
"Elina dengan siapa kamu kesini" tanya Satya yang tak berkedip melihat Elina yang sangat cantik.
"Permisi Elina datang bersama ku sebaiknya anda minggir" kata Edward yang tidak suka Elina di ganggu oleh siapapun.
"Elina ini kakak ipar ku sebaiknya anda yang minggir" kata Satya ketus.
"Saya tak peduli pada anda, Elina berangkat dengan ku dan dia harus bersama ku..aku bertanggung jawab atas dirinya" kata Edward.
"Saya adalah kakak iparnya saya pun harus bertanggung jawab memastikan bahwa tidak ada pria jahat yang mendekati diri Elina saat ini"kata Satya yang tak suka dirinya di larang mendekati Elina.
Tiba-tiba juga Kanya datang melihat Elina yang berada di tengah antara dua pria tampan yang sedang merebutkan dirinya.
"Ouh rupanya ini kelakuan kakak ipar ku di luar pergi bersama pria lain, lucu sekali. Ini yang kamu sebut sebuah kesetiaan"
"Kanya, aku sudah ijin pada suami ku untuk datang ke pesta malam ini bersama pak Edward. Dan Andra setuju saja" kata Elina.
"Ouh begitu, tapi paling tidak jaga perasaan suami mu sekalipun ia menjawab iya, lagi pula aku tak suka saja di keluarga ku ada yang wanita hidung belang" kata Kanya.
"Terserah kamu mau anggap aku apa" kata Elina.
"Nah sebelum bicara terlalu jauh asal kamu tahu juga, suami mu ini pun ikut mendekati Elina. Lebih baik jaga suami mu sebelum diri mu mengatakan jika elina selingkuh dengan ku, bahwa suami mu pun harus belajar jangan mendekati kakak iparnya sendiri. Lebih baik kamu menjauh" kata Edward pergi menarik Elina.
"Elina lebih baik tidak di sini" kata Edward.
Elina pun pergi menjauh dari Satya.
"Elina banyak makanan yang tersedia tapi jangan makan di dekat dua orang itu. Sekalipun mereka berdua adik dan adik ipar mu. Tapi aku rasa kehadiran mereka tak cukup baik untuk dirimu, tetap bersama ku" kata Edward.
Hingga saat itu dengan raut wajah kesal Satya memperhatikan Elina. Ada rasa cemburu disaat pria lain dapat pergi bersama Elina pada pesta malam itu.
"Satya jangan kamu terus pandang mereka biarkan wanita menyebalkan itu bersama pria yang juga menyebalkan"
"Aku tak mau jika Elina di biarkan dengan pria itu, aku khawatir jika Elina di perlakukan tidak baik oleh pria itu" kata Satya.
"Satya cukup, Andra saja tidak peduli pada Elina kamu pun tak pantas peduli padanya" jelas Kanya.
"Aku tak mau kakak ipar ku sampai jatuh ke tangan pria itu, aku harus memastikan jika Elina baik-baik saja. Tidak peduli jika harus aku yang turun tangan"
"Satya tetap lah di sini dengan ku jangan pergi, Satya ... Satya" kata Kanya penuh penekanan.
Satya pun mendatangi Elina.
"Jangan kamu sentuh Elina di wanita baik-baik"kata Satya lagi.
"Aku tidak menyentuh kenapa kamu balik lagi" kata Edward.
"Elina kamu akan aku temani, maaf aku membuntuti mu aku hanya tidak yakin pada pria ini pasalnya dia walaupun dosen mu. Aku tidak yakin dia baik mana ada dosen mengajak mu ke pesta malam begini" kata Satya.
"Sekarang berikan Elina pilihan dia mau dengan ku atau dengan mu, Elina kamu lebih mau dengan ku atau adik ipar mu yang sok bijak ini" kata Edward.
"Aku sebenarnya tidak milih keduanya tapi karena aku berangkat bersama bapak, saya lebih memilih pak Edward" jelas Elina.
"Sudah jelas kan Elina mau dengan siapa pria seperti anda ke laut saja jangan kepedean" jelas Edward.
Hingga tangan Elina kembali di tarik oleh Edward, untuk jangan dekat dengan Satya.
Tapi Satya tak membiarkan Elina di tangan pria lain.
Sampai saat itu...
Sementara Kanya terlihat kesal melihat Elina yang menjadi pusat perhatian para lelaki.
"Waah itu kakak ipar kamu kan, sepertinya dia dekati oleh pria yang menyukai dirinya termasuk suami mu. Sangat wajar karena dia cantik" jelas seseorang tamu.
Hingga mata Kanya pun menyadari jika Elina memakai gaun milik nya yang pernah ia berikan pada bi Dina.
