
Selama perjalan tak hentinya suara degup jantung Edward itulah yang ada di dalam dadanya.
Dag..
Dig..
Dug...
Tak pernah ia merasakan canggung kepada siapapun pada wanita yang pernah ia temui.
Meski dalam hal ini Edward mengajak Elina bukan pasangan kekasih tapi bagi Edward ini adalah sebuah kencan yang teramat romantis.
Hingga saat itu...
Jalanan yang seharusnya menuju sebuah gedung pernikahan, Edward langsung membawa Elina ke Reso mewah.
Aku rasa aku tak perlu lagi membawa Elina ke tempat pernikahan itu, aku ajak saja langsung ke tempat makan malam romantis, batin Edward.
Edward merasa jika pesta acara pernikahan itu tak penting lagi baginya saat melihat Elina yang sangat cantik dan di berikan kesempatan untuk jalan berdua sayang bila di lewatkan begitu saja, Edward lebih memilih mengajak Elina ke sebuah makan malam romantis.
Elina pun yang merasa sebagai tamu undangan iya-iya saja.
Edward hanya berdalih saja mengajak Elina demi dapat memberikan nilai lebih, padahal dalam hal ini Edward tetap akan memberikan nilai pada Elina sesuai kemampuannya.
Sesampainya...
Hingga sampai di sebuah tempat mewah itu Elina tampak bingung, kenapa berbeda dengan ekspektasi dirinya.
Elina yang mengira akan di bawa ke sebuah gedung pernikahan tapi malah di ajak ke restoran mewah yang dirasa cukup romantis.
"Pak, ini dimana? Siapa pengantinnya. Kok aku malah merasa tidak melihat pengantin di sini" kata Elina yang tampak bingung.
__ADS_1
"Peganglah tangan ku" kata Edward.
"Untuk apa pegangan tangan pak emang, bapak kira kita mau nyebrang"kata Elina bingung.
"Bukan cuma menyebrang kita saling berpegangan tangan, saat kita bersama pun kita harus berpegangan tangan" kata Edward.
Elina pun masih bingung.
Hingga saat itu, Eliana di pegang tangannya oleh Edward begitu terasa melekat. Edward sangat bahagia dapat memegang tangan Elina dengan lembut.
"Pak, ini bukan pesta makan malam diacara pernikahan tapi ini makan malam romantis untuk sepasang kekasih"
"Kalau memang iya kenapa, bukannya tujuan kita sama saja. Yaitu makan..."
"Tapi ini beda gak sesuai pak, saya ingin makanan gubukan yang biasa ada di pesta pernikahan, ada bakso, siomay, dan masih banyak lagi"kata Elina.
"Elina semua masakan sama, nanti kamu bisa ambil dan beli apa saja yang kamu mau setelah ini tapi sementara tetaplah dengan ku"
Hingga saat itu Elina pun di ajak duduk di sebuah meja yang sudah di siapkan dan romantis juga di ada pengiring musik dengan biola yang siap memberikan lagu romantis.
"Elina, aku memang ingin mengajak mu makan malam romantis berdua saja, aku ingin kita menikmati malam ini berdua saja"
"Laaah pak terus acara nikahan sepupu bapak bagaimana?"
"Lupakan, lupakan Elina. Lupakan semua, ingatlah waktu ini hanya untuk kita berdua. Kamu dan aku, mengerti" kata Edward.
Elina masih diam dan tampak bingung, hingga Elina di suguhkan segelas wine yang dirasa minum segelas saja sudah cukup memabukkan.
"Minumlah"
"Tidak aku tidak minum" jelas Elina.
__ADS_1
"Elina aku rasa malam ini ijinkan aku berdansa dengan mu"
"Aku tidak mau" kata Elina.
"Elina nilai kamu loh jadi pertaruhannya, apa salahnya jika berdansa dengan ku" kata Edward.
Hingga tangan Elina pun di pegang erat, kini Edward mengajak Elina berdansa.
"Nikmati saja musiknya, tarulah tangan mu dileher ku" kata Edward.
Hingga tangan Edward menaruh di pinggang Elina dan begitu terasa dekat wajah Edward.
Aku mencintai mu Elina, batin Edward.
"Elina, saat ini permintaan ku hanya satu pada mu" kata Edward yang kali ini tampak tidak canggung lagi.
"Aku mencintai mu, mau kah kamu menjadi kekasih ku"
"Bapak gila"
"Elina ini serius aku tak bohong"
"Pak, sekalipun bapak tampan beruang tidak mungkin aku mencintai suami ku" jelas Elina.
"Elina aku mencintaimu sangat tulus, aku sebenarnya mencintai mu dari awal bertemu. Hanya saja aku terlalu gengsi untuk mengatakannya Karana kamu hanya mahasiswi ku,.. tapi aku tak bisa menahan rasa yang ada. Aku sadar kamu sudah punya suami, tapi... Tapi aku ingin kita bersama, aku tak jadi masalah jika menjadi selingkuhan mu" jelas Edward.
"Pak, tolong waras.. semua tak akan mungkin dan bisa. Carilah wanita yang dirasa cukup baik untuk bapak, wanita diluaran sana banyak yang lebih baik. Permisi" kata Elina berlari pergi.
"Elina jangan pergi, sekali saja kamu pergi jangan harap aku akan baik pada mu" jelas Edward.
Elina pun tidak takut dengan ancaman Edward ia pun berlari cepat meninggalkan pesta makan malam yang dirasa cukup gila. Bagi Elina kesetiaan itu adalah nomer satu dalam rumah tangga, sekali pun Elina tahu suaminya memiliki sifat yang buruk. Tapi Elina tak bisa mengkhianati Andra.
__ADS_1
Elina pun berlari kuat meninggalkan Edward..
Edward pun tidak mau kehilangan cintanya lalu ia pun mengejarnya.