Malam Pengantin Mu

Malam Pengantin Mu
Elina aku berbohong saja


__ADS_3

"Elina... Elina dimana kamu, jangan bersembunyi Elina kita bisa bicara baik-baik Elina. Oke baiklah saya minta maaf Elina. Lupakan masalah yang tadi barusan aku hanya bercanda padamu" kata Edward.


Elina terlihat bersembunyi di balik mobil yang sedang terpakir, hingga Edward pun menemukan elina yang sedang bersembunyi.


"Elina kamu tak usah bersembunyi bapak sudah melihat kamu" kata Edward.


"Gak mau aku gak mau ketemu bapak lagi, soalnya bapak gak tahu diri" kata Elina dibalik mobil.


"Yang tidak tahu diri siapa, buruan keluar. Saya capek banget cariin kamu ngabisin waktu, ayooo sini kamu keluar Elina"Kata Edward.


Hingga akhirnya saat itu Elina pun keluar, dan melihat Edward yang melepas jasnya kegerahan mencari Elina.


"Heh, anak rese saya yang udah ajak kamu jangan lari sembarangan kamu. Kalau kamu hilang terus tidak di temukan saya yang akan tanggung jawab kalau kamu sampai hilang"


"Saya udah dewasa pak 20 tahunan"


"Iya, dewasa tapi otak kamu masih kecil saya yang bawa kamu dan saya bertanggung jawab atas kamu. Tapi bagus juga gak akting saya barusan"


"Akting apa yang mana?"


"Yang saya bilang saya cinta sama kamu, sorry sorry itu cuma latihan gak betul-betul kok cinta sama kamu. Dan cuma mau ngetas seberapa setianya kamu sama pasangan kamu"


"Jadi tadi bapak cuma iseng-iseng aja"


"Iya,.latihan mau nembak cewek"


"Siapa pak?"


"Adalah tapi bukan kamu, kamu itu bukan tipe saya. Ya.. selera saya itu yang pinter, perfect dan pastinya hidup nya gak seperti kamu"


"Oke baguslah kalau tipe bapak bukan saya tandanya bapak masih waras" kata Elina.


"Tapi tetep jadi dong" kata Edward.


"Apa?"


"Kita ke nikahan"


"Weh jadi dong pak, mau makananan disana enak-enak deh pasti" jelas Elina.


"Oke siap" kata Edward.


"Nilai masih tetep kan pak di tambahin"


Edward pun hanya tersenyum.


Oh syukurlah Elina tak jadi marah pada ku, susah juga ternyata deketin wanita polos ini. Dirinya tak mudah aku berikan kata cinta, aku tak mau Elina membenci ku. Paling tidak aku harus menahan rasa ku ini untuk menunggu waktu yang tepat ya paling tidak sampai membuat Elina mencintai ku dulu baru aku menyatakan perasaan lagi. Untuk saat ini aku harus nya sadar bahwa Elina tak mencintai ku. Baiklah aku sadar aku baru pertama kali mengajak mu jalan tapi aku langsung menyatakan cinta sungguh di luar nalar, aku akan bersabar akan menyatakan lagi Elina sabar.. sabar.. sabar..., Batin Edward bicara pada dirinya sendiri.


Hingga saat itu Edward mengajak Elina untuk datang ke gedung pernikahan yang mewah dan meriah di pusat kota.


"Ayoo pak gas pak, gas.. jangan sampai telat ya pak" kata Elina yang tersenyum di dalam mobil yang Edward bawa.


"Kenapa sih semangat banget"


"Kan sudah aku katakan berulang kali bahwa di sana ada banyak menu gubukan yang aku suka suka pak"


"Oh, ya boleh boleh, tapi ingat ya ambilah seperlunya" kata Edward sambil memegang kemudi.


"Siap pak"

__ADS_1


"Elina"


"Ya pak, kamu tahu kita itu walaupun beda ada kesamaan nya loh"


"Apa pa?"tanya Elina.


"Sama sama punya nama awalan dari E. Elina... Edward.. bagus kan, kalau punya keturunan bisa bikin nama anak dari E juga. Apalagi kalau nama kamu sama saya di satuin dalam surat undangan pernikahan, Elina dan Edward keren kan. Tapi jangan salah paham dulu ya, ini kan cuma ngehayal gak sebenernya" kata Edward.


"Hem gak asik lah pak"jawab Elina.


"Gak asik dimananya?"


"E ketemu e jadi ee kan pak, gak bagus diundangan jadi ee kan bau pak" Kata Elina.


"Iya yah, gak apa-apa lah gak jadi masalah e ketemu e. Yang penting kan cinta sampai tua, saling lengkapi dan saling support" kata Edward.


"Iya iya, yang penting cinta. Mudah-mudahan bapak bisa saling cinta sama sang kekasih hati bapak"


"Kamu mau punya anak berapa?" Tanya Edward.


"Gak tahu" kata Elina.


"Kalau aku, misal kalau nikah mau punya anak lima gak apa-apa kan Elina" ucap Edward.


