Malam Pengantin Mu

Malam Pengantin Mu
Jangan memperpanjang masalah


__ADS_3

Ucapan Elina membuat Satya antara percaya tidak percaya mendengar semua yang ia dengar, baginya semua seperti mimpi.


Apakah mungkin wanita yang ia tiduri saat itu adalah benar Elina adanya, tapi bagaimana bisa dan mungkin.


"Jelaskan bagaimana aku meniduri mu?" Kata Satya mempertanyakan itu semua.


"Saat malam itu, saat malam itu kamu meniduri bahkan saat kamu mabuk dengan mudahnya sangat mudah bukan ingatkah kamu" kata Elina menatap Satya tajam dengan perasaan yang emosi.


Hingga saat itu dengan cepat Elina di tarik oleh Andra agar tidak melanjutkan ucapan yang sedang terasa panas itu.


"Ayo pergi dari sini, ayo!!" kata Andra menarik tangan Elina keras dan kasar.


"Tidak, tidak akan. Aku harus menjelaskan semua pada pria brengssek ini" kata Elina.


Lalu Kanya pun menarik tangan suaminya untuk pulang. Suaminya hanya terdiam tak bergeming.


"Jangan tarik tangan ku, aku ingin bicara pada wanita ini"


"Percuma saja, dia hanya dusta. Hanya penuh dusta" kata Kanya.


"Baiklah kalau kamu mau aku pergi, aku akan pergi dan aku akan datangi saja kantor polisi lalu aku akan jelaskan di sana, bagaimana pria ini sudah merenggut kehormatan ku dengan sadid" kata Elina berjalan cepat dan beranjak pergi.


Elina pun pergi meninggalkan satya dan Andra saat itu. melangkah kan kaki menuju kantor polisi.


Sementara Satya hanya terdiam seperti orang bodoh yang bingung pada situasi yang tak ingat dengan jelas. Satya bingung sendiri mabuk saat itu membuat diri nya tidak mengingat pasti apa yang sebenernya terjadi.

__ADS_1


Hingga saat itu Kanya menarik tangan Satya untuk pulang. Dan Satya pun pulang.


Sementara itu..


Dengan cepat Andra pun menarik tangan dan menangkap tubuh Elina kuat agar diri Elina pulang dan tak memperpanjang masalah yang ada.


Breg...


"Ayo kita pulang, ayoo kita pulang" kata Andra.


Saat itu Andra pun menarik tubuh Elina Elina kasar untuk masuk ke dalam mobil. Sungguh Elina tak habis pikir dengan apa yang Andra lakukan saat itu. Kenapa semua memihak orang yang bersalah sementara diri Elina seperti sulit mengatakan yang sebenarnya terjadi padahal dalam hal ini Elina hanya ingin adanya keadilan saja tidak lebih.


Dengan cepat Elina memukul lengan Andra.


Buggghhhh....


"Sudah aku katakan semua bisa di bicarakan baik-baik, kita bisa ambil jalan tengahnya" kata Andra.


"jalan tengah untuk siapa? untuk kamu dan bukan aku. hah? jalan tengah yang menjatuhkan harga diriku tidak kamu sadar itu Andra. Mana pembelaan mu sebagai pria mana!"kata Elina.


Hingga dalam perjalanan sebuah kecupan bibir itu pun mendarat secepat kilat.


Cup...


"Seperti inilah tidak maunya aku kamu diketahui telah di tiduri oleh Satya. Aku hanya ingin kamu menjadi pasangan ku saja bukan Satya"kata Satya.

__ADS_1


Elina terdiam kaget saat dirinya mendapat kecupan yang tak terduga itu pada bibirnya.


"Elina, berjanjilah untuk tetap bersama ku. Karena aku akan tetap bersama mu, kamu akan tetap memilih ku kan tidak akan memilih Satya apapun terjadi" kata Andra.


Seketika Elina pun mengangguk saja. meski dalam hal ini Elina hampir gila dengan sikap semua orang.


Elina pun sejenak terdiam dan tidak seperti cacing kepanasan lagi, meski dirinya masih emosi.


"Kamu bayangkan Elina, seandainya saja jika aku menjadi Satya, dan kamu adalah calon kakak ipar ku. Dengan sengaja atau tidak aku menidurimu apakah tidak akan gempar. Satya adalah pria terkenal banyak orang tahu siapa dia, bagaimana keadaan jika seperti itu, yang di serang nanti adalah kamu juga oleh keluarga Satya. Tidak akan kamu tenang setelah kamu menjebloskan ke penjara. Asal kamu tahu papanya Satya meski sudah meninggal dirinya dulu seorang mafia yang kejam dan aku yakin hidup mu tak akan tenang setelah ini. Bisa saja mami Satya dendam dengan mu justru kamulah yang akan di jebloskan ke penjara atau mungkin di bunuh dengan cara yang sadis" kata Andra.


Seketika terasa pilu dan ada tangisan tipis-tipis yang terasa lirih itu pun terdengar, Elina tanpa terasa menangis. Dirinya mengapa sulit mendapat apa yang paling ia inginkan yaitu keadilan sulit.


"Mengapa sulit untuk ku, mengapa sulit. Ucapan mu sungguh membuat ku takut, huhuhuhu. Kenapa berat kenapa berat" kata Elina menangis.


"Itu sebabnya jadilah wanita yang manis dan anggap saja itu tak pernah terjadi"kata Andra mendekap Elina.


Elina menatap Andra


"Tapi aku sudah tak gadis lagi Andra, aku sudah kehilangan kegadisan ku. Aku sudah tak suci lagi" kata Elina.


"Sayang, dengar kan aku ingatlah apapun keadaan mu, bagaimana pun kondisi mu. Aku akan tetap ada untuk mu, aku tidak peduli kamu masih suci atau tidak, mau bagaimana pun kamu aku terima" kata Andra.


Dan Elina pun menangis dalam pelukan Andra saat itu, merasakan hari yang terluka perih mengapa dirinya begitu lemah bahkan seolah sulit menunjuk keadilan untuk dirinya yang saat ini menjadi korban.


huhuhuhuhu..

__ADS_1


Dan Elina pun baru saja tahu jika papa dari Satya adalah seorang mafia, apakah itu sebabnya Febrian papanya Elina membunuh papanya Satya. jika iya mengapa dirinya begitu berani membunuh seorang mafia, batin Elina.


__ADS_2