"Dia cantik malam ini tapi dia memakai gaun ku tak akan ku biarkan dirimu Elina" kata Kanya.
Hingga saat itu Kanya pun menelpon Andra.
"Hallo Andra, kamu ke sini ke pesta pernikahan yoga dan Lydia. Ada istrimu yang menjadi tamu pada pesta pernikahan. Bersama pria lain sepertinya ia selingkuh bahkan lebih parah dia mendekati Satya dari tadi tolong urus istrimu karena aku benci melihat ini" kata Kanya di telepon menelpon Andra.
"Jadi dia pergi bersama pria lain"
"Bukankah kamu sudah tahu, aku pikir dia sudah ijin"kata Kanya.
__ADS_1
"Aku lupa kapan dia mengatakan itu dan aku benci dia jalan dengan pria mana pun, akan aku habisi dia malam ini" kata Andra.
"Lakukanlah apa yang seharusnya kamu lakukan karena Elina sudah menganggu ketentraman hidup ku" kata Kanya di telepon.
Hingga telepon itu pun Andra tutup dengan kesal.
Sementara itu bagi Kanya, Kanya tak mampu membiarkan Elina menarik perhatian suaminya Satya. Jalan satu-satunya adalah memberikan pelajaran pada Elina.
"Dasar perempuan tidak tahu di untung tidak tahu malu, kembalikan gaun yang kamu pakai ini adalah gaun ku" kata Kanya.
"Gaun mu, maaf ini gaun pemberian bi Dina" jelas Elina yang kaget dan tak terima dengan apa yang di katakan oleh kanya.
"Iya ini milik ku" kata Kanya.
Saat itu kebetulan Kanya berdiri dekat kolam.
Dengan cepat dan tak takut, Kanya pun mendorong Elina hingga jatuh ke kolam.
Byurrr......
Blubuk blubuk blubuk
Dan Elina yang tak mampu berenang itu pun nyaris tenggelam.
Hingga...
"Kanya beraninya kamu" kata Satya.
Dengan cepat Satya menolong Elina yang nyaris tenggelam saat itu dan dengan cepat pula menolong Elina yang berada di kolam.
"Elina berikan Elina pada saya, Elina.. Elina apakah kamu baik-baik saja" kata Edward yang mendekap Elina sangat dalam.
Lalu jas Edward pun ia pakaikan ke tubuh Elina yang basah.
Sementara itu Satya menatap Elina dengan keadaan panik melihat Elina yang terlihat lemas dan memejamkan matanya.
Hingga saat itu, wajah Edward sangat dekat dengan Elina dan menatap Elina dalam.
Tiba-tiba Elina membuka mata Elina perlahan.
"Saya akan menghukum diri saya sendiri jika kamu sampai kenapa-kenapa elina" kata Edward yang memeluk Elina.
Sementara itu, Satya terlihat kesal yang melihat Elina di peluk oleh Edward di depan matanya.
Rasanya ingin menghabisi pria itu juga malam ini tapi Satya tahan.
Hingga tangan Satya di tarik pergi oleh Kanya.
"Biarkan dia, biarkan dia" kata Kanya.
Hingga tak lama Andra dengan sorot mata yang tajam melihat Elina berada di tangan seorang pria yang mendekapnya.
"Jangan sentuh istriku!!!!!" Kata Andra dengan suara yang terasa kencang.
"Andra" kata Elina nada lirih melihat sang suami yang datang tiba-tiba.
"Beraninya kau menyentuh istriku, berikan dia pada ku" kata Andra.
Andra pun langsung menarik tubuh Elina dan menggendongnya.
"Mau kamu bawa kemana Elina" tanya Satya.
"Bukan urusan Lo" kata Andra yang membawa Elina dengan gendongan nya dan berjalan kasar membawa Elina pergi.
Hingga saat itu Andra yang terasa emosi mendapati sang istri dalam pelukan pria lain meski dalam kebasahan dan kedinginan membuat hati Andra kesal bukan kepalang.
Andra membawa mobil dengan laju kecepatan tinggi, dan membawa Elina pergi.
Hingga saat itu Satya terlihat marah entah pada Edwar atau pun Kanya.
"Lihat kalian, lihat kelakuan berdua. Hanya memikirkan perasaan kalian saja sekarang Elina sendiri yang menerima ini" kata Satya yang kesal. "Ia pasti akan di marahi oleh suaminya karena kejadian ini" kata Satya kesal dan langsung mengejar Elina yang pergi dibawa oleh suaminya.
Sementara Kanya terlihat menunduk padahal dalam hati tesenyum.
Memang ini yang aku harapkan biar mampus si Elina, batin Kanya.
