
Malam hari yang tertutup awan gelap, tiada hembusan angin yang lewat bahkan dedaunan hanya diam tak bergerak.
Suasana kali ini adalah gambaran dari hati Sonia, untuk kedua kalinya ia harus tinggal bersama seseorang yang baru dikenalnya.
Mobil pengantin dihiasi bunga telah berada di depan rumah Sonia yang siap menjemput Reno dan Sonia menuju ke Rumah orang tua Reno. Barang-barang Sonia telah di masukkan ke bagasi mobil, Sonia berpamitan dengan Papa dan Mamanya, terlihat jelas Papa Sonia terlihat sedih harus merelakan puterinya untuk membangun keluarga yang baru. Mama dan David sebaliknya, ia begitu gembira ketika Sonia harus meninggalkan rumah ini.
Langkah kaki Sonia begitu berat menuju Mobil, Reno dengan sigap menggandeng tangan Sonia yang bergetar, mata Reno melirik Sonia, ia bisa melihat wajah Sonia yang bimbang.
Mereka memasuki mobil dan menuju ke rumah Reno, diikuti orang tua Reno yang mengendarai di belakang.
Setengah jam kemudian mereka sampai di rumah Reno, mereka turun dari mobil, para pelayan membawa semua barang-barang Sonia masuk ke dalam . Orang tua Reno mempersilahkan mereka untuk istirahat.
Reno mengantar Sonia menuju kamar mereka .
Kamar yang begitu besar terdapat kelambu di ranjangnya tidak lupa bunga-bunga segar menghiasi di setiap sudut kamar.
"Kamu boleh istirahat dulu, aku mau mandi." Ucap Reno memecah pikiran Sonia yang sedang melamun, Sonia menganggukan kepalanya. Dia heran kenapa kamar mereka dihias seperti ini, dia segera duduk di ranjang.
Deg.. deg.. deg.. deg..
Jantung Sonia seakan meledak membayangkan yang tidak-tidak, untuk menghilangkan rasa takutnya ia segera membuka handphone, ia melihat berita trending hari ini, seluruh media membicarakan pernikahannya yang mendadak, banyak komentar positif dan banyak juga komentar negatif.
"Hey, sekarang kamu gantian mandi biar badanmu segar." Ucap Reno yang keluar dari kamar mandi, ia masih menggunakan handuk, badannya yang sispack dan rambutnya yang masih basah membuat pria 27 tahun ini terlihat tampan dan menggoda, Sonia yang melihatnya kaget dan penuh kagum ia tak henti-hentinya memandang Reno.
Sonia masih memperhatikan Reno yang mengenakan baju, tiba-tiba Reno melepas handuk yang di kenakannya dan....
Arghhhh.....
Sonia menjerit dia segera menutup matanya, Reno kaget akan teriakan itu dia dengan cepat memakai celananya.
"Kamu gila melepas handukmu di depanku." Ucap Sonia yang masih menutup matanya.
Reno mendekatinya dan memegang tangan Sonia yang masih menutupi mata, Reno tersenyum, "Kita sudah menikah, tidak ada yang harus kita tutupi dan sembunyikan."
Sonia lalu berdiri seolah salah tingkah, ia segera menuju ke kamar mandi dan segera mandi. Didalam kamar mandi ia masih memikirkan kejadian tadi, benar-benar kejadian yang memalukan.
Deg.. deg.. deg.. deg.. deg..
Jantung Sonia masih berdegup dengan kencang, ia segera melepaskan bajunya untuk mandi, guyuran air dari shower membuat lelahnya hilang seketika.
Beberapa menit kemudian ia mencoba mengambil handuk tetapi ia lupa meninggalkan handuknya di atas ranjang.
Dia bingung tidak mungkin dia keluar dengan bertelanjang seperti ini.
__ADS_1
"Reno." Ucap Sonia memanggil Reno dengan setengah mengintip, seketika Reno melihatnya.
"Bisakah kamu ambilkan handukku yang berada di sebelahmu."
Reno langsung memalingkan mukanya dan melihat handuk putih yang berada di sebelahnya, ia tersenyum dan ingin sedikit menggoda Sonia.
"Ambillah sendiri Sonia, badanku sungguh capek."
Sonia kesal mendengar ucapan dari Reno, dia memaksa Reno untuk segera mengambilkannya tetapi Reno selalu menolaknya.
Brakkk...
