Malam Pengantin Mu

Malam Pengantin Mu
Melihat dari kejauhan


__ADS_3

Hingga saat itu malam terasa dingin hujan deras kala malam itu, terlihat Satya yang tertidur di sebuah ranjang bersama sang istri yaitu Kanya. Hanya saja ada perasaan yang menggantung saat itu, meski dirinya telah menikah ada perasaan yang menggantung yang tengah ia rasakan.


Bimbang...


Saat malam pertama itu mengapa mudah bagi Satya meniduri Kanya namun saat ia sadar seolah sulit.


Hingga Satya lebih memilih tidur dan memejamkan mata. Tapi dalam tidur Satya bermimpi tentang seorang wanita yang dirasa harus ia lupakan namun hadir di dalam mimpi yaitu Elina.


Dalam mimpi Elina menangis meronta dan meminta tolong, ada sebuah tangan yang ingin menolongnya tapi Elina tak ia gapai hingga tangan Satya yang secara tiba-tiba mengulurkan sebuah tangan pada Elina yang tengah menangis di tengah jalan dalam gelap malam.


Namun Elina yang menangis berlalu pergi dan mengabaikan uluran tangan dari Satya.


Hingga sebuah teriakan tanpa Satya sadari memanggil sebuah nama yaitu...


"Elina" kata itulah yang terucap tanpa Satya sadari sama sekali.


Satya pun menarik napas, tak mengerti mengapa dirinya memimpikan sesosok wanita yang bukan lah siapapun dari dirinya. Hingga saat itu Satya meninggalkan kamar masih ada sang istri yang tengah tidur.


Satya pun melihat ke arah luar memandang foto keluarga melihat sang ayah yang telah almarhum karena kasus pembunuhan.


Di dalam hati terdalam Satya tak akan pernah bisa memaafkan orang yang telah membunuh papanya tapi satu sisi seketika hati Satya merasa bersalah jika menyalahkan Elina yang tidak mengerti soal apapun atas kasus pembunuhan itu.


Dulu papa Satya yaitu Adiawan sangat beteman baik dengan ayah dari Elina, bahkan saat Elina ulang tahun di usia yang ke dua tahun Satya ingat dirinya datang untuk menghadiri pesta yang dilakukan cukup mewah itu, Satya yang sudah berumur 12 tahun saat Elina 2 tahun malu menghadari ulang tahun yang Satya anggap bayi itu ternyata kini tumbuh besar dan cantik.


Andai tidak ada tembok besar yaitu kasus pembunuhan yang ada, tak akan ada tembok besar yang di bangun oleh Satya untuk tidak mengenal Elina lagi.


Tapi jangankan untuk kenal, untuk melihat saja Satya terasa enggan.

__ADS_1


Namun mimpi yang tiba-tiba saja terjadi saat itu, Satya teringat Elina yang sangat seksi di malam ulang tahun ibu mertuanya.


Keesokan harinya...


Hingga saat pagi itu, Satya berangkat ke kantor dengan mobil BMW yang cukup mewah dan mahal. Dirinya menyusuri jalan yang terasa lenggang kali ini, hingga pikirannya saat ini terfokus pada pernikahan nya yang baru berjalan tiga hari namun sudah terasa hambar. Semua terasa dingin, jika di awal pernikahan semua terasa hangatnya beda hal yang Satya kini tengah rasakan.


Yaitu perasaan dingin Satya yang semakin terasa pada wanita yang saat ini menjadi istrinya.


Satya tahu jika dirinya kaya raya tapi ucapan Kanya tak jauh tentang uang dan uang saja. Perihal berbelanja apa yang ia suka dan fasilitas yang ia pinta.


Bahkan saat ini ia meminta mobil baru dengan harga fantastis.


Satya tahu dirinya kaya raya hanya saja terlalu miris jika Kanya hanya membicarakan cinta dan melupakan cinta.


Hingga saat itu Satya tersenyum saat takdir menjadi orang kaya membuat dirinya seperti orang bodoh mudah di minati namun sulit untuk di cintai utuh.


Lalu Satya pun turun dari mobil yang saat itu Satya kendarai dan berhenti di sebuah toko bunga yang dirasa sangat indah dan sedap di pandang mata.


Namun ada satu ikat bunga yang Satya juga ingin berikan yaitu kepada Elina.


Setiap wanita suka bunga dan Satya yakin, memeberikan bunga tak selalu mencintai dirinya hanya bentuk hadiah yang di rasa cukup indah.


Hingga dirinya saat itu membeikan bunga diam-diam kepada sang istri yaitu Kanya.


Satya memutar balikan mobil nya dan membawa bunga kepada Kanya.


Satya menekan bel secara perlahan lalu menaruh bunga itu di depan rumah.

__ADS_1


Lalu Kanya bersembunyi agar tidak dilihat oleh Kanya.


Saat itu tak lama Kanya pun keluar dan melihat seikat bunga mawar putih lalu....


"Dari siapa bunga ini" kata Kanya bingung.


Saat itu yang saat Satya lihat wajah Kanya sangat datar dan biasa saja hingga dirinya hanya membawa bunga itu lalu...


"Bi ada bunga entah dari siapa ini buat bibi aja"


"Bunga non"


"Iya"


"Loh ini buat non kan"


"Saya tahu, cuma bunga buat apa nanti juga jadi sampah" kata Kanya pergi.


Hingga apa yang di kira menjadi kebahagiaan untuk Kanya menjadi hal luar biasa tapi ternyata biasa saja.


Hingga saat itu dirinya pun pergi ketempat Elina yaitu kontrakan rumahnnya. Rumahnya terlihat rapat dan terkunci hingga saat itu diam diam juga Satya menaruh bunga di depan rumah dan menatap rumah Elina dari kejauhan. Hingga Elina pun membuka pintu dan melihat sebuah bunga yang tiba-tiba saja ada di depan rumahnya.


Hingga Elina keluar dan terlihat bingung siapa yang memberikan bunga itu, dan dengan perasaan sedih dan wajah yang masih memar Elina memeluk bunga itu dengan air mata. Merasa terharu siapa yang sudah menghibur dirinya di kala saat sepi dan lara.


Terlihat senyum tipis dan air mata yang Elina yang terjatuh tanpa terasa.


"Dia menangis menerima bunga itu, apakah dia terharu atau kah sedih. Kalau memang sedih Lalu kenapa siapa yang membuat dirinya sedih, wajah itu mengapa memar apakah dia sehabis berkelahi tapi dengan siapa?" Kata Satya dari kejauhan melihat Elina.

__ADS_1


Satya yang ingin menghampiri Elina hanya melihat dari kejauhan.


Elina ada apa dengan mu? Apa yang sebenernya terjadi batin Satya.


__ADS_2