Mariana

Mariana
Malam Pertama 2


__ADS_3

Suasana malam ini cukup dingin, sesekali terdengar suara burung hantu.


Pasangan baru menikah ini masih dalam posisi yang kurang mengenakkan bagi Sonia, tubuhnya berada di bawah tubuh Reno,


Reno menatap lembut kearah Sonia.


Laki-laki ini memang membuatku merinding.


Aku harus bagaimana? Aku belum siap melakukannya.


Sonia heran sebegitu inginkah Reno melakukan itu, dia dengan sekuat tenaga mendorong Reno supaya menjauh darinya.


Reno tersenyum, ia benar-benar geli dengan tingkah Sonia yang menggemaskan.


"Kupikir kamu tidak mencintaiku? Kenapa kamu sangat ingin melakukan itu padaku."


Reno tertawa mendengar ucapan Sonia, gadis yang suka ke club dan pemabuk ini mengatakan hal yang konyol.


"Kupikir sebuah nafsu tidak harus memiliki rasa cinta." Jawab Reno.


Sonia terkejut dengan ekspresi yang lucu dan itu membuat Reno semakin menertawainya.


Hahahahaha


Ternyata gadis ini benar-benar polos, dia berbeda jauh dengan images buruknya yang ada di media.


Sonia sempat terkejut dengan Reno, lelaki yang dianggapnya polos membuatnya menggeleng-gelengkan kepala.


"Bahkan kita hampir melakukannya." Ucap Reno yang seketika Sonia terdiam, ia membayangkan kejadian di hotel waktu itu.


Ciuman yang begitu nikmat, lidah yang saling beradu menambah gairah suasana hati.


Reno dengan sigap melepas bajunya, dia benar-benar terbawa suasana.


Sonia yang melihat itu segera menghentikan ciumannya, dia sungguh takut melakukannya.


Sonia mengatakan akan melakukan itu setelah menikah nanti.


Dalam lamunannya ia teringat perkataan bahwa ia pernah mengatakan akan melakukannya setelah menikah, maka dari itu Reno seperti menagih janjinya.


Sonia merasa sangat bodoh harus mengatakan hal seperti itu, Sonia tak kehabisan akal ia mengalihkan ke pembicaraan yang lain.


"Oh iya, kamu sudah pernah berpacaran berapa kali?"


Pertanyaan ini sungguh berhasil membuat Reno lupa, Reno menjawab bahwa ia berpacaran baru sekali dengan Veronica, setelah itu ia harus menikah dengan Sonia.


"Berapa umurmu Sonia?" Tanya Reno yang membuat Sonia tertawa.


"Kamu menikahiku tetapi tidak tau umurku berapa."


"25 tahun?" Tanya Reno.


Sonia tertawa, ia menjawab bahwa umurnya masih 22 tahun. Reno kaget karena ia menikahi anak kecil, sontak Sonia refleks mencubit tangan Reno, ia tak suka jika dibilang masih anak kecil.

__ADS_1


Malam pertama yang aneh mereka malah menghabiskan waktu dengan mengobrol yang tak penting.


Sonia juga bercerita bahwa ia dulu sudah mengenal Reno lewat pemberitaan media, bagaimana tidak, seorang Reno yang tampan, kaya, dan juga anak dari perusahaan terkenal tak luput dari media pemberitaan.


Malam semakin larut, Reno yang terlihat sudah mengantuk langsung merebahkan badannya, dalam sekejap ia terlelap.


Sonia yang masih terjaga hanya memainkan handphonenya, dia tidak bisa tidur tanpa meminum obat tidur terlebih dahulu,


obat tidurnya tertinggal di rumah Papanya.


Sial ! Malam ini harus terjaga sampai pagi.


Aku sungguh tidak bisa tidur.


Wah.. Reno sungguh tampan jika tengah tertidur, bibirnya benar-benar seksi.


Ah ! Tunggu.. Kenapa aku jadi nafsu ke dia?


Hilangkan pikiran kotor mu Sonia!


Dasar bodoh!


Sonia membenamkan wajahnya di bantal, ia berusaha menidurkan diri, tetapi hasilnya nihil. Dia berusaha merubah posisi tidur dan bahkan ia tidur di lantai tapi tidak membuahkan hasil.


Waktu telah menunjukan jam 4 pagi tetapi Sonia masih terjaga, hanya suara jam dinding yang menemaninya.


Dia bangun dari tempat tidur, ia berjalan-jalan di sekeliling kamar, ia melihat barang-barang Reno yang tertata rapi.


Sebuah foto keluarga menjadi perhatian Sonia, ia segera mengambilnya.


