Mariana

Mariana
Makan Bersama


__ADS_3

Pagi hari telah tiba, Sonia melirik ke arah Reno yang tengah tertidur pulas.


Pikiran jahil terlintas di benak Sonia, ia segera berdiri dan meloncat-loncat di ranjang yang empuk itu.


"Bangun! Dasar pemalas."


Reno yang merasa terganggu membuka matanya, ia melihat Sonia meloncat-loncat disampingnya. Dia memegang kaki Sonia seketika Sonia terjatuh diatas tubuh Reno.


Reno merasa kesakitan, ia terduduk dan memegang dadanya.


"Kamu tidak apa-apa?" Tanya Sonia melihat wajah Reno seperti kesakitan.


Reno menunjukan ekspresi yang memelas membuat Sonia panik.


"Mana yang sakit?"


Reno memegang dadanya, " Disini sakit sekali."


Sonia segera memeluk Reno, ia meminta maaf. Reno tersenyum kecil.


"Dihatiku, dihatiku sakit sekali rasanya."


Ucapan Reno membuat Sonia melepaskan pelukannya, Reno tertawa terbahak-bahak dia merasa puas mengerjai Sonia.


Dengan tatapan dingin Sonia segera menuju ke kamar mandi.


**


Setelah mandi, mereka menuju ke ruang makan. Rachel menatap Sonia dengan sinis.


Sonia makan dengan lahapnya dan tidak mempedulikan Rachel.


Sonia melirik kearah tangannya, ia lupa untuk menutupi bekas cakaran dengan bedak.


Dia segera meminta izin untuk ke kamar mandi, dengan cepat bekas cakaran itu ditutupinya dengan foundation.


Kling..


Bunyi pesan terdengar, Sonia segera membacanya.


Hari ini kamu berangkat syuting kan?


Aku cukup khawatir dengan lukamu kemarin.


Sebuah pesan dari Bima tetapi Sonia tidak ingin membalasnya. Dia segera memasukkan handphone miliknya didalam tasnya.


Sonia bergegas berangkat ke lokasi syuting diantar oleh Reno, kali ini Rachel ikut karena mulai hari ini ia belajar mengelola perusahaan bersama kakaknya.


Dalam perjalanan mereka terdiam apalagi Rachel duduk di belakang sedang sibuk memainkan handphonenya.


Setengah jam kemudian Sonia sampai di lokasi syuting, ia turun dari mobil tanpa berpamitan dengan Reno dan Rachel.


Reno mengira Sonia masih marah dengan kejadian pagi tadi.


Reno dan Rachel bergegas menuju restoran, Rachel cukup malas untuk menjalankan bisnis ini tetapi ia tidak ingin mengecewakan orang tuanya, sesampainya di restoran mereka segera ke ruangannya


Reno sedikit mengajari Rachel tentang mengelola bisnis ini selebihnya Rachel harus belajar sendiri, hari ini ia lebih memilih mengekor kakaknya.


Reno menuju ke dapur tidak ketinggalan dengan Rachel.


Veronica tersenyum kearahnya, tetapi Reno hanya membalas senyuman tipis. Rachel menatap Veronica, ia seperti pernah bertemu dengannya.


"Itu mantan kakak dulu?" Tanya Rachel.


Reno hanya menganggukkan kepala.

__ADS_1


"Sejak kapan dia bekerja disini, jangan-jangan kakak masih menjalin hubungan dengannya?"


Reno mengerutkan dahi, ia mengacak-acak rambut Rachel. Dia menjelaskan bahwa tidak ada hubungan apa-apa lagi dengan Veronica.


Rachel melipat tangan di depan dadanya dan menatap sinis ke arah kakaknya.


"Kenapa menatapku seperti itu, kamu disini untuk fokus belajar bukan untuk mewawancarai kakak."


"Kakak mencintai Sonia?" Tanya Rachel.


"Tentu saja."


Reno mengalihkan pembicaraan, ia segera menyuruh Rachel untuk mengawasi dapur ini dan dia kembali ke ruangannya.


Rachel menatap Veronica, ia mendekatinya.


Rachel memandang Veronica dari bawah sampai atas, Veronica hanya tersenyum sambil memasak pesanan pelanggan.


"Kau masih menyukai kakakku?"


Veronica tersenyum, ia memotong bawang dengan sangat cepat, "Iya," Jawab Veronica.


"Aku tidak menyukai Sonia, kupikir kau juga sama." Ucap Rachel.


"Jadi kamu bisa mendekatkanku dengan Reno lagi?"


Rachel menganggukan kepala, ini cara yang bagus supaya Sonia bisa menjauhi kakaknya.


Ketimbang Sonia, ia lebih memilih Veronica.


Dua wanita ini akhirnya bekerja sama untuk mengerjai Sonia, mereka berdua memang sama-sama liciknya.


**


Ditempat syuting.


Perkembangan akting Sonia cukup melesat hebat, sampai ia dipuji oleh sutradara.


Jam demi jam terlewati, Sonia ingin mengajak kru dan pemain film untuk makan.


Dia ingin mentraktir mereka makan di restoran suaminya, sebelumnya ia meminta Reno untuk mengosongkan restaurannya 2 jam di malam hari, Reno mengiyakannya.