Suara pintu kamar mandi yang ditutup Sonia, ia kembali masuk ke kamar mandi.
Dia berpikir bagaimana keluar dengan tidak telanjang seperti ini, hampir 10 menit ia berpikir tetapi belum menemukan jawaban.
Reno yang sedari menunggu Sonia malah khawatir, ia segera mengambilkan handuk Sonia.
Tok.. tok.. tok.. tok..
Pintu kamar mandi yang diketuk oleh Reno.
"Sonia ini handukmu, segeralah keluar nanti kamu bisa sakit."
Sonia membuka pintu kamar mandi dia segera mengambil handuk itu, Reno hanya tersenyum melihat tingkah Sonia yang menggemaskan.
Dia segera memakai baju,
"Tolong, bisakah kamu menghadap kesana." Ucap Sonia.
Reno mengernyitkan dahinya, "Kenapa? Bahkan waktu itu kamu hampir memperlihatkannya kan?"
Sonia terkejut mendengarnya, dia mengingat kejadian di hotel beberapa hari yang lalu.
Dia benar-benar merasa bodoh, jika depresinya waktu itu tidak kambuh ia tidak akan melakukan itu.
"Kumohon sebentar saja menghadap kesana." Ucap Sonia memelas, Reno yang tidak tega langsung memalingkan muka.
Sonia segera memakai pakaiannya secepat kilat, setelah itu ia terduduk di pinggir ranjang.
Reno memperhatikannya tetapi Sonia
seolah-olah tak melihatnya.
__ADS_1
Sonia tengah asyik memainkan game di handphonenya.
Jam masih menunjukan pukul 9 malam perut Sonia berbunyi dan Reno mendengarnya, ia segera menawari Sonia untuk makan tetapi Sonia menolak, ia menjelaskan saat ini sedang diet.
"Kenapa kamu harus menyiksa dirimu sendiri, makanlah jika kamu lapar." Ucap Reno.
"Kubilang tidak ya tidak, aku harus menurunkan berat badanku,sebentar lagi aku akan memerankan sebuah film." Jelas Sonia yang masih memainkan game di handphonenya.
Reno terkejut mendengarnya, dia heran kenapa ia tidak izin kepadanya terlebih dahulu.
"Kita kan baru menikah, kenapa juga aku harus izin kepadamu." Ucap Sonia.
Reno lalu berjalan menuju ke dapur, ia mengambil beberapa buah segar yang berada dikulkas, ia lalu menuju ke kamar lagi.
"Ini makanlah buah segar ini, jika kamu tak mau makan nasi sebaiknya kamu makan buah ini, buah tidak akan membuatmu gendut." Ucap Reno yang penuh perhatian.
Sonia lalu memakan buah itu sambil memainkan handphonenya, dia seolah tak peduli dengan Reno yang berada di sampingnya.
Kling.. kling.. kling.. kling..
Sebuah notifikasi dari handphone Sonia berbunyi. Sonia segera membuka pemberitahuan itu, teman laki-lakinya mengirim sebuah pesan jika ia cukup sedih dengan pernikahannya.
Reno yang sedari tadi memperhatikan cukup risih karena Sonia lebih mementingkan handphone dibanding Reno.
Reno langsung merebut handphone milik Sonia dan dimatikannya handphone itu.
"Tolong kembalikan handphoneku !" Ucap Sonia.
Reno menatapnya tajam seperti ingin menerkam, Sonia lalu memalingkan muka dan segera merebahkan diri di ranjang dan berselimut sampai menutupi kepalanya.
Kali ini Sonia benar-benar takut jika harus melakukan itu sekarang.
Tubuhnya bergetar teringat kejadian masa lalu yang membuatnya hampir gila.
Sial, aku tidak ingin melakukannya sekarang.
Aku benar-benar takut.
Reno yang melihat Sonia juga segera merebahkan dirinya, mereka menghadap saling berlawanan arah.
Ada rasa jengkel di hati Reno, karena baru sehari menikah tetapi Sonia sudah mengecewakannya tanpa sebab yang pasti.
Beberapa menit kemudian,
__ADS_1
Sonia mengintip ke arah Reno dan Reno sudah tertidur, dia cukup lega lalu mengambil handphonenya yang berada di sebelah Reno, ia mengambil dengan hati-hati, tiba-tiba Reno seketika mendorong tubuh Sonia.
Kini tubuh Sonia berada di bawah tubuh Reno mereka saling bertatapan.