"Dih kok tanya saya, tanya calon bapak lah"


"Ya sama aja sama sama perempuan"


"Ya beda lah pak semua orang punya misi hidup dan keinginan masing-masing" kata Elina.


"Jawab aja dulu" kata Edward.


"Tuh kan kamu ngikutin saya"


"Gak juga sih pak, kebetulan sama aja. Lima itu angka yang dirasa sempurna karena tangan kita ada lima biar bisa saling menggenggam dan lebih rame aja"


"Emang kamu kuat lahiran sampai lima, saya sih kuat saja prosesnya. Ya hitung-hitung olahraga malam"


"Hahahaha gak tahu lah pak, namanya belum di jalanin. Manusia kan cuma berencana sisanya tuhan yang menentukan. Bapak kalau mau punya anak lima buruan dari sekarang tembak cewek nya"


"Iya harusnya sih di tembak tapi belum ada ilham"


"Kenapa?"


"Calon nya masih punya pasangan, tungguin dia bubar sama pasangan nya baru saya mau lamar"


"Terus tadi kan udah latihan"


"Latihan mah kan gak apa-apa"


"Pasti cewek nya cantik banget sampai bapak cinta setengah mati"


"Iya, nih fotonya" kata Edward memberikan sebuah foto di handphonenya.


"Oh dia sangat cantik bahkan dia lebih cantik daripada aku"puji Elina.


"Iya, cinta saya kan gak harus memiliki kalau cinta ya bilang aja cinta. Jangan sampai saat ia telah pergi, semuanya sudah terlambat. kalau cinta sama wanita yang sudah menikah gak masalah kan"kata Edward.


"Masalah dong pak"

__ADS_1


"Masalahnya dimana?"


"Semua sulit untuk di gapai"


"Iya semua sulit untuk gapai semua terlalu bodoh. Semua ini salah saya, saya terlalu membatasi diri. Terlalu mengagap semua harus sesuai kastanya"


"Bagaimana pak?"


"Dulunya saya anggap dia hanya sebatas mahasiswi biasa hingga saya anggap saya tak pantas untuk mencintai karena dia bukan level saya, saya tahan hingga sampai saat ini dan ternyata dia telah menikah"


"Jadi dia mahasiswi bapak"kata Elina.


"Iya dia sudah keluar pindah keluar negri"


"Oh namanya siapa?"


Namanya Elina andai kamu tahu dia itu adalah kamu sendiri tapi saya takut kamu malah marah seperti tadi kalau saya bilang dia adalah kamu, batin Edward.


"Namanya Putri"jawab Edward.


"Oh putri, lumayan nama yang bagus" kata Elina.


Hingga beberapa saat kemudian, Elina pun turun dari mobil.


Dan kini turun di sebuah loby lalu berjalan ke dalam.


Saat Elina datang, seketika semua mata memandang ke arah Elina dan terpana melihat Elina.


Bagaimana tidak, wajah Elina yang sudah cantik itu menjadi lebih teramat cantik saat Elina mampu hadir dengan makeup yang mempesona serta gaun indah yang saat ini melekat di tubuhnya.


Elina tak menyadari bahwa wanita yang tercantik pada malam itu adalah dirinya, saat yang lain dapat memandang penuh dengan kekaguman Elina hanya tersenyum bingung seperti orang bodoh. Karena Elina merasa bingung pada dirinya sendiri kenapa orang-orang melihat dirinya tak berkedip, apakah ada yang salah dengan dirinya.


"Nona, apakah nona datang sendiri. Bolehkah kamu berjalan dengan ku saja" kata pria yang datang mendekati Elina.


Tiba-tiba...


"Dia pasangan ku sebaiknya anda minggir"kata Edward yang tak terima Elina di datangi pria lain.


"Hey apakah kamu tahu kenapa orang orang di sini memandang ku, seperti itu.. apakah aku salah memakai baju, apakah wajah ku berantakan atau apa ya?" Kata Elina.


"Elina, kamu tak sadar ya. Mereka memandang mu, karena malam ini kamu sangatlah cantik"


"Bapak-bapak mana ada begitu"


"Diamlah jangan banyak tanya, jadilah tamu pada umumnya jangan seperti orang yang bingung" kata Edward.


"Iya pak iya"


Lalu Elina pun yang baru saja datang itu, langsung melihat suguhan makanan yang sangat enak. Elina dengan suka melihatnya.


"Waaah ada dimsum, aku mau, macaroni schotel ada spaghetti, maaauuuuuu? Belum soto tangkar semuanya enak sebaiknya mana duluan ya" Kata Elina memandang kiri kanan.


"Pilih lah yang paling kamu suka dulu, tapi ambil sewajarnya"kata Edward.


"Siap komandan" kata Elina.


Lalu Elina pun mengambil dimsum dan tiba-tiba terlihat Satya yang datang juga lalu mendekati Elina dengan wajah dinginnya menatap Elina.


"Elina, kamu ada di sini. Mana Andra?" Tanya Satya memandang Elina.

__ADS_1


__ADS_2