Malam Pengantin Mu

Malam Pengantin Mu
Tidak bisa terima


__ADS_3

Malam harinya Satya pun kerumah nya lalu mengambil jas yang saat itu pernah di pakai Elina. Entah mengapa saat ini pikiran Satya masih mengingat wajah Elina yang masih terbayang di dalam ingatannya, sungguh tak habis pikir.


Bahkan saat ini entah mengapa Satya ingin bertemu lagi dengan wanita yang ia anggap bukan siapa-siapanya itu. Ada hal yang tak bisa Satya jelaskan kenapa dirinya begitu peduli pada wanita yang akan menjadi kakak iparnya itu. Sementara kini ada rasa hambar yang terasa pada wanita yang menjadi istrinya, sadar jika sang istri adalah hasil dari perjodohan tapi paling tidak masih lah ada benih cinta yang tertuang walau sekali saja, jika memang Kanya lah wanita yang sudah Satya ambil kegadisan di malam pengantin nya itu.


Satya pun termenung di malam hari saat itu.


.


.


.


Lalu....


Terlihat Elina yang merasa apa yang menimpa dirinya tentang kegadisan yang terenggut karena pria lain yang sudah beristri tak bisa tergantikan dengan uang, atau apapun..meski dalam hal ini ada Andra yang mau menikahi tapi itu bukan lah jalan keadilan untuk Elina. Bagi Elina keadilan yang sebenarnya adalah melaporkan Satya agar ada efek jera pada Satya bahwa apa yang di lakukan adalah hal salah yang sulit untuk di maafkan.


Beberapa saat kemudian, Andra datang tiba-tiba ke rumah kontrakan Elina.


"Mas Andra" ucap Elina menatap Andra.


"Ada apa?" Kata Andra yang menaruh jaketnya di meja dan memandang Elina akan pergi. "Kamu mau kemana?"


"Kamu tak perlu tanggung jawab dengan alasan kamu ingin melindungi ku, aku tidak butuh itu. Aku ingin keadilan" kata Elina yang terlihat dingin dengan kebekuan bercampur dengan sakit hati karena ternoda di saat malam pengantin orang lain.


"Maksudnya?" Kata Andra bingung.


"Kamu pasti tahu, kalau aku di imingi uang oleh keluarga mu, di imingi hutang lunas supaya aku tak bisa lapor polisi, jelas... aku tak bisa terima, sekalipun kamu adalah hadiahnya aku tak bisa terima mas, sebagai wanita aku punya harga diri dan aku berhak menolak itu" kata Elina memejamkan mata merasa sakit.


"Jadi maksud nya bagaimana?"


"Sebaiknya kamu pergi, aku tak minta tanggung jawab darimu dan apapun itu, aku akan melapor kan Satya ke kantor polisi soal kasus dirinya yang sudah menodai ku"kata Elina dengan tegas.


"Tak sebaiknya kamu melapor kita bisa bicarakan baik-baik dan berdamai saja biar kita bisa bersama" kata Andra.


"Aku bukan kamu, permisi aku pergi" kata Elina yang tak menghiraukan Andra sama sekali.


Dengan cepat Elina naik taksi dan meninggalkan Andra baginya keputusan dia tak ingin ada jalan damai.

__ADS_1


Selama perjalanan...


Elina pun membuka matanya lebar-lebar menyadari jika dirinya tidak butuh belas kasihan dari siapapun melainkan yang ia butuh adalah sebuah keadilan, walau dalam hal ini hutang yang ada tetap harus di lunasi.


Elina dengan keberanian cukup kuat melangkahkan kaki nya untuk datang kemana lagi kalau bukan kantor polisi.


Elina merasa jika dirinya bisa benar bernapas lega andai semua yang terjadi sebenernya terungkap karena Elina tidak mau di anggap lemah dan dilecehkan namun diam saja.


Hingga saat itu...


Elina yang baru saja ingin berjalan menuju sebuah kantor polisi, di depan kantor polisi bertemu seseorang dan itu ternyata itu adalah Satya.


