Selama itu juga Elina pun terdiam dan termenung..
Elina sudah berusah ikhlas dan melupakan semua.
Ya Elina beraharap dirinya bisa lupa ingatan agar dirinya mampu me-restart kehidupan, ingin lupakan semua.
Demi hidup yang bisa ia jalani lebih baik.
Dan tiba-tiba sebuah ketukan pintu terdengar, Elina pun khawatir jika yang datang itu adalah Kanya yang memang datang dengan seribu ancaman atau juga si penagih hutang yang bernama si Bowo sialan, itulah sebutan yang Elina berikan.
Seketika saat itu Elina hanya menarik napas nya perlahan berharap bukan orang yang ia benci yang hadir saat ini.
Saat buka pintu secara perlahan ketukan pintu itu dan ternyata dari seorang pria...
"Mas Satya" ucapan itulah yang Elina ucap di saat sesosok pria yang kini di hadapannya. Mata Elina membulat..
__ADS_1
Benar apa kata Kanya jika mas Satya akan datang, batin Elina.
Elina pun ingin menutup pintu itu kembali saat ia tahu Satya yang datang.
Brugghh
Namun pintu itu Satya tahan.
"Jangan tutup pintu dulu ada yang aku ingin aku tanya kan kepadamu" kata Satya menahan pintu dengan lengannya.
"Menurut ku sudah cukup, tak ada lagi yang perlu di perjelas aku ingin kamu segera pulang" kata Elina membuang wajah Satya. Karena Elina tak mau ingatan buruk dan kenangan saat malam itu kembali ia ingat.
Perih dan pedih yang saat ini tengah ia rasa.
"Pulang" perintah Elina.
"Elina, aku tidak mau pulang sebelum kamu menjelaskan bagaimana bisa aku meniduri mu"kata Satya menatap tajam Elina.
"Tidak ada yang perlu di perjelas sebaiknya kamu pulang tak pantas kamu datang ke sini. Aku adalah calon kakak ipar mu" jelas Elina, Satya agar pulang.
"Sudah aku jelaskan tidak ada, tidak ada yang perlu di permasalahan" kata Elina tak mau memandang Satya
"Tinggal jawab saja iya atau tidak aku meniduri mu saat malam pertama ku itu"kata Satya yang mulai geram pada Elina karena jawaban dirinya yang tak jelas.
"Jadi kamu mau tahu jawabannya apa, aku akan aku jawab, jawabannya adalah tidak!!!. Tidak!!! tidak ada di antara kita malam pertama itu, tidak Satya" jelas Elina tanpa terasa menjatuhkan air matanya lalu menangis
Lalu dengan cepat tangan Satya memegang kedua tangan Elina dan mendorong Elina hingga ke tembok. Kini kedua mata saling bertemu, Satya pun menatap elina sangat dalam.
"Jangan bohong kepada ku, katakan apakah aku sudah meniduri mu. Jelaskan bagaimana bisa aku menidurimu!"
"Cukup satu penjelasan aku hanya berhalusinasi. Aku tidak pernah di tiduri oleh siapapun dan kamu bukan siapa-siapa" kata Elina menangis.
J
__ADS_1
Awalnya Satya hanya anggap jika benar Elina berhalusinasi tapi dari sorot mata Elina mengatakan jika dirinya mengalaminya.
Dada Satya berdegup kencang menatap wajah Elina dari dekat, bahkan saat ini Satya tak bisa mengendalikan rasa
"Lepaskan tanganku mas Satya, lepaskan!!!!" Kata Elina menarik tangannyaa. Tapi Satya tak mudah melepaskan karena merasa ada sesuatu yang lain.
"Kalau memang tidak lalu kenapa kamu menangis" kata Satya pada Elina.
Elina pun hanya terdiam dan tak menjawab. Dirinya merasakan perih di dalam dada.
Hingga sesaat itu hingga setelah itu Andra datang dan kaget melihat Satya yang mendorong tubuh Elina ke tembok.
Suasana yang terjadi itu tak bisa di biarkan begitu saja oleh Andra dengan cepat pula Andra menarik tubuh Satya.
"Beraninya kamu mendorong pacarku, lepaskan dia, dia adalah kekasih ku tak ada yang bisa kamu lakukan itu padanya, dia milikku" kata Andra menarik tubuh Satya kasar dan mendorong Satya agar menjauh dari Elina.
"Aku hanya bertanya apakah benar aku pernah meniduri wanita ini"kata Satya.
"Aku tak pernah tidur dengan siapapun, pria manapun, tak ada pria manapun tak ada" kata Elina dengan pengakuannya.
"Sudah kamu dengar kan apa yang dikatakan nya sebaiknya kamu pulang"
Seketika Satya tak menyangka dengan ucapan Elina entah mengapa perasaan itu tiba-tiba timbul, mata Satya pun terpejam.
"Saat itu aku hanya berhalusinasi saja, aku hanya bermimpi saja. Tidak dengan kamu ataupun yang lain" kata Elina menjatuhkan air mata.
"Kamu sudah dengar bagaimana ia berkata, sebaiknya kamu pulang! Kamu pulang!" Kata Andra yang mendorong Satya keluar.
"Baiklah Elina, baiklah jika memang begitu paling tidak aku tahu kebenarannya. Permisi" kata Satya
Hingga saat itu Satya pun pergi..
Saat Satya pergi entah kenapa Elina lansung menangis karena membuat pengakuan palsu dan menghianati dirinya sendiri dengan bohongi dirinya sendiri.
__ADS_1
Hiks hiks hiks
Maaf kan aku maaf kan diriku yang sudah membohongi diri ini sendiri karena aku tidak tahu harus bagaimana, aku bingung selain membohongi diri sendiri. Aku salah tapi aku tak bisa jalani hidup dengan ancaman dari Kanya yang ingin membunuh ku, maafkan diriku Elina, maaf kan aku, batin Elina.