Mariana

Mariana
Shopping


__ADS_3

Bagai terjatuh dari jurang yang sangat dalam, itu yang dirasakan oleh Sonia.


Dia merasa kecewa dengan suaminya sendiri yang menyentuh tubuhnya tanpa izin.


Sonia segera memakai baju seketika ia melihat sebuah tanda merah di dada sebelah kirinya, sontak ia terkejut.


Tangannya refleks memukul-mukul pundak Reno.


Plak.. plak.. plak.. plak..


"Apa yang kamu lakukan Reno? Tanda merah ini apa kamu yang buat? Kamu memang gila."


Reno hanya tersenyum kecil, dia heran kenapa Sonia tidak mau disentuh olehnya.


Reno segera memakai bajunya, dalam hatinya begitu kesal dengan Sonia.


Sonia lalu beranjak dari tempat tidur, ia berganti baju.


"Dimana semua baju ku?" Tanya Sonia.


Reno menunjuk kearah lemari tanpa bicara, ia sungguh kesal dengan Sonia.


Sonia masuk ke kamar mandi untuk berganti baju, tidur siang yang nyenyak kini hanya angan-angan, gara-gara Reno ia terbangun dari tidur nyenyaknya.


Sonia bercermin di sebuah kaca, ia melihat tanda bekas ciuman itu sangat merah kehitaman.


Bagaimana cara menghilangkan bekas gigitan buaya ini?


Sial! Sepertinya butuh waktu lama untuk hilang.


Setelah berganti baju, ia segera keluar dari kamar mandi, dia melihat Reno yang sedang memainkan handphone dengan muka yang masam bahkan ia tidak menegur Sonia.


Sonia bergegas mengambil tas nya lalu pergi,


Dia pergi ke rumah Papanya untuk mengambil obat tidur dan obat penenangnya.


Sonia berjalan keluar kamar, ia melihat Mama Reno yang sedang membaca koran.


Sonia tersenyum dan menundukkan kepala.


"Mau kemana kamu Sonia?" Tanya Mama Reno.


Sonia menjawab ia harus pergi karena ada urusan mendadak dia akan kembali sebelum makam malam. Mama Reno hanya mengangguk.


Sonia menuju ke rumahnya menggunakan taxi, cuaca yang sangat panas ini membuat Sonia sedikit gerah sampai AC di taxi ini tidak mempan, ia mengibaskan tangannya supaya mengurangi suhu panas ini.


Dia teringat dengan uang yang ia pinjam dari Jonathan, ia segera menyuruh sopir taxi itu untuk mengantarkan ke kantor Jonathan.

__ADS_1


Dia merasa tidak enak dengan uang yang dipinjamkan oleh Jonathan.


Setelah sampai di kantor Jonathan ia segera menuju ke ruangannya.


Tok.. tok.. tok.. tok..


Pintu di ketuk oleh Sonia, Jonathan menyuruhnya masuk, ternyata ia sedang sibuk menandatangi berkas penting.


"Kamu sibuk?" Tanya Sonia lalu duduk di sofa.


"Sedikit, kenapa kamu datang kesini?"


Sonia berjalan menuju meja Jonathan, ia mengeluarkan uang sejumlah satu juta.


Jonathan tersenyum ia bilang jika tak usah mengganti uang itu, tapi Sonia tetap memberikan uang itu.


Sonia segera berpamitan, ia tidak mau mengganggu Jonathan.


"Tunggu Sonia." Ucap Jonathan, Sonia mendadak berhenti.


"Semoga kamu bahagia, jika Reno menyakiti mu maka teleponlah aku, aku akan menghabisinya." Ucap Jonathan serius.


Sonia hanya tersenyum kecil, ia lalu melanjutkan langkahnya menuju keluar.


Sekarang ia menuju ke rumahnya untuk mengambil obat-obatnya.


Ah! Kenapa aku selalu membayangkan itu.


Aku harus berhati-hati dengan Reno.


Dia cowok berbahaya.


Sesampai dirumahnya ia segera menuju ke kamarnya, ia mencari obat-obatnya dan untunglah masih ada. Tiba-tiba Mamanya datang menanyakan Sonia kenapa tiba-tiba pulang, Sonia menjawab ia hanya mengambil barang-barang di yang tertinggal di kamarnya.


