
Lalu dengan cepat Elina pun memberikan sebuah pesan singkat kepada Andra agar jangan pernah Hendrawan menjemput Elina, karena Elina tahu Hendrawan yaitu papanya Andra sama seperti Bowo yang sama-sama punya sifat yang seperti itu, hingga Elina merasa apa yang di lakukan mereka itu terasa menyebalkan.
Hingga saat malam harinya Andra pun meminta Elina untuk datang ke sebuah taman, taman itu memang tidak jauh dari kontrakan Elina hingga saat itu mudah saja Elina untuk datang kesana.
Dengan jalan kaki pun bisa sampai untuk ke taman itu, taman yang Andra pinta untuk Elina datangi adalah memang taman yang indah ada air mancur di sana. Sangat romantis dan terasa cocok untuk orang pacaran. Elina yang bosan di rumah itu pun kesana.
Lalu sesampainya di sana Elina pun duduk sambil menatap air mancur yang menari indah di depan mata tidak cukup besar tapi cukup memanjakan mata saat melihat nya.
Hingga saat itu Andra datang melihat Elina yang tengah duduk sendiri.
"Kenapa kamu tidak mau dijemput oleh papa ku" tanya Andra.
"Andra kamu sudah datang" kata Elina.
"Iya"jawab Andra singkat.
"Papa mu itu sungguh keterlaluan, mana mungkin dia melakukan itu?"kata Elina.
"Mana mungkin apa?" Tanya Andra yang akhir nya duduk disamping Elina.
"Dia mengajak aku ke hotel"kata Elina
"Untuk apa?"
"Cek in lalu apalagi" ucap Elina merasa kesal.
"Elina, kamu jangan bicara sembarangan tentang papaku mana mungkin dia seperti itu, dia tak mungkin mau. Jika dia mau dia bisa saja dengan wanita yang ia mau dan bukan kamu, kamu jangan mengarang cerita"kata Andra.
"Ya terserah kamu, intinya aku gak bohong"jelas Elina.
"Baiklah anggap saja papaku khilaf melakukan itu pada mu, aku minta maaf atas nama papamu, aku sedang lelah berdebat dengan mu, kamu tahu, kita akan segera menikah. Hindari perdebatan yang menurut ku malah semakin membuat renggang hubungan kita, dan setelah ini aku akan beritahu padanya agar lebih menjaga sikap pada calon menantunya" kata Andra.
Sebetulnya Elina masih kesal tapi Elina berusaha untuk meredam emosi nya kali ini.
Tiba-tiba tangan Andra memegang tangan Elina saat itu.
"Elina aku mencintaimu walau mungkin sebenernya aku masih merasa kesal dengan kejadian yang menimpa mu yaitu saat kamu di tiduri oleh Satya berat untuk aa terima. Tapi ingat lah Elina, saat ini hanya kamu yang ada di hati ku" kata Andra.
"Aku sebenernya ingin merasakan malam pengantin dengan mu Elina" kata Andra.
"Apakah kamu menerima diriku yang sudah tak gadis lagi" kata Elina.
"Dalam hidup tak pernah aku berpacaran sekalipun dengan wanita yang masih gadis, tidak pernah. Rata-rata dari mereka sudah merasakan yang namanya bercinta, lalu dengan alasan apa aku menolak mu. Walau dalam hal ini aku terkadang kesal bila ingat semua, aku kesal kenapa harus Satya. Tapi aku mencintai mu..." Kata Satya.
Elina pun tesenyum, memang sifat Andra yang manis inilah yang membuat Elina cinta.
Lalu Satya dan Elina pun berjalan keliling taman sambil mengobrol dan berpegangan tangan.
__ADS_1
"Elina kamu tahu adik ku saat ini tengah hamil, sebentar akan ada anggota baru di keluarga ku" kata Andra.
"Ha-hamil" kata Elina kaget.
"Iya dia tengah hamil anak Satya saat ini, kandungannya pun sangat lah masih kecil mungkin baru telat sekitar kurang lebih satu Minggu" kata Andra.
Sejenak Elina termenung dan kaget saat itu mengingat dirinya yang saat ini pun belum datang bulan.
Tapi Elina berusaha berfikir positif bahwa semua akan baik-baik saja. Mengingat dirinya memang sering tak beraturan jika datang bulan.
Elina pun menghela napas dan berharap Semua akan baik-baik saja.
"Elina kamu kenapa?" Tanya Andra yang melihat Elina mematung.
"Oh tidak apa-apa" jawab Elina yang terasa kaku mengatakan jika dirinya takut hamil, tapi di moment indah ini apalagi sebentar lagi Elina segera menikah. Elina tak mau rasa takut yang ada malah merusak kebahagiaan yang ada
Hingga saat itu Andra mencium tangan Elina.
