
Hingga saat itu Elina pun kembali melanjutkan kuliahnya seperti biasa, tapi dosennya merasa jika Elina sedang tidak baik-baik saja mengingat drinya tak masuk kuliah sudah dua pekan.
Hingga saat selesai kuliah dosen nya pun menghampiri Elina saat itu.
"Elina kamu kemana saja? Apakah kamu baik-baik saja?" Tanya Edward pada Elina yang memang sudah lama tak melihat Elina.
"Aku baik-baik saja pak" kata Elina.
"Lalu kenapa kamu absen sudha hampir dua pekan loh" kata Edward.
"Aku sakit tapi sekarang sudah lebih baik" jawab Elina.
"Kata mu kamu, kamu baik-baik saja, tapi sekarang kenapa bilang kamu sakit, tuh kan kamu sedang tidak baik-baik saja, kamu berbohong"kata Edward.
"Kemarin aku memang kenapa-kenapa dan tidak baik-baik saja pak, tapi sekarang sudah tidak kenapa-kenapa dan baik baik saja" kata Elina.
"Lalu kenapa bisa seperti itu?" Tanya Edward.
"Ya tidak apa-apa aku sudah melupakan semua Yang membuat keadaan ku tidak baik-baik saja" kata Elina.
"Sakit apa yang kamu alami"
"Sakit di dalam jiwa pak, oh maaf maksud ku demam, pusing dan agak flu" jawab Elina.
"Lalu mana surat dokternya"
"Aku lupa memintanya, maaf pak"
"Lain kali kamu pinta ya jangan sampai lupa, gak boleh kamu alpha seperti ini. Makanya kamu jaga kesehatan karena cuaca akhir ini memang gampang berubah-ubah, kadang panas dan kadang hujan. Banyak minum air putih dan minum multivitamin" kata Edward.
"Terimakasih pak"
"Pulang nanti sama siapa? Pasti di jemput pacar kamu ya"
"Iya bapak"
"Sudah bisa di tebak, Pacar kamu ada berapa?"
"Satu pak" jawab Elina.
"Gak mau niat nambah gitu"
"Belum pak, eh gak maksudnya gak pak. Bapak jangan pancing saya buat bicara seperti ini pak saya jadi malu"
"Siapa tahu, kan gitu.. kamu pacar dua. universitas ini kan mahasiswi nya cantik cantik jadi bapak gak heran rata-rata mereka punya pacar lebih dari satu" kata Edward.
"oh berarti saya cantik pak makasih pak, tapi Bapak gaul juga"
"Ya saya memang gaul kan masih muda, liat dong masih gagah dan berotot gini" kata Edward yang memang masih terbilang muda.
"Oh kalau muda harus berotot ya pak"
"Ya nggak juga paling tidak itu bisa jadi daya tarik seorang pria, kamu tertarik kan pada saya"
"Ah bapak, bapak bisa aja.. mau bapak gak berotot juga saya tertarik sama bapak, kan bapak dosen saya. Apalagi bapak ramah banget"
"Kamu ini suka bener kalau ngomong. Saya rajin fitnes loh, kamu mau gak temenin Saya fitnes sekali kali"
"Gak pak terimakasih "
__ADS_1
"Yaudah saya permisi dulu" kata Edward pamit pergi.
" Ya pak" jawab Elina.
Hingga saat itu Elina pun menunggu sang kekasih yang saat itu belum muncul.
Janji saat itu adalah jam 5.00 tapi hingga kini belum sampai.
Padahal waktu sudah menunjukan pukul 6.30 malam, Elina menunggu di samping gerbang kampus namun tak juga datang. hingga akhirnya setelah itu Elina memilih solat Maghrib dulu, karena memang Andra tak kunjung datang.
Hingga...
Setelah selesai solat pun Elina kembali untuk melanjutkan dirinya menunggu Andra tapi tetap saja tak datang.
Hingga Elina pun menelpon berkali kali tetap tidak di angkat, bahkan malam itu malah langit mendung dan ternyata turun hujan.
Bagaimana ini, hujan deras sekali. batin Elina.
Hingga akhirnya Elina yang menunggu sekian lama tanpa di sengaja bertemu kembali dengan Edward.
"Elina pulang lah bersama ku" katanya membuka kaca mobilnya.
"Jangan pak"
"Tidak apa, bilang sama pacar mu bahwa kamu naik kendaraan lain"
"Tapi pak saya tidak bisa nanti pacar saya marah"
"Tidak akan yang penting kamu sudah beri tahu"Kata Edward.
"Tapi pak" kata Elina.
"Masuklah" kata Edward.
"Jangan pak lepaskan saya, saya tidak bisa di antar oleh siapapun, permisi" kata Elina lanhsung menarik diri.
Hingga saat itu entah mengapa pria berumur 30 tahunan itu pun akhirnya menemani Elina di samping kampusnya untuk menemani Elina yang sedang menunggu sang kekasih.
