Malam Pengantin Mu

Malam Pengantin Mu
Jangan urusi pernikahan ku


__ADS_3

Elina pun terbangun di pagi hari menata hari agar lebih baik lagi, kemudian dirinya merapihkan diri mempersiapkan segala kebutuhannya termasuk dalam hal ini Elina harus bersiap diri untuk berangkat kuliah karena sudah hampir dua Minggu dirinya tidak berangkat kuliah.


Akibat kasus dirinya yang di tiduri oleh Satya saat itu membuat Elina menutup diri untuk menyembuhkan luka. Walau sampai kapan pun tak akan pernah bisa sembuh.


Apalagi setelahnya ada pemukulan yang membuat Elina harus absen beberapa hari.


Elina pun bangkit dan melihat uang yang di berikan dari Kanya saat itu. Elina menatap uang yang ada di lemari senilai dua puluh juta yang di berikan oleh Kanya saat itu, ada rasa kebencian di dalam uang yang Kanya simpan.


Tapi uang itu akan Elina gunakan untuk membayar hutang yang jumlahnya masih milyaran rupiah. Jauh dari kata lunas memang, tapi Elina akan gunakan uang itu untuk membayarnya.


Terasa sulit bagi Elina membiarkan diri melunasi hutang yang ternyata sungguh banyak di tempuh jalur mana saja...


Terkadang kalau di pikir, dalam batin Elina sendiri.


Apakah Elina harus datang ke gunung gunung untuk pergi berguru dan bertapa agar cepat kaya raya agar lunas yakni dengan cara pesugihan seperti di film-film, ataukah melakukan hal haram lain seperti mencuri agar mendapat uang secara instan tapi kenyataannya yang ada Elina tak mau melakukan hal semua itu. Karena semua itu adalah hal yang haram untuk dilakukan. Dan dosa....


Elina meremas kepalanya yang serasa mau pecah itu, harus terbagi dengan masalah yang ada.


Hingga Elina pun menggelengkan kepala dan mengehela napas berat saat hutang harus di bayar dengan uang.


Lalu


Elina pun kembali menatap diri dengan tatapan kosong, antara terima dan tidak terima tapi inilah kenyataannya.


.


.


.


Lalu Elina pun mengambil tas kuliahnya, dan siap berangkat dengan naik angkutan umum saja.


Di dalam angkutan umum Elina terlihat melamun.


Hingga saat itu Elina mengingat semua kejadian yang di rasa cukup berati yaitu tentang pernikahan.


Seketika Elina teringat jika dirinya akan segera di nikahi oleh Andra dalam waktu dekat, tapi hingga saat ini Elina merasa sedih pernikahan yang seharusnya ada pesta tapi semua akan dilakukan sangat sederhana.

__ADS_1


Sungguh di luar dugaan Elina yang notabene dulunya anak kaya raya dan terhormat, kini tinggal kenangan dan cerita saja.


sadar...


kekayaan itu bukan sebuah ilmu paten yang bisa di miliki selamanya, semua bisa berputar sesuai takdir.


Elina pun kembali menghela napas, Elina mengambil positifnya saja mungkin Andra ingin menikah secara sederhana saja, karena Elina sadar diri Elina adalah sebatang kara mana mungkin memiliki persiapan yang matang untuk mempersiapkan pernikahan.


Terlebih jika menikah dengan keadaan banyak hutang akan serba salah, Elina pun terima saja dengan semua yang Andra inginkan, Karena mungkin itulah yang terbaik.


Hingga saat itu...


Elina yang siap berangkat tiba-tiba mendengar suara handphone dan ternyata itu adalah Andra memberi sebuah pesan.


Dengan senyum Elina membaca sebuah pesan singkat dari Andra.


'Pulang kuliah aku akan jemput, kamu tunggu di tempat biasa'


Elina semakin merasa bahagia, Karena Andra mengatakan dalam pesan itu jika Elina pulang kuliah nanti Andra akan menjemput, Elina sungguh senang karena Andra masih lah perhatian pada dirinya..