"Maafkan ucapan ku kemarin aku sadar aku salah, aku terkadang memang emosi bila ingat semua yang terjadi padamu. Aku tak betul betul mengatakan semua" kata Andra.
"Soal apa?"
"Sayang, dengarkan aku.. kamu mau acaranya semewah apa, terserah kamu kali ini. Aku sadar aku salah saat aku katakan ingin nikah sederhana saja itu salah Elina" kata Andra yang kali ini menunjukkan sifat yang lebih baik dari kemarin. Meski dalam hal ini Elina sudah memaafkan.
Seketika Elina pun tesenyum.. Inilah yang Elina kenal dulu, Andra yang lembut dan mampu memberikan semangat hidup.
Hanya saja memang Elina harus paham dengan sifat Andra yang seperti ini.
Elina pun tesenyum lagi menatap Andra dan menatapnya penuh cinta. Dan melihat wajah Andra yang tampan itu membuat Elina ingin menciumnya. Tapi Elina tahan karena Elina merasa malu dan tak mungkin seroang Elina main cium lebih dulu.
"Andra kamu tak perlu memberikan persiapan yang banyak untuk pernikahan kita, cukup sederhana saja" kata Elina.
" Apa kamu yakin"
"Iya, aku tak mau memberatkan mu dalam hal ini, cukup sederhana asalkan kita bahagia"kata Elina.
Hingga saat itu, keadaan yang terasa sepi itu pun membuat keduanya merasa ada getaran cinta yang terasa di dalam dada.
Hingga saat Andra merasa dirinya saat ini jauh dari keramaian dan berada di tempat sepi membuat Andra berani ingin mencium Elina saat itu.
Tubuh Elina pun di tarik ke tubuh Andra dengan cepat lalu dengan cepat pula, Andra mencium bibir Elina sangat dalam.
Inilah saat pertama kalinya Andra dan Elina saling berciuman setelah berpacaran empat bulan.
Tangan Andra pun memegang tubuh Elina terasa dingin di luar namun terasa hangat di dalam.
Saat bibir mereka saling bertemu, lidah mereka pun saling bermain.
__ADS_1
Hingga saat itu seroang pria dari kejauhan melihat Elina dan Andra saling berciuman di sebuah taman.
"Loh jaket itu kaya saya kenal" kata Edward yang melihat dari kejauhan.
Seketika karena penasaran Edward pun mendekati, dan alangkah kagetnya melihat mahasiswi nya yaitu Elina yang saat itu tengah berciuman lembut
Karana terlalu menikmati keduanya pun tak menyadari jika ada orang lain.
Hingga saat itu..
Edward pun pura-pura batuk untuk menghentikan ciuman mereka.
"Uuhuk uhuk"
"Andra hentikan ada orang" kata Elina yang masih belum lihat siapa orangnya. Hingga dirinya saat menarik bibir dari Andra. Kaget bukan kepalang saat dirinya melihat dosennya saat ini disampingnya.
"Pak Edward" kata Elina kaget.
"Kenapa kamu!! kaget lihat saya di sini" kata Edward menatap Elina kesal.
"Loh bapak mengajar di sini juga tapi ini bukan kampus loh pak" kata Elina.
"Yang bilang ini kampus siapa?" Kata Edward.
"Bagus kamu ya, malam-malam bukan pulang Pepet terus ciuman, hah?" Kata Elina.
"Maaf pak kami salah" kata Elina.
"Oh jadi dia pacar kamu" kata Edward.
Ada perasaan kesal sebenarnya saat melihat Andra dan Elina yang tengah berciuman tapi saat itu Edward tahan karena merasa dirinya bukanlah siapa-siapa.
Dalam hal ini andai saja tidak ada gengsi dalam diri Edward mengungkapkan perasaannya tidak akan sesakit ini.
"Pulang lah Elina saya tidak mau kalau kamu sakit, dan kamu pacarnya!!! jangan pernah sakiti Elina. Jadilah seorang laki-laki, lindungi pacar mu jangan sampai dia sakit lagi, paham...!" kata Edward melotot.
"Iya pak saya akan lindungi Elina Karena saya mencintainya begitu pula dengan Elina yang juga mencintai saya" kata Andra.
"Halah gombal pulang sana, pulang. Tidur istirahat jaman sekarang pada pacaran terus!" Kata Edward.
"Elina ingat bapak tidak mau lihat kamu begini sungguh memalukan!" Kata Edwar kesal.
"Maaf pak"
Akhirnya Elina pun pulang setelah kepergok oleh dosennya.
"Elina bisa bisanya kamu mau ciuman apalagi di tempat begini, rasanya aku ingin hajar pria itu... Awas saja aku melihatnya dia di sini lagi bersama Elina. Malah sombong sekali bilang cinta cinta segala"
__ADS_1