Malam Pengantin Mu

Malam Pengantin Mu
Tak semudah itu saat kembali bersamanya


__ADS_3

Lalu sebuah kata rujuk pun menjadi sebuah penanda untuk Elina dan Andra untuk kembali pada ikatan pernikahan yang sah. Dalam hal ini Elina memang bercerai pada cerai agama saja belum sampai tahap pengadilan hingga rujuknya pun lewat ucapan dan belum melewati masa idah.


Dalam hal ini Elina tak paham lebih detail, hanya saja Andra mengatakan pada Elina jika rujuk dalam talak 1 dan masih dalam masa Idah bisa hanya melalui ucapan saja, dan dua orang saksi.


Saksi saat itu adalah tukang kebun dan Supir pribadi Andra. Karena saat itu hanya ada mereka dan Andra menjadikan kedua orang tua itu menjadi saksi atas rujuk mereka.


Elina yang yang memang posisi masih sangat lah cinta pada Andra lalu terima kata rujuk itu dengan senang hati.


Kini Elina pun kembali bersama sebagai pasangan suami dan istri....


Saat itu ayah dan mama Andra memang tidak ada di rumah mereka sedang pergi keluar negeri untuk liburan. Sementara saat itu Kanya sedang tak ada juga, sehingga keluarga Andra pun tak tahu jika Elina dan Andra sudah rujuk kembali.


Hingga saat siang itu...


Andra membawa makanan untuk Elina dan memberikan makan untuk Elina yang memang sangat lah lapar dan haus.


"Ini untuk ku" tanya Elina yang melihat Andra membawa nasi goreng dan jus alpukat.


"Iya"


"Aku senang sekali kamu membawakan ini untuk ku..." Kata Elina.


"Terimakasih banyak kamu sangat baik padaku, aku tak tahu harus membalas kebaikan mu dengan cara apa" kata Elina.


"Cukup memberikan apa yang paling aku butuhkan"kata Andra tersenyum.


"Maksudnya?"


"Kamu harus tidur malam ini dengan ku, kita lakukan yang biasa suami istri lakukan" Kata Andra.


"Maksudnya bagaimana?"


"Kamu akan mengerti nanti, kamu dan aku bermain dalam sebuah cinta yang sebenarnya" kata Andra.


"Bukannya kita sudah saling cinta"


"Saling cinta saja tak cukup jika kita tak saling memberi"kata Andra.


"Kamu akan mengerti" kata Andra.


Malam hari....


Suasana saat itu sangat terasa sepi, mungkin hanya seorang pembantu saja yang ada.


Tak ada Kanya, Hendrawan ataupun Mery.


Saat itu Andra pun datang menemui Elina yang saat itu tengah terbaring di tempat tidur lalu mencium pipi Elina saat itu.


"Kamu sudah pulang" ucap Elina sembari tersenyum.


"Iya" jawab Andra membalas senyum Elina.


"Ini yang aku maksud kita akan saling memberi kasih sayang"


"Maksudnya?" Kata Elina bingung.


"Bukalah baju mu, dan semuanya kita kan sudah sah aku ingin merasakan tubuh mu" kata Andra menatap wajah Elina.

__ADS_1


"Tapi Andra aku sedang hamil, apakah tidak kita lakukan saja setelah aku melahirkan, aku hamil anak orang lain Andra tak bisa kamu meniduri ku"


"Lalu gunanya aku menikah dengan mu apa, jika hanya memandang mu saja tanpa memberikan suatu apapun. Tenang lah ini tidak akan menyakitkan" kata Andra lagi.


"Setahu ku ini tak akan menyakitkan, kalau tidak aku akan marah pada mu"kata Andra.


Hingga dengan cepat Andra memepet Elina ke tembok dan mencium bibir Elina. Lidah Andra mulai menelusup masuk ke dalam mulut Elina dan kini keduanya saling bermain lidah satu sama lain, Andra terlalu rugi jika harus menceraikan Elina jika dirinya saja belum merasakan tubuh dari wanita muda yang sangat cantik itu.


Hingga saat itu Elina di dorong ke kasur hingga diri Andra sudah berada diatas tubuh Elina.


Baju Elina di buka dengan cepat dan wajah Andra masuk di kedua gunung kembar yang besar dan melihat dua gunung itu dan menerkamnya dengan cepat.


Suara desahann Elina keluar saat Andra memainkan kedua gunung besar itu.


"Punya mu begitu besar, aku baru kali ini melihat dada besar seperti mu"kata andra.


Lalu dengan cepat Andra membuka semua yang Elina kenakan dan dengan cepat Andra mengecup dan menjilat semua tubuh Elina hingga bagian bawah dan terdalam.


Hingga tak lama Elina pun merasakan ada benda besar masuk yang cukup kuat masuk ke dalam miliknya.


"Argghh"


Andra pun menggoyang tubuh Elina dengan kuat seperti kuda dan menggoyang tubuhnya hingga kasur busa itu berantakan.


Andra menggoyang tubuh Elina tak peduli sekalipun Elina sedang hamil muda.


"Pelan saja kamu lakukan itu, Andra aku sedang hamil" kata Elina meminta Andra untuk melakukan semua secara perlahan.