Waktu masih menunjukan sore hari, Sonia mendekati Bima. Dia melihat Bima sedikit murung. Sonia ingin menghibur Bima.


"Kamu kenapa?" Tanya Sonia sambil tersenyum kepada Bima.


"Tidak apa-apa."


Sonia menepuk-nepuk pundak Bima, ia sebenarnya tahu jika Bima memendam sesuatu.


"Jangan lupa nanti malam aku traktir di restoran suamiku, kamu harus ikut."


Bima menganggukan kepala pertanda setuju, ia tahu Sonia akan berjalan meninggalkannya, ia segera memegang tangan Sonia.


Sonia terkejut dan menatap kearah Bima.


Bima mencium bibir Sonia lembut, Sonia mendorong tubuh Bima. Sonia tidak bisa berkata-kata.


"Aku sudah bersuami, kamu jangan seperti itu." Ucap Sonia sambil memundurkan langkahnya.


"Suamimu seperti ini, kamu akan diam saja dan tidak mau membalas?" Jawab Bima sambil memperlihatkan beberapa foto Reno yang tengah makan bersama Veronica.


Dia juga melihat salah dari foto yang menunjukan jika Reno dibelakangnya sering menemui Veronica.


Sonia hanya diam seolah tidak peduli dengan perbuatan Reno, Sonia tertawa ia tahu maksud Bima hanya ingin mendekatinya.

__ADS_1


"Aku menikah juga karena terpaksa jadi aku tidak begitu peduli dengan yang dilakukan oleh suamiku."


Bima menunjukan ekspresi iba, ia menatap Sonia dengan lembut tetapi Sonia seolah memalingkan muka. Sonia segera melangkah meninggalkan Bima yang masih menatapnya.


Sonia begitu kesal dengan Bima karena ia telah menciumnya dengan sengaja.


Take selanjutnya segera diambil, kali ini Sonia harus berakting lagi dengan Bima. Tapi ia bersikap profesional seolah tidak terjadi apa-apa.


"Cut! Akting kalian semakin keren, persiapkan diri kalian di take selanjutnya." Ucap sutradara dengan bertepuk tangan.


Sonia terduduk di bangku dibawah pohon sendirian, ia sedang membaca skenario untuk take selanjutnya. Tiba-tiba Bima datang ia meminta maaf atas perbuatannya tadi.


Sonia tersenyum ia memaafkan Bima.


Mereka menyadari jika saat ini pikiran mereka tidak fit karena harus berakting dari pagi sampai malam dan dikejar oleh waktu untuk segera tayang.


"Kamu mencintai suamimu?"


"Tidak." Jawaban dari Sonia tanpa berpikir panjang sambil membaca skenario.


Bima mengernyitkan dahi ia heran kenapa Sonia menjawab begitu mudahnya.


Bagi Sonia, Reno hanyalah sebuah teman yang menemani saat ia merasa kesepian dan tidak memiliki keluarga yang menyayanginya.


"Aku memang belum mencintainya, tetapi ia sudah memberikanku sebuah kenyamanan."


Ucap Sonia menoleh wajah Bima.


"Jika terjadi apa-apa kamu bisa datang kepadaku," Ucap Bima serius dan tersenyum menakutkan.


Sonia berdiri, ia menyodorkan tangan dan


mereka berjabat tangan.


"Setuju, suatu saat aku akan membutuhkanmu." Jawab Sonia.


**


Malam telah tiba, mereka telah mengakhiri syuting. Sesuai janji Sonia mereka akan ditraktir di restauran suaminya.


Reno telah mengosongkan restorannya, sebelum itu ia menyuruh restorannya dibersihkan terlebih dahulu.


Rombongan kru dan pemain film telah datang, Reno menyambut mereka dengan senang hati. Bima melirik Reno dengan sinis.


Bima memilih duduk di dekat Sonia, Sonia tersenyum ceria ketika sedang mengobrol dengan Bima membuat Reno cemburu.


"Reno, kamu mau duduk disini kita makan bareng sekalian." Ucap Sonia sambil memegang tangan Reno.


"Tidak usah ini acara kalian, aku tidak mau mengganggu."


Sonia dengan cepat menarik tangan Reno untuk duduk disebelahnya. Kini Sonia duduk diantara Reno dan Bima.


Makanan telah tiba, Reno menyuruh para chefnya untuk membuat makanan yang paling spesial. Reno segera menyuruh


rekan-rekan Sonia untuk segera makan.


Reno melirik Bima yang mengambilkan makanan untuk Sonia, Sonia terlihat senang.


Hanya bersabar yang kini Reno lakukan ketika istrinya di dekati pria lain sampai nafsu makan Reno seketika hilang.


Tiba-tiba Sonia menyuapinya, dengan cepat Reno membuka mulutnya.


"Makanlah Reno, jangan dilihatin aja." Ucap Sonia tersenyum manis.


Rachel yang melihat dari jauh hanya bisa diam, ia juga memperhatikan lelaki yang didekat Sonia begitu tampan, lelaki itu meliriknya dan tersenyum.

__ADS_1


Ya Tuhan betapa tampannya pria itu.


Siapakah dia? Sonia harus mengenalkannya kepadaku.


__ADS_2