"Aku ada jaket kamu bisa pakai ini" kata Edward memberikan sebuah jaket untuk Elina.
"Jangan pak, ini punya bapak nanti kotor kalau saya pakai" kata Elina
"Biarkan saja kotor, jaket bisa di cuci nanti kalau kamu sakit lagi bagaimana?" Kata Edward.
"Terimakasih pak" jawab Elina lalu menerima jaket berwarna hitam yang Edward berikan.
Seketika Edward pun menatap Elina lekat saat itu, Elina memang memiliki pribadi yang tertutup.
Pada saat itu Elina yang kerepotan membawa tas nya dan laptop nya di bantu pegangi laptop oleh Edward saat itu.
Kalau dari segi fisik dan pribadi Elina merupakan ciri wanita yang Edward suka tapi Edward yang dari awal menyukai Elina menahan rasa itu karena di samping Elina sudah punya kekasih, Edward pun merasa tak layak jika menyukai mahasiswinya karena demi menjaga wibawa dirinya sebagai seorang dosen. Dan merasa pula jika Elina adalah anak kemarin sore yang umur yang jauh dengan dirinya.
Hingga saat itu, ada ucapan Elina.
"Elina" kata Edward.
"Ya pak"
"Apakah kamu mencintai pacar mu?" Tanya Edward.
__ADS_1
"Tentu pak, saya mencintainya karena dia sangat baik dan hanya dia yang saat ini di hati saya" kata Elina tanpa ragu.
"Oh sukur deh karena banyak yang cuma cinta sesaat" kata Edward tesenyum getir mendengar ucapan Elina.
Elina pun hanya diam.
"Tapi kamu percaya gak cinta seseorang itu bisa berubah" kata Edward.
"Saya tidak tahu soal itu" jawab Elina
"Mudah-mudahan kekasih mu adalah sosok yang kamu cintai tanpa ada perubahan. Tapi cinta saja tidak cukup jika dirasa dia tak serius pada mu, kamu pilih lah pria yang mapan dan siap menikahi mu jangan hanya modal cinta" kata Edward.
.
"Bulan depan saya akan menikah" kata Elina.
Edward kaget saat Elina mengatakan itu.
"Apa? Kenapa begitu cepat" kata Edward.
Elina pun hanya tersenyum dan lalu melihat mobil yang terparkir saat itu dan Elina melihat jika mobil itu adalah mobil Andra.
"Permisi pak saya sudah di jempu oleh pacar saya, saya kenal mobil yang datang itu. Saya kenal platnya" kata Elina.
Hingga saat itu Elina pun mengahampiri mobil itu dan masuk kedalam mobil tanpa melihat lebih dulu siapa yang menyetir.
saat Elina lihat, betapa kagetnya saat itu yang menjemput bukanlah Andra melainkan Hendrawan.
"Pak Hendra" kata Elina. "Kenapa bukan Andra"
"Tidak ada salahnya saya jemput, Andra mendadak ada meeting jadi saya yang menjemput mu saya sudah bilang pada Andra dan dia setuju" kata Hendrawan.
Elina yang sempat ingin turun dengan cepat Hendrawan membawa mobil dengan lebih cepat..
Foto tanpa busana Elina yang pernah hendra lihat bahkan masih ia simpan membuat Hendrawan tak bisa lepas memandang Elina dengan tubuh indahnya. Tubuh Elina yang dirasa masih cukup kencang dan masih muda itu membuat pikiran Hendrawan kemana mana.
"Elina kamu tahu Bowo sudah banyak cerita tentang kamu"
"Bowo? Kenapa harus Bowo, bukan Andra"kata Elina..
"Kenapa kamu tidak paham maksud ku, kamu pernah melakukan hal lebih untuk Bowo kan jangan di kira saya tidak tahu, lalu kapan?" Kata Hendrawan.
"Kapan apa?"
"Kapan punya saya seperti hal nya kamu melakukan itu pada Bowo"kata Hendrawan.
"Cukup!!! Jangan katakan apapun lagi" kata Elina.
"Elina punya mu pasti enak jika saya mencoba nya sekali saja, kamu jangan sok suci. Anggap saja tidak saling melakukan hal apapun, sebentar saja kita cek in"Kata Hendrawan.
"Saya harap bapak bisa menjaga ucapan bapak" kata Elina.
Hingga saat itu Elina hanya bisa berfikir bagaimana caranya dia bisa keluar dari mobil.
Lalu Saat mobil berhenti di sebuah lampu merah.
Elina pun langsung keluar dari mobil dan berlari dengan cepat pulang dengan taksi. Elina tak menyangka jika Elina bertemu dengan pria yang kurang ajar itu yang nanti akan menjadi ayah mertuanya.
Elina pun merasakan sesak perih di dalam dada.
__ADS_1