Apa yang dikatakan oleh Elina semua tak ia gubris, Andra merasa Elina hamil bukanlah salahnya jadi tidak ada yang salah dalam melakukan apapun pada tubuh Elina sekali pun Elina tengah mengandung.


Hingga tubuh Elina Andra gendong dan melanjutkan ke dalam permainan panas di atas di sebuah meja.


Sampai pada akhirnya keduanya selesai dalam permainan yang mereka lakukan..


Tubuh mu sangat luar biasa, aku beruntung Batal menceraikan mu. Ingat Elina kamu harus melayani tanpa ada penolakan sekalipun, aku tidak mau jika kamu pergi sebelum aku puas dengan tubuh mu, batin Andra.


Elina pun terdiam tak banyak bicara saat Andra selesai melakukan itu semua pada tubuh Elina, tak ada kata romantis yang Andra ucapkan lagi setelah ia puas dalam bermain cinta. Andra malah terlihat sibuk dengan handphonenya.


Sampai sebuah ucapan Andra lontarkan.


"Ingat Elina!!! Kita saling mencintai jadi apapun itu yang aku mau harus kamu turuti" kata Andra.


Hingga saat itu Elina dilarang memakai bajunya saat di kamar, Elina hanya di biarkan tak memakai apapun saat di kamar.


Andra membuat peraturan yang sungguh di luar nalar.


"Elina aku mau kamu melayani diriku terus, setiap aku pulang kerja aku mau kamu ada dikamar dan tak memakai apapun" jelas Andra.


"Kamar ini terlalu dingin untuk ku Andra aku tak bisa, aku ingin bersembunyi di balik selimut saja" kata Elina.


"Tidak bisa dan tidak boleh!"


Elina pun terdiam saat itu menatap Andra dengan tatapan tak percaya.


Dan bahkan saat itu kunci lemari baju Elina di tahan oleh Andra dan hanya Andra yang memiliki saja saat itu.


"Jadi kamu membiarkan aku begini, kembalikan kunci lemarinya"kata Elina.

__ADS_1


"Tidak akan, hidup mu ada di tangan ku Elina , paham!"


Elina pun akhirnya tidur diatas kasur yang terasa dingin tanpa sehelai pun benang yang ada.


Padahal kamar itu cukup dingin.


Andra pun seolah tak peduli pada Elina, setiap Andra mulai ingin saat malam itu Andra langsung memainkan tubuh Elina sesuai apa yang ia mau. Tak peduli dengan cara apa dan gaya apa Elina di paksa harus siap.


Hingga saat pagi hari Elina tertidur dan Andra sudah bangun lalu melempar baju kepada Elina.


"Pakailah ini, sekarang kamu baru boleh memakainya" ucap Andra.


Elina pun hanya terima saat itu.


"Elina aku adalah orang yang paling baik di dunia untuk dirimu. kamu bayangkan jika tak ada aku, kamu sudah gembel di tengah jalan" kata Andra.


Elina pun menatap baju pemberian Andra, Elina menggeleng kepala tak percaya dengan apa yang Andra berikan pada Elina.


"Baju apa ini Andra"


"Itu baju mu pakailah" kata Andra.


"Ini terlalu seksi"


"Lalu kenapa? salah, aku memberikan baju itu padamu"


"Tapi ini tidak sesuai dengan karakter ku Andra"


"Aku tak peduli"


"ini terlalu ketat untuk tubuh ku" kata Elina. "Bahkan aku sedang hamil mengapa kamu tega memberikan baju yang kekecilan ini padaku"


"Aku tak meminta mu untuk hamil"ketus Andra.


"Baiklah mungkin kamu tak meminta nya tapi Andra bagiamana kalau keluarga mu pulang lalu ia melihat ku dengan pakaian seperti ini, apa komentar mereka terhadap diriku Andra"Kata Elina.


"Aku tak peduli , ingat Elina kamu hanya perlu memakai saja tak perlu banyak komentar" kata Andra.


Hingga Elina pun memakai baju yang Andra berikan yaitu sebuah baju yang tipis dan kecil, sangat mini hingga kebagian paha.


Elina tak pernah memakai baju yang sangat seksi saat seperti ini, apalagi untuk sehari-hari.


Meskipun Elina sesekali memakai baju seksi untuk keperluan panggung tapi itu jarang sekali, Elina lebih suka memakai baju yang tertutup atau panjang.


Andra pun pergi meninggalkan Elina di kamar...


akhirnya Elina pun memakai baju seksi itu untuk memenuhi permintaan Andra.


"Andra kamu mau berangkat kerja" tanya Elina tersenyum.


"hmmmm..." jawab Andra hanya dengan nada singkatnya tanpa senyum sedikit pun yang ia lontarkan.


Elina pun menatap Andra dengan tatapannya tapi Andra tak melihat Elina samasekali.


Seketika Elina pun mendekati Elina dan berusaha mencium pipi Andra.


Tapi bukan sebuah sambutan tapi melainkan sebuah kepergian begitu saja bahkan membuang wajahnya.

__ADS_1


Elina pun merasa jika Andra berubah. Raga Andra memang telah kembali, tapi tidak untuk cintanya...


Elina pun terdiam dan hanya menunduk, Elina tak banyak komentar karena dirinya pun siapa yang hanya seorang diri tak memiliki apapun dan siapapun.


__ADS_2