Perhatian dan semua kebaikan yang Andra berikan itu adalah semangat untuk Elina menjalani hari.


.


.


.


Sementara itu terlihat Andra yang sedang sarapan pagi bersama keluarga.


Didalam makan bersama terlihat keluarga berkumpul bersama, termasuk Satya. Andra pun menatap Satya dengan tatapan diingin.


Andra tak pernah menyangka jika pria yang menjadi adik iparnya itu justru yang harus mengambil kegadisan sang kekasih.


Dan kini Andra lah yang harus menerima wanita bekas adik iparnya sendiri.


"Ku dengar kakak akan menikah" Tanya Satya yang berusaha membuka obrolan di tengah makan bersama.

__ADS_1


"Iya sebulan lagi"jawab Andra.


"Kenapa begitu cepat" tanya Mery sang mama.


"Biarkan cepat buat apa dilama-lamain sama saja kan" jawab Andra.


"Persiapannya sudah sampai mana kak? Apakah sudah matang" Tanya Satya perhatian pada pernikahan sang kakak iparnya.


"Tak perlu sampai kamu tanyakan kan! yang mau nikah saya, yang mau menjalani saya kenapa kamu yang repot" kata Andra.


"Ya aku hanya bertanya saja" kata Satya.


"Sudah sampai niat saja, semua akan di lakukan secara sederhana" kata Andra singkat.


"Iya buat apa juga di lakukan mewah yang penting kan nikah masih mending Andra mau menikahi Elina" sahut Hendrawan.


Satya tak pernah menyangka seorang putra dari keluarga Hendrawan yang kaya raya memilih menikah secara sederhana.


"Apakah kamu sudah melamar Elina, bertemu kedua keluarga untuk mengbrol soal pernikahan. emm.. sorry aku hanya bertanya saja siapa tahu kakak butuh bantuan untuk acara pernikahan Kakak nanti" tanya Satya lagi.


"Buat apa aku melamar dia, dia tak punya keluarga. Keluarga siapa yang aku temui, tak perlu pakai lamaran segala. Dia juga udah paham saya akan nikahi"kata Andra ketus.


"Sayang, sudah lah kamu gak usah pusing memberikan bantuan ini itu, biarkan itu menjadi urusan Andra dan pacarnya" ucap Kanya memegang bahu sang suami.


"Baiklah" kata Satya.


"Jadi pernikahan mu akan dilakukan dimana?" Tanya Hendrawan.


"Di rumah ini, hanya akad saja. Setelah itu selesai, tak ada pesta, tak perlu daftar KUA dan tak perlu hiasan apapun. Cukup akad dan selesai" jelas Satya.


"Baiklah, terserah itu lebih bagus" kata Hendrawan yang tahu Elina dari kalangan keluarga miskin, terasa malu dan enggan bila harus mengakui dirinya.


"Kakak menikah dengan orang yang kakak cintai, kalau bisa berikanlah kesan pada pernikahan yang mungkin itu menjadi seumur sehidup sekali untuk kakak dan Elina, saya rasa tidak ada salahnya"kata Satya.


"Aku tak mau diatur oleh mu" kata Andra pergi. "Lebih baik kamu atur hidup mu sendiri, jangan atur hidup saya, paham"


"Satya sudah lah, kak Andra mungkin moodnya sedang tidak baik, kita makan bersama saja ya. Jangan urus Andra" kata Kanya yang takut jika rahasianya terbongkar, jika terus memancing obrolan antara diri Andra dan Satya, bahwa Satya pernah meniduri Elina di malam pertamanya.

__ADS_1


Karena saat ini Satya merasa dirinya tak meniduri Elina, itu semua karena pengakuan Elina sendiri yang sebenernya mendapat berbagai ancaman dari keluarga Hendrawan untuk menutupi semua.


__ADS_2