Satya memang keluar ingin bertemu Elina namun belum sampai ke tempat Elina Satya melihat seorang wanita yang ternyata dia adalah Elina.


Elina pun bingung seorang pria yang menjadi tersangka dalam kejadian itu ada di depan mata menatap nya dengan senyuma manis.


Bagaimana mungkin pria ini yang akan aku laporkan ke polisi tapi malah dia yang aku temui. Hingga sebuah sapaan yang tak seharusnya di lakukan oleh Satya terdengar lembut saat itu.


"Hay.." ucapnya yang terlihat tesenyum tak seharusnya.


"Ya..." Jawab Elina singkat.


Bagaimana mungkin pria itu yang sudah jelas meniduri ku malah bertanya mau kemana, batin Elina.


"Mau ke kantor polisi" kata Elina lagi.


"Ke kantor polisi tapi untuk apa?" Kata Satya.


Elina pun terdiam saat itu, dirinya tak mungkin mengatakan jika akan ke kantor polisi untuk melaporkan soal Elina yang sudah diperkosa oleh Satya.


"Aku minta maaf soal kemarin, aku tahu mungkin kamu adalah anak pembunuh dari papa ku. Tapi jika dilihat dari wajah mu secara seksama kamu tak mungkin jahat seperti papamu walau dalam hal ini aku masih tidak terima papa ku meninggal karena papamu. Tapi wajah mu kenapa memar seperti ini" kata Satya yang tiba-tiba saja memegang wajah Elina.


"Singkirkan tangan mu aku membenci mu"kata Elina yang enggan melihat Satya.


"Hey kenapa kamu membenci ku seharusnya aku yang benci bukan kamu" kata Satya.


"Kamu harus sadar kamu siapa?" Kata Elina sinis.

__ADS_1


"Apakah karena aku calon adik ipar mu makanya kamu menjaga jarak dengan ku, jika memang iya baiklah"kata Satya.


Hingga tiba-tiba...


"Elina kamu tahu, hingga saat ini aku tidak pernah mencuci jas ku. Karena aku tidak mau wangi mu hilang dari jas itu" kata Satya


"Apakah kamu tidak sadar di mana letak kesalahan mu padaku" kata Elina yang tak habis pikir Satya yang mendatangi Elina seolah tak punya dosa.


"Salah aku, aku tidak salah, dimana letak kesalahan ku" kata Satya.


"Baiklah kamu lihat wajah ku, siapa yang sudah memukul nya. Siapa yang sudah memukul wajah ku ini, siapa yang sudah melakukan di saat malam pertama itu. Siapa!!!!!" Kata Elina berteriak keras marah.


"Maksudnya apa?"


"Yang melakukan semua itu adalah kamu!! Kamu!!! Aku tidak tahan lagi dengan sikap mu yang sok manis tapi kamu tidak tahu dimana letak kesalahan mu sendiri"


Hingga suara yang tak sengaja terdengar itu tanpa disadari datang.


"Elina....!!!!" Teriak suara lantang dan itu adalah Kanya.


Ya saat itu Kanya mengikuti satya dari belakang dan malah saat itu melihat Satya bersama Elina.


"Beraninya kamu mengatakan, beraninya kamu. Padahal dirimu sudah membuat janji bukan pada papa ku" kata Kanya.


"Apa-apaan ini, ada apa? Maksudnya bagaimana?" Kata Satya yang tak mengerti.


Kanya pun marah dan dengab cepat menampar Elina.


"Aku adalah korban keganasan pria brngsk seperti mu!!!"kata Elina.


Plaaakkk...


"Berani kamu mengatakan itu semua" kata Kanya.


"Jelas aku berani karena aku korban dan aku benar" kata Elina.


"Katakan apa yang terjadi"tanya Satya bingung.

__ADS_1


"Asal kamu tahu Satya!!!! Asal kamu tahu saat malam pertama mu, saat malam pertama itu yang kamu tiduri bukanlah Kanya melainkan aku. Dan saat ini yang ingin aku lakukan adalah melapor kan mu kepolisian karena kamu sangat tidak punya hati!'' kata Elina.


Lalu bagiamanakah kisah selanjutnya?


__ADS_2