__ADS_1
Lain hal dengan Edward yang terlihat merasa bersalah dengan semua.
Elina, maafkan aku.. aku tak bermaksud membuat mu menjadi begini aku tak tahu akan jadi seperti ini, batin Edward.
Sementara itu Satya yang berusaha mengejar Elina tak dapat ia kejar, Andra sangat cepat membawa mobil dengan kecepatan tinggi.
Bahkan Satya berulang kali menelpon Elina atau pun Satya tak di angkat.
Satya pun sangat khawatir saat itu.
Dan Andra pun membawa pergi sang istri yang terlihat lemah karena nyaris mati karena tenggelam tak membuat Andra merasa iba sedikit pun pada sang istri.
Bahkan Andra dengan cepat membawa Elina pergi bukan ke rumah melainkan sebuah apartemen pribadi yang ia miliki secara diam-diam.
Hingga saat itu bukan rasa belas kasih dan sayang tapi rasa kesal yang tertanam dalam diri Andra.
"Beraninya kamu pergi dengan pria itu!!!!" Kata Andra yang melempar Elina dengan cara mendorong Elina kasar hingga jatuh ke lantai.
Elina pun terlihat menangis.
"Aku sudah mengatakan pada mu jika aku akan pergi dengan dosen ku, bahkan aku bicara pada mu dan meminta ijin dan kamu menjawab terserah dengan lantang" kata Elina yang terlihat takut pada Andra sambil menjatuhkan air matanya.
Tiba-tiba sebuah tamparan keras di layangkan oleh Andra.
Pllaaakkkkk
Plaaaaakkkk
"Bodoh!!!!!! Bangsat kamu Elina, tidak punya otak. Jika aku jawab terserah bukan berati iya, kamu bisa pikir sendiri mana ada suami yang mau istrinya pergi dengan pria lain mana ada!!!!!" Kata Andra dengan suara kencang dan menatap Elina kesal.
"Maafkan aku Andra mohon maafkan aku, aku minta maaf" kata Elina dengan air mata yang mengalir deras.
Ucapan maaf dari Elina pun tidak di gubris hingga rambut Elina di Jambak secara kasar.
"Maafkan aku Andra, hiks hiks maaf kan aku. Aku hanya ingin makanann gubukan saja tidak lebih, aku merasa jika aku hanya ngidam banyak makanan di sana tidak lebih, aku hanya niat makan saja dan mendapatkan nilai lebih itu saja. Bahkan rasa cinta dan setia ku cuma buat kamu Andra bukan untuk pria manapun aku mohon jangan siksa aku Andra, kamu adalah orang yang paling baik yang pernah aku kenal aku mohon jangan siksa aku" jelas Elina meminta agar Andra tak lagi menyiksa dirinya.
Tapi ucapan Elina di anggap tak penting hingga Elina di siksa dengan cara yang cukup kasar.
Andra terlihat malah pada Elina dan Andra terlihat brutal melakukan kekerasan fisik pada Elina.
Bahkan saat itu kaki kiri Elina di buat patah oleh Andra dengan cara di pukul dengan bangku.
Duuggg....
Duggggg....
Dugg...
Elina berteriak tanpa suara merasakan kesakitan yang teramat pilu yang tengah ia alami.
Tangisan pun ia keluarkan.
Hiks hiks hiks...
Andra sengaja melakukan itu semua agar Elina tidak dapat lagi berjalan normal.
Hingga kaki Elina pun payah dengan apa yang Andra lakukan.
Bahkan hingga saat itu Andra menarik Elina kasar ke dalam kamar mandi dan menyiram Elina dengan air yang paling panas yang ada di shower hingga Elina merasakan kesakitan dengan apa yang dilakukan Andra.
"Panas Andra, panas hentikan aku minta maaf"
Hingga bukan sebuah kepedulian lagi pada Elina, namun andra langsung memukul wajah Elina dan membuat Elina semakin rasakan pilu dan kesakitan.
Elina pun tak banyak melakukan hal lagi selain menangisi dirnya sendiri di pojok kamar mandi merasakan kepiluan di dalam hati.
Padahal dalam hal ini selain nilai yang elina harapkan Elina hanya ingin makanan enak di acara pernikahan di tempat orang kaya raya itu tidak lebih, menatap harus ini yang Elina dapatkan.
Sungguh tak sebanding dengan apa yang Elina dapatkan.
Elina hanya ingin menuruti rasa ngidam elina yang saat ini tengah mengandung, tak lebih tak ada rasa iba atau pun cinta dari Andra.
Sungguh sakit dan bertubi yang Elina rasakan.
Sangatlah sakit...
__ADS_1