
Tak mudah bagi Kanya memberitahu yang sebenernya pada Elina soal kehamilan pada Elina saat ini apalagi saat ia tahu bahwa Elina hamil anak Satya.. Hingga saat itu Kanya pun tak bilang yang sebenernya terjadi.
Saat Elina membuka mata perlahan dia pun mulai menyadari jika dirinya berada di rumah sakit.
"Aku dimana?" Tanya Elina menatap kiri dan kanan.
"Di rumah sakit" kata Kanya singkat. "Ayo kita pulang"
"Aku kenapa?" Tanya Elina bingung.
"Kamu gak kenapa-kenapa cuma masuk angin" jawab Kanya
"Oh" jawab Elina singkat.
Akhirnya Kanya pun membawa Elina pulang saat itu, dalam kondisi dirinya tak tahu jika sebenernya hamil.
Kanya pun enggan membuka mulutnya saat itu, hingga dirinya lebih baik menutup semua hal yang ada, dan jangan sampai Satya tahu.
Hingga..
__ADS_1
Waktu berlalu sesuai perputaran waktu yang ada, tepat hari dimana Elina mempersiapkan semua segala keperluan pernikahannya.
Berharap tak kekurangan sesuatu apapun.
Elina beruntung dapat memiliki suami yang saat ini mampu menerimanya apadanya walau dalam hal ini Elina sudah tak gadis lagi.
Elina pandang wajah pria yang saat ini akan mengucapkan ijab dan kabul.
Terlihat tampan dan sangat gagah. Ada perasaan bahagia serta rasa cinta yang dalam tapi ada juga kesedihan yang saat ini Elina rasakan.
Dimana rasa sedih itu tak ada lagi kedua orangtua Elina yang telah tiada. Andaikan keduanya masih ada, Elina sangat bahagia tak tidak terkira.
Elina berharap jika kedua orangtuanya yang telah lebih dulu di panggil tuhan dapat memberikan restunya walau dari jauh. Air mata Elina jatuh perlahan mana kala rasa sedih sangat terasa.
Elina tak meminta apapun dalam hidup ini, selain kebahagiaan yang Elina mau.
Meski dalam hal ini begitu banyak kejadian yang tak bisa dimaafkan tapi Elina berusaha menutupi semua yang telah terjadi.
Hingga saat itu Elina mendapati sebuah kabar saat acara bahwa Satya kecelakaan mobil. Mobilnya masuk kedalam jurang, Elina pun kaget bukan kepalang saat mendengar berita yang begitu mengejutkan di tengah kebahagiaan.
__ADS_1
Memang saat itu Satya tak hadir karena dirinya memiliki tugas kantor, tapi berita itu cukup mengejutkan di tengah kebahagiaan yang ada. Hingga saat itu, seluruh keluarga yang hadir pun harus merasakan kesedihan yang teras pilu.
Elina pun tak menyangka pria itu, pria itu yang sudah mengambil kegadisan Elina harus mendapatkan sebuah kejadian buruk..
Hingga dalam keadaan itu Kanya pun terlihat biasa saja, tak ada aura kesedihan yang terlihat padahal dalam hal ini suaminya yang mengalami kecelakaan.
namun satu sisi..
Elina pun jadi merasa bersalah di moment bahagia nya harus ada hal buruk menimpa seseorang.
Hingga kabar terbaru yang Elina tahu adalah Satya mengalami koma dan hingga saat ini belum sadar.
"Bagiamana ini?" tanya Elina yang merasa tak enak hati di hari bahagia nya malah mendapati hal yang tak terduga.
"tenang lah semua akan baik-baik saja" kata Andra.
seketika Elina pun menyempatkan diri untuk datang melihat Satya. Elina yang saat itu setelah acara menyempatkan waktunya melihat Satya yang terbaring di rumah sakit, Elina datang menyempatkan diri untuk ke rumah sakit dan hanya memandang dari kejauhan lalu menatap dengan tatapan sayu.
dirinya bingung antara sedih atau kah bahagia melihat Satya yang terbaring saat itu.
__ADS_1
Apakah Elina harus bahagia karena seolah Satya sudah mendapatkan karmanya, tapi satu sisi Elina tak sanggup melihat seseorang kesakitan antara hidup dan matinya saat ini.
Elina pun memejamkan mata dan memegang dadanya terasa sesak.