Mariana

Mariana
Bukti cinta untuk Sonia 3


__ADS_3

Setelah puas mengobrol di taman, Reno mengajak Sonia untuk makan di restorannya.


Dalam perjalanan mereka tetap bersenda gurau dan Sonia masih fokus pada kemudinya. Tiba-tiba handphone Sonia bergetar, ia menyuruh Reno untuk mengangkatnya yang ternyata dari Bima.


"Hallo Sonia, aku selalu memikirkanmu.


Lebih baik kamu cepat pergi dari Indonesia, sebelum nasib buruk menimpamu"


"Apa maksudmu?" jawab Reno.


Bima yang mengetahui jika yang mengangkat telepon adalah Reno segera mematikan telepon itu.


Reno merasa bingung dan menelpon Bima kembali tetapi sudah tidak aktif.


"Siapa?"


"Salah sambung," ucap Reno berbohong.


Setengah jam kemudian mereka sampai di restoran Ananta, Reno segera menyuruh Sonia masuk ke dalam restorannya.


Sonia cukup terkejut karena restoran itu sepi tidak ada pengunjung, ia melihat seluruh ruangan tidak ada orang sama sekali.


Bahkan beberapa meja dan kursi di geser, Reno menyuruh Sonia duduk di kursi yang ternyata di depan mereka sudah ada beberapa makanan mewah, Sonia dan Reno duduk berhadapan seperti sedang kencan istimewa. Reno mengambilkan makanan ke piring Sonia yang masih kosong, Sonia masih terlihat kebingungan.


"Cepat di makan!" ucap Reno.


Sonia dengan sigap menyantap makanan yang lezat itu, otaknya masih mencerna setiap kejadian hari ini.


Malam telah tiba, nampak Sonia mengenakan dress tanpa lengan terlihat kedinginan.


Reno melepas kemeja motif kotak-kotak berwarna biru dan segera memakaikannya ke tubuh Sonia yang kedinginan.


Kini Reno hanya memakai kaos berwarna hitam.


"Makanannya enak?"


"Iya sangat enak sekali"


"Nikmati makananmu aku mau ke kamar mandi sebentar"


Sonia menganggukan kepala, ia melanjutkan suapannya sambil melirik Reno yang tengah menuju kamar mandi.

__ADS_1


Sonia makan dengan lahap, ia sangat menikmati makan malam kali ini.


Dia juga memikirkan kejadian hari ini membuatnya sangat bahagia, ia beruntung sangat di cintai oleh Reno lelaki yang lembut dan sangat tampan.


Makanan di piring Sonia telah habis, ia menunggu Reno kembali. Sudah setengah jam Reno belum kembali dari kamar mandi.


Tiba-tiba lampu di restoran mati, Sonia kaget dan panik. Keadaan saat itu gelap gulita hanya sedikit pancaran sinar lampu masuk dari luar gedung restoran.


Sonia memanggil nama Reno tetapi tidak ada jawaban.


Sial! Reno mengerjaiku.


Sonia akan berdiri dari kursinya tetapi tiba-tiba lampu kelap-kelip menyala membuat Sonia takjub, ia melihat seluruh ruangan menjadi berwarna karena efek dari lampu itu.


Sonia terkejut sebuah layar yang tersorot dari proyektor di tembok menyala, layar besar itu menampilkan foto-foto kenangan saat mereka berpura-pura pacaran dulu. Sonia terkejut kenapa ia tidak mengenal Reno sama sekali, foto mereka saat di photobox, di taman bermain saat Sonia sedang memakai baju SMA juga diperlihatkan di layar itu.


Apa memang aku dulu pernah berpacaran dengan Reno?


Kenapa aku tidak pernah mengingatnya?


Setelah foto itu kali ini foto-foto pernikahan mereka di tampilkan, pernikahan yang mendadak tetapi seolah mereka nampak tersenyum bahagia di foto itu. Semua foto-foto setelah menikah juga terpampang di layar itu.


Sonia melihatnya tidak berkedip sampai di akhir cuplikan layar itu keluar sebuah tulisan.


Sonia segera menengok kebelakang, ia terkejut Reno sudah memakai jaz hitam rapi dengan membawa seikat bunga mawar yang nampak segar. Sonia berdiri dari kursinya dan menghadap Reno, Reno berjalan mendekati Sonia dan menyerahkan seikat mawar itu.


