Malam Pengantin Mu

Malam Pengantin Mu
Ngaca


__ADS_3

Hingga saat itu Elina pun yang tengah hamil hanya bisa menangis sendiri di dalam kamar mandi. Ada perasaan sedih, perih dan tak kuasa menahan semua siksa batin yang di rasa.


Andra yang Elina cinta, nyatanya tak semanis yang pernah Elina harapkan.


Dirinya terlalu anggap Elina tak berharga dan tak berguna. Hingga Elina merasa sedih dengan semua yang terjadi pada dirinya.


Elina pun berdiri dan memakai bajunya rambut yang terasa basah itu, Elina balut dengan handuk.


Dulu ada Oma Sari di rumah ini yang memang ketus dan galak tapi dirinya baik, tapi hal yang Elina ketehui Oma sari sedang pergi ke luar kota.


Elina pun merasa jika di rumah yang Elina tempati Elina kehilangan sosok orang yang baik, meski dalam hal ini masih ada bi Dina yang baik juga tapi tetap saja Elina merasa kehilangan.


Hingga pada akhir Elina pun keluar kamar dengan rambut yang sudah mulai kering.


Seketika saat Elina keluar Elina melihat sesosok ayah mertua dari Elina yang kini berada di hadapan Elina berdiri sejak tadi di depan pintu kamar.


"Kenapa kaki mu" tanya Hendrawan pada Elina dengan tatapan yang tak biasa.


"Tidak apa-apa" jawab Elina singkat sambil menunduk.


"Emm Elina apakah kamu sudah makan?"tanya Hendrawan.


"Belum" jawab Elina singkat.


"Kamu mau makan apa, nanti saya suruh Bi Dina buatkan"kata Hendrawan.


"Tidak perlu pak, tidak perlu"

__ADS_1


"Jangan panggil bapak dong, panggil papa atau mungkin kamu bisa panggilan yang lain"


"Papa? Jangan, saya terlalu kaku untuk memanggil itu" kata Elina.


"Kamu seperti habis menangis" tanya Hendrawan melihat Elina dengan tatapan dalam.


"Emm tidak juga"jawab Elina.


"Jangan bohong, Andra memang seperti itu, keras hati dan sering menyakitkan hati, aku rasa kalau kamu butuh sosok teman curhat tentang perasaan mu saat ini kamu bisa cerita pada ku" kata Hendrawan yang tesenyum menatap Elina dari atas hingga bawah.


"Permisi pak saya mau ambil minum" kata Elina yang memang keluar untuk mengambil minum.


"Tunggu"kata Hendrawan.


"ada apa, pak" tanya Elina bingung.


"Saya suka dengan menantu baik seperti mu, bagaimana kalau kita foto bareng" kata Hendrawan.


"Emang salah saya minta foto bareng sama kamu, jangan sombong jadi orang masa foto bareng aja gak mau kamu kan menantu saya" kata Hendrawan lagi.


"Tapi pak saya tidak mau" tolak Elina.


Hingga saat itu dengan cepat Hendrawan mengambil handphonenya dan berdiri di samping Elina dan berselfi bersama Elina.


"Satu ... Dua.. tiga.... Cis"Kata Hendrawan.


Cekrek..

__ADS_1


"Wah bagus banget, sekali lagi ya" kata Hendrawan yang malah terlihat merangkul Elina.


"Sudah cukup pak, saya tidak suka dengan cara bapak. Saya merasa tidak enak jika di lihat mama Mery" kata Elina.


"Kamu jangan terlalu kaku, kamu jangan ge er aku pun hanya foto saja. Kenapa harus marah?"kata Hendrawan.


Akhirnya Elina pun hanya terdiam.


.


.


.


Saat itu..


Andra tanpa sengaja bertemu dengan Satya di kantor milik keluarga Hendrawan.


Andra yang memang benci dengan Satya pun enggan bertemu Satya.


Tapi Satya terlihat peduli pada Elina, apalagi kejadian terakhir di pesta makan malam itu. Hingga akhirnya Satya menegur Andra.


"Mana Elina?" Tanya Satya dengan sorot mata tajam menatap Andra.


"Ngapain lu tanyain istri gua, hah.. siapa Lo?" Kata Andra.


"Gue gak peduli sekalipun lu suaminya, kalau dia sampai kenapa-kenapa, tetep lu yang gua abisin" kata Satya.

__ADS_1


"Heh? Bangzat jangan sok jadi pahlawan kesiangan, lu gak pantas belain dia, dia punya suami yaitu gue... Sebelum lu atur gua dan kehidupan rumah tangga gua.. mending lu atur dan ngaca dengan kehidupan lu sendiri. Gak pantas lu masuk dalam rumah tangga orang lain, terlebih itu rumah tangga Kaka ipar lu sendiri.. dan hal yang gue benci lagi gua tahu lu cinta kan sama istri gua!! Lu cinta kan? Gak akan gua biarin lu nyakitin adik gue Kanya, apalagi lu sayang dan cinta sama istri gua. Ngaca Lo... Lu itu siapa?" Kata Andra marah.


Andra pun pergi saat itu meninggalkan Satya dengan emosi, Andra merasa jika kehamilan Elina pun adalah kesalahan Satya.


__ADS_2