Sonia membuka lembar pertama ternyata album itu berisikan foto kenangan bersama Veronica, dia membuka satu persatu, dilihatnya Reno seperti tipe orang yang perhatian dan romantis.


Ternyata Reno masih mencintai mantan pacarnya, buktinya dia tidak membuang buku ini. Apa aku salah telah merusak hubungan mereka?


Ah! Tunggu dulu, Reno kan yang ingin sekali menikah denganku.


Dia memang lelaki yang gila harta.


Dalam keadaan berbaring di sofa ia membuka lembar demi lembar, matanya sempat terbelalak ketika melihat foto mereka yang tengah berciuman.


Kenapa foto begini bisa di simpan di album foto? Dasar cowok gila.


Mata Sonia mengantuk berat, lalu ia meletakkan buku yang terbuka itu diatas wajahnya, seketika ia terlelap.


Waktu menunjukan jam 5 pagi, Reno yang terbangun kaget melihat Sonia tidak ada di ranjang. Matanya menuju kesetiap sudut kamar, ia tertuju pada sofa, ternyata Sonia terlelap disitu.


Reno lalu mengambil selimut, diselimutinya tubuh Sonia. Dia seketika melihat sebuah buku yang menutupi wajah Sonia, ia lalu mengambilnya.


Reno melihat selembar foto ciuman mesra bersama Veronica, dia lupa untuk membuang buku kenangan itu.


Reno tiba-tiba merasa haus, ia segera menuju ke dapur sambil membawa buku itu.


Dilemparnya buku itu ke tempat sampah dan ia segera mengambil minuman dingin di kulkas.

__ADS_1


Diwaktu yang bersamaan..


"Mama, aku ikut Mama, tunggu Mah, jangan tinggalkan Sonia." Ucap Sonia mengigau.


Hiks hiks hiks hiks hiks


Sonia seketika terbangun dengan nafas yang tersengal-sengal, kepalanya sakit sekali,


dia memegangi kepalanya dengan kuat.


Hah.. hah.. hah.. hah.. hiks hiks hiks


Dia menangis, ia teringat dengan Reno, Sonia tidak ingin tau jika Reno mengetahui kondisinya sekarang. Sonia beranjak menuju ke kamar mandi, dia lega ternyata Reno sudah tidak ada di ranjang.


Setelah ia masuk ke kamar mandi Sonia menghidupkan shower, ia terduduk dibawah air yang mengalir. Kepalanya menahan sakit yang begitu menyiksa, bayangan dari masa lalu selalu membuat traumanya kambuh.


Aku butuh obat.


Sial! aku meninggalkannya di rumah Papa.


Sakit sekali kepalaku, apa aku akan mati disini?


Dia teringat dengan ciuman Reno yang bisa menyembuhkan traumanya.


Mungkin ini terlihat konyol, tapi memang ciuman itu bisa menyembuhkan trauma Sonia. Dia segera menuju keluar kamar mandi dengan keadaan basah kuyup.


Sonia berjalan dengan langkah yang


terseok-seok menahan kepalanya yang begitu sakit. Reno yang sudah kembali dari dapur melihat Sonia dengan kaget, ia segera menolong Sonia untuk berjalan ke ranjang.


"Kamu kenapa Sonia? Kenapa basah kuyup begini?"


"Ciuman, berikan aku ciuman." Ucap Sonia.


Reno bingung apa yang dimaksud dengan ucapan Sonia.


Sonia lalu mendorong tubuh Reno ke ranjang, ia segera menindih tubuh Reno.


Dengan cepat Sonia mencium bibir Reno, Reno sedikit bingung dengan tingkah Sonia tapi ia cepat membalas ciuman hangat itu.


Ciuman yang kedua kalinya, mereka sangat hanyut dengan suasana, tangan Reno mulai meraba-raba tetapi ditolak oleh Sonia.


Beberapa menit kemudian kondisi Sonia telah membaik, ia segera beranjak dari atas tubuh Reno.


"Kenapa tidak diteruskan?" Tanya Reno menggoda lalu dia tersenyum dengan tingkah Sonia yang kadang polos dan kadang bisa berubah menjadi beringas.


"Maafkan aku Reno pasti kamu kaget." Ucap Sonia sambil memegang kepalanya.


Reno hanya tersenyum manis.


Dia segera menyuruh Sonia berganti baju agar tidak masuk angin, baju Reno juga terlihat basah karena ditindih Sonia tadi.


Wanita ini sungguh menggemaskan, terkadang polos terkadang juga bisa menjadi liar. Tapi kenapa dia tadi seperti kesakitan?

__ADS_1


Sepertinya ia menyembunyikan sesuatu dariku.


__ADS_2