"Bunga mawar untuk bidadari ku yang sangat cantik," ucap Reno seketika Sonia menerimanya dengan tersenyum.


Sonia menangis bahagia, ia memeluk Reno erat. Reno melepaskan pelukan itu ia memandang Sonia lembut.


Reno mengeluarkan sebuah kotak perhiasan yang isinya kalung, cincin dan anting.


Reno segera memakaikannya, Sonia terlihat masih meneteskan air mata.


Setelah memakaikan perhiasan itu Reno mengajak Sonia berdansa di bawah kelap-kelip cahaya lampu, seketika sebuah alunan lagu di putar untuk mengiringi dansa mereka.


Mereka saling memandang cukup lama, tangan Reno juga menyeka air mata Sonia yang menetes tak berhenti.


"Aku mencintaimu," ucap Reno.


"Aku juga mencintaimu," jawab Sonia.

__ADS_1


Reno mendekati wajah Sonia, ia menempelkan bibirnya ke bibir Sonia.


Sonia sedikit membuka mulut, Reno segera mel*mat lembut bibir berwarna merah muda itu. Lidah mereka saling memainkan mengikuti alunan musik, ciuman panas itu terjadi selama 10 menit lebih.


Setelah puas melakukan itu mereka duduk kembali ke kursi mereka.


Reno melanjutkan makannya karena tadi ia belum sempat makan. Sonia memperhatikan wajah Reno dengan seksama, ia sangat senang bisa mendapatkan lelaki seperti Reno. Reno juga menatap Sonia yang sedari tadi memperhatikannya makan.


Reno berdiri ia telah menyelesaikan makannya, ia mengulurkan tangan ke arah Sonia.


"Mari kita pulang," ucap Reno.


Sonia menerima tangan Reno, mereka bergandeng tangan menuju mobil.


Jantung Sonia nampak berdegup dengan kencang teringat betapa romantisnya Reno hari ini. Dia menatap langit yang terlihat bulan nampak cerah hari ini bersama taburan bintang berkelap-kelip.


Sonia berhenti dari langkahnya, Reno melihat Sonia yang menatap ke arah langit.


"Bulan dan bintang menjadi saksi cinta kita malam ini, semoga kita selalu bersama.


Jika kita sampai terpisah kita bisa melihat ke arah bulan dan bintang, disaat itulah kita menatap pada suatu hal yang sama"


Reno tak mengerti ucapan Sonia, ia mencium kening Sonia sambil berucap," Kita tidak akan terpisah"


Reno segera menyuruh Sonia naik mobil, Reno segera melajukan mobilnya. Sonia nampak heran, ia yang harusnya menyetir mobil karena saat ini bahu Reno masih sakit.


"Aku sudah memakai jaz serapi ini, mana mungkin aku membiarkanmu menyetir mobil."


Sonia tersenyum, mereka melanjutkan perjalanan. Sonia merasa bingung karena yang ia lewati bukan kearah menuju rumah Reno. Sonia melirik Reno yang tengah fokus menyetir mobil.


Reno mau membawaku kemana?


Setengah jam kemudian mobil mereka terhenti di depan parkiran hotel Ananta.


Reno segera keluar dan membukakan pintu mobil untuk Sonia.


Mereka segera menuju ke dalam, nampak para karyawan hotel menyambut mereka ramah. Reno menggandeng Sonia menuju kamar VIP mereka, mereka memasuki kamar yang sangat mewah itu. Sonia juga terkejut diatas ranjang terdapat tulisan dari rangkaian bunga bertuliskan "I Love U".


" Anggap saja malam ini adalah malam pertama kita yang sempat gagal dan tidak istimewa, aku ingin kita saling memuaskan," ucap Reno melepas jaz miliknya.


Reno mendorong tubuh Sonia ke ranjang yang membuat rangkaian bunga itu beterbangan, Sonia masih merasa bingung ia hanya melihat suaminya yang mulai menanggalkan pakaiannya.

__ADS_1


Reno mulai menindih tubuh Sonia, ia melepas dress yang di kenakan istrinya.


Mereka melakukan pergulatan yang hebat malam ini sampai banyak mengeluarkan keringat.


__ADS_2