Mariana

Mariana
Kak Satya


__ADS_3

Sedih, Pastilah sedih jika anak yang kita rawat sedari kecil malah menjadi korban.


Korban dari kegilaan orang tuanya dengan harta kekayaan, posisi yang membuat kita merasa bingung.


Mama Reno duduk termenung, bagaimana tidak sebentar lagi Reno akan segera menikah dengan gadis yang mempunyai sikap buruk. Dia merasa gagal menjadi orang tua, dia mengorbankan puteranya hanya untuk harta.


Reno pun melihat mamanya yang sedang gusar, ia mendekat ke Mamanya.


"Ada apa Mah?."


Mama terkejut, ia memegang tangan Reno.


"Anak Mama sudah besar, sebentar lagi akan menikah, dan kamu akan meninggalkan Mama." Ucap Mama sedih.


Reno tersenyum ia memegang lembut pipi Mama, "Mama jangan bersedih, Reno tidak akan meninggalkan Mama."


"Bagaimana menurutmu tentang Sonia?." Tanya Mama.


"Kupikir Sonia gadis yang baik, pasti ada suatu alasan ia bersikap seperti itu,


pelan-pelan aku akan merubah sifatnya."


Mama berdiri dan memeluk Reno, ia sangat bangga memiliki anak yang baik dan penyabar


**


Deru mobil menemani perjalanan pulang, diurungkannya niat Sonia untuk pergi ke club.


Dia memilih untuk mengunjungi kakaknya.


Dia sangat menyayangi kakaknya, dia tak ingin kehilangan kakaknya.


Setelah sampai di rumah sakit jiwa ia segera menemui kakaknya, ia syok melihat kakaknya dirantai di kamarnya.


"Suster apa yang terjadi?, kenapa kakak dirantai?.


Sang suster menjawab, " Setelah kamu mengunjunginya beberapa hari yang lalu dia makin sering marah-marah dan kakakmu selalu menyebut nama mu."


"Suster apakah aku boleh masuk?" tanya Sonia.


"Mohon maaf demi keselamatan bersama anda tidak diperbolehkan masuk."


Sonia memohon dengan suster, ia meyakinkan bahwa kakaknya tidak mungkin menyakitinya. Segala bujuk rayu dikeluarkan oleh Sonia, pada akhirnya ia diperbolehkan masuk.


Sonia berjalan masuk ke kamar kakaknya, ia melihat kakaknya duduk di bawah dan kakinya dirantai. Dia tidak tega melihat kakaknya seperti itu. Sonia berjalan mendekati kakaknya.


"Kak Satya." Ucap Sonia.


Kakaknya diam tak bergeming, matanya memandang ke bawah.


"Sonia datang kak, kakak kenapa seperti ini?, kakak tak usah pikirkan omonganku yang kemarin, kemarin aku tak berbicara sungguh-sungguh, kakak gak usah khawatir, aku akan dinikahi pria yang baik, ia akan melindungiku dan menjagaku."

__ADS_1


Kakaknya masih sama, diam membisu.


Sonia memegang tangan kakaknya dengan erat. Kakak adik yang malang, itu yang terlintas dipikirannya.


Semoga kakak segera sembuh supaya kita bisa berkumpul bersama, kita bisa


berjalan-jalan dipantai, kita bisa makan es krim berdua. Kita bisa menghabiskan waktu bersama.


"Kak, Sonia pamit pulang, kakak gak usah pikirin yang macem-macem, aku sayang sama kakak." Ucap Sonia sambil mencium pipi kakaknya.


Lalu ia berjalan menuju ke pintu, "So ni a." Ucap Kakaknya.


Sonia berhenti dan menatap kakaknya, ia kaget dan kembali menuju kak Satya.


"Kakak bilang apa?, kakak panggil namaku?"


Sonia lalu memeluk kakaknya, ia terharu karna kakaknya terakhir memanggil namanya sekitar 10 tahun yang lalu.


Di kantor Reno.


Hiks hiks hiks hiks hiks.


Reno hanya memandang gadis yang dihadapannya itu, ia benar-benar tak bisa berkata-kata. Dia tidak bisa dan tidak tega melihat seorang gadis menangis.


"Reno, tolong jangan putus denganku, aku mau tetap jadi pacarmu setelah kamu menikah nanti, bahkan aku siap menjadi istri keduamu, aku benar-benar mencintaimu Reno." Ucap Veronica


Reno terkejut mendengar ucapan Veronica, ia tak menyangka bisa berbicara seperti itu.


