Malam Pengantin Mu

Malam Pengantin Mu
Anggap semua tak terjadi


__ADS_3

Elina membuka mata secara perlahan menyadari akan hidup pahit yang kini tengah ia alami. Tubuh yang terlihat berantakan banyak luka di wajah serta tubuhnya.


Menandakan dirinya yang sudah rapuh semakin di buat rapuh oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.


Trauma...


rasa trauma..


rasa itulah yang Elina tengah alami.


meski begitu..


Elina pun tetap berusaha bangkit dari tubuh yang masih tergeletak di lantai.


Hingga dirinya pun berjalan sempoyongan dan berjalan namun secara perlahan lalu duduk di atas kursi dan bercermin melihat wajah diri yang kini babak belur.


Elina menatap dengan tatapan kosong, saat melihat dirinya. ada perasaan perih dan tekanan batin yang Elina rasakan.


Elina pun berulang kali mengingat ucapan Kanya tentang Elina yang menjaga rahasia dirinya yang telah ternoda itu. Sungguh kini rasa takut itu bukan hanya karena kejadian saat malam itu, tapi rasa takut Elina untuk bercerita soal dirinya yang tengah terluka.


Sikap dan sifat nekat Kanya membuat Elina merasakan betapa kecil nya Elina dan tak ada harga nya.


Elina takut jika Kanya memukuli Elina lagi, terlebih foto diri Elina yang sebuah ancaman yang tidak bisa di anggap enteng.

__ADS_1


kenapa semua orang memanfaat keadaan rumit ini.


"huhuhuhu"


Elina pun kembali menarik napas secara perlahan.


"Baiklah jika itu maunya aku akan ikuti, aku akan ikuti maunya, aku akan lupakan semua kejadian yang pernah menimpa ku, akan ku lupakan bahwa aku pernah tidur dengan pria itu. malam pertama itu tak pernah terjadi tak pernah terjadi Elina. camkan itu dalam hati mu mulai sekarang , huhuhuhu" ucap Elina yang menatap diri di depan cermin tanpa dengan air mata jatuh di pipi.


"Aku akan lupakan semuanya, bahwa kejadian malam itu hanyalah mimpi buruk saja, tak pernah ada dan tak pernah nyata hiks hiks hiks" kata Elina menangis sambil mengusap tubuhnya yang merasakan perih sekaligus membenci semuanya yang terjadi.


"Elina maaf kan diri mu ini yang tak mampu membela mu, aku begini bukan aku membenci diri ku sendiri tapi betapa ketidak sanggupan ku membela diriku di atas hidup orang lain. Elina, kamu harus bisa menjalani ini semua dan anggap semua tak terjadi apa-apa. Ya anggap semua tak terjadi, anggap semua tak terjadi, anggap semua tak terjadi" kata Elina yang berulang kali mengatakan hal yang sama dan l lalu tanpa memukul sebuah kaca dengan alat makeupnya di meja dan..


Praaangg......


Tangisan yang dalam itu Elina luapkan betapa dirinya sangat emosi jiwa pada semua yang terjadi.


Elina pun menutup wajahnya dengan kedua tangan lalu menangis lebih dalam..


Ya.. menangis sangat dalam dan seorang diri.


Hingga saat itu Elina pun memutuskan untuk mandi, lalu masuk ke kamar mandi. didalam kamar pun masih tampak cermin yang terpampang dalam urusan cermin Elina memang memiliki tiga cermin di ruangannya, satu di kamar mandi, satu di ruang tamu dan satu di meja rias.


Di dalam kamar mandi Elina pun menatap tubuhnya terutama punggung yang membiru karena sebuah tendangan yang cukup keras kepada punggung Elina

__ADS_1


sungguh miris!!!


Elina pun mandi dan menyiram tubuh dengan air, betapa perih luka yang saat ini Elina tengah rasakan. Hingga Elina tak sanggup menyentuh wajahnya sendiri karena terasa bengkak dan perih.


Elina merenung dan kembali menatap diri di cermin.


Kanya adalah calon adik ipar ku, aku tak mengerti karena cinta ataukah harta sehingga dia tega kepada ku. Salahku dimana, salah ku apa, huhuhuhu hiks Aku tidak akan bisa menerima keadaan hidupku yang seperti ini, calon bapak mertua yang tidak baik padaku, adik ipar yang menganiaya diri ku seperti ini. Aku sungguh tak bisa hidup seperti ini, aku tahu Andra baik padaku bahkan dia membiayai ku kuliah dan memberikan ku uang untuk kebutuhan ku, tapi .. aku tak mau hidup seperti ini. Mungkin aku akan meminta putus darinya, ya itu jalan satu-satunya agar aku bisa terlepas dari jerat hidup seperti ini. aku akan pergi setelah ini, pergi entah kemana asal aku tidak lagi di perlakukan seperti ini. Dan melupakan bagiamana Satya yang telah meniduri ku, ku harap aku bisa lupa dan menjalani hari ku dengan lebih baik, hiks hiks hiks, batin Elina menatap diri di depan cermin.


Hingga saat itu Elina pun selesai mandi dan lalu merapihkan uang yang berserakan. Lalu Elina taruh di dalam lemari


Elina berusaha tetap bangkit saat itu walau hatinya tak baik baik saja. Hingga setelah itu Elina pun termenung dan terdiam sendiri menatap lurus namun dengan tatapan kosong.


Dirinya sudah hampir gila mengahadapi hidup yang pernah derita.


Hingga beberapa saat kemudian saat itu...


Ceklek..


Seorang membuka pintu perlahan dan itu adalah Andra.


"Andra" kata Elina menatap Andra yang baru saja datang.


Andra pun kaget melihat wajah Elina yang memar dan bengkak.

__ADS_1


__ADS_2