Dia segera meninggalkan rumah, kali ini ia mampir ke sebuah mall untuk berbelanja.


Dia membeli semua yang tak terlalu penting, seperti baju, sepatu, kacamata, dan semua brand mahal ia beli tanpa pikir panjang.


Benar, hanya dengan berbelanja membuat mood ku baik hari ini.


Reno memang lelaki pelit, hanya segini saja ia memberiku uang.


Setelah mendapat barang-barang yang tak penting itu ia segera mencari cafe untuk mengisi perutnya yang kelaparan.


Dia di perhatikan oleh banyak orang, tetapi ia cuek.


"Lihat itu Sonia, dia memang konglomerat, lihat belanjaannya begitu banyak." Bisik pengunjung cafe.

__ADS_1


"Ssttt..Diam nanti dia dengar." Ucap pengunjung lain.


Selesai makan ia segera bergegas meninggalkan cafe, telinganya sudah panas mendengar semua pengunjung cafe membicarakannya. Dia begitu kesusahan untuk membawa belanjaannya, dia membawanya dengan susah payah.


Setengah jam kemudian ia sampai di rumah Reno, ia menyuruh pembantu untuk membawakan semua belanjaannya di depan kamar. Dia hanya menenteng 2 tas belanjaan untung ibu mertua.


"Mama ini ada baju untuk Mama, aku pikir Mama akan menyukainya, aku pamit ke kamar dulu ya Mah." Ucap Sonia.


Mama Reno hanya tercengang mengetahui belanjaan Sonia begitu banyak, ia hanya menggelengkan kepalanya.


"Anak itu memang tidak beres." Ucap Mama Reno sambil menenteng tas belanjaan yang diberikan oleh Sonia.


Sonia menyuruh pembantu itu untuk meletakkan semua belanjaannya di depan pintu kamar, ia segera masuk ke kamar dengan membawa semua belanjaan itu.


Reno yang tengah asyik membaca buku terkejut memperhatikan Sonia,


Sonia lalu membuka semua tas belanjaannya.


"Wah.. ini benar-benar baju yang bagus untung aku membelinya." Ucap Sonia sambil menuju ke kamar mandi untuk mencobanya.


Beberapa menit kemudian ia keluar dari kamar mandi, baju merah crop top memang sangat cocok dengannya, apalagi di padukan dengan jeans biru tua menambah kecantikannya yang mempesona.


Tidak dengan Reno, ia justru marah karena baju Sonia terlalu terbuka apalagi perutnya begitu nampak dan terlihat belahan dadanya.


Dia juga melihat bekas ciumannya yang berada di dada Sonia.


"Kenapa kamu membeli baju seperti itu?" Tanya Reno marah.


"Kenapa? Ini sangat cocok untukku." Ucap Sonia.


"Aku tidak suka kamu memperlihatkan bentuk tubuhmu ke pria lain." Ucap Reno.


Sonia sontak terkejut ia mengenakan baju seperti ini hanya untuk kepuasan pribadi, bukan untuk di perlihatkan ke pria lain.


"Kenapa? Bahkan kamu juga tidak sopan denganku, lihat ini bekas gigitan buaya darimu."


Reno terkejut mendengar ucapan Sonia yang menyebut ciumannya dengan gigitan buaya, dia tersenyum manis lalu berjalan kearah Sonia. Sonia mundur perlahan, ia takut akan di serang oleh Reno.


"Kamu boleh berpakaian seksi di depanku, tetapi jangan pernah kamu berpakaian seksi di luar kamar ini, dan kamu jangan pernah mencoba memancing buaya-buaya lain untuk datang kepadamu, jika iya mereka akan segera kuhabisi." Ucap Reno membuat Sonia merinding.


Sonia segera mundur berjalan ke arah kamar mandi, ia segera berganti baju.


Sepertinya aku tidak boleh berpakaian seperti ini di depan Reno.


Itu akan membuat Reno semakin tertarik kepadaku.


Sonia segera keluar dari kamar mandi, ia melihat Reno melanjutkan membaca bukunya.

__ADS_1


"Apakah di rumah ini ada kamar yang kosong?Sepertinya aku harus pindah kamar." Tanya Sonia.


__ADS_2