"Kumohon Veronica, jangan berbicara seperti itu, masih banyak laki-laki lain yang lebih baik dariku."


Veronica masih menangis, ia tak bisa membayangkan pria yang sangat dicintainya akan menikah dengan orang lain.


"Apa baiknya Sonia?, dia tidak baik buatmu, dia pemarah dan liar." Ucap Veronica.


Reno hanya menghela nafas, pikirannya benar-benar kalut. Dia menghampiri Veronica dan memeluknya, Veronica sangat senang, ia masih mendapat pelukan hangat dari Reno.


Brakkk...


Suara pintu terbuka tenyata Sonia sudah berada di depan pintu, ia menyaksikan calon suaminya berpelukan dengan wanita lain.


Deg...


Hatiku terasa sakit? Kenapa ini? Benar-benar sangat sakit. Kenapa aku harus melihat seperti ini?


Sonia segera membalikkan badan dan berucap, " Maaf aku mengganggu kalian."


Reno terkejut, ia segera mengejar Sonia dan meninggalkan Veronica.


"Tunggu Sonia, aku bisa jelaskan." Ucap Reno sambil menarik tangan Sonia.


"Jelaskan apa?, tentang tadi?, aku gak peduli kamu mau pelukan sama siapa, yang jelas aku sedih" Ucap Sonia lalu ia mendekat di telinga Reno.

__ADS_1


"Aku sedih calon suamiku sudah tidak perjaka lagi." bisik Sonia.


Sonia hanya tersenyum dan meninggalkan Reno, Reno masih bingung dengan maksud ucapan Sonia tadi.


Hah?! Apa yang dia maksud? Kenapa Sonia berpikir aku sudah tidak perjaka lagi?


Hahahaha dia memang gadis yang lucu.


***


Ruangan dipenuhi oleh orang berdasi, mereka membicarakan hal serius, yang mempertaruhkan nyawa sebuah perusahaan, tidak ketinggalan Ayah Reno ikut serta diruangan itu.


Papa Sonia dan David sedang mengadakan rapat direksi, ya.. David akan menggantikan Papanya sebagai direktur perusahaan, dan ini belum diketahui oleh Sonia yang anak kandung Papanya sendiri.


David dan mamanya sudah merencanakan sesuatu, mereka begitu serakah dengan harta kekayaan.


"Segera kita angkat David menjadi direktur utama di perusahaan ini, dia akan sepenuhnya bertanggung jawab dengan perusahaan kita." Ucap Papa.


Semua orang bertepuk tangan atas keputusan itu, dan David merasa besar kepala dengan segala pujian yang dilontarkan


orang-orang. Dia tersenyum puas usahanya kini membuahkan hasil.


Disisi lain Kak Nia menemui Sonia, ia merasa kangen dengan mantan model terkenal itu.


"Sonia, bagaimana kabarmu? aku sangat merindukanmu, oh ya aku mendengar jika kamu akan menikah dengan Reno yang tampan itu, doaku sungguh terkabul." Ucap kak Nia.


Sonia menguap, Hoammmm....


Dia sangat mengantuk karena tadi malam tidurnya tidak nyenyak.


"Hmm.. kamu ingat kamu pernah muntah di jaket cowok? Cowok itu adalah Reno, dan dulu aku sempat mendoakanmu supaya berjodoh dengannya dan Tuhan mengabulkan doaku." jelas kak Nia.


Sonia terkejut seketika matanya terbelalak,


"Ha? dia ternyata Reno."


Kak Nia menganggukan kepala.


"Gila!, kenapa kakak gak kasih tau dari awal?."


"Pertamanya kakak memang gak tau kalau itu Reno, setelah kejadian waktu kamu memaki dia di restorannya aku baru sadar kalo itu Reno."


Sonia memukul-mukul kepalanya, ia terlihat sangat bodoh ketika mengingat ia memaki Reno dan meminta ganti rugi dress yang telah kotor itu.


"Apakah Reno juga tau kalau wanita yang muntah di jaketnya adalah aku?."


Kak Nia menganggukkan kepala lagi.


Aku memang membuat malu diriku sendiri.


Benar, Reno memang orang baik, kenapa aku harus mendengarkan gadis yang telah menjelek-jelekkan nama Reno.

__ADS_1


Kupikir Reno memang orang baik.


__ADS_2