Mariana

Mariana
Skandal


__ADS_3

Satu persatu rahasia terbongkar, orang tua Reno terlihat syok saat mendengar pengakuan jika Reno sempat menghamili Sonia dan kini anak itu masih ada tetapi bersama keluarga lain.


Setelah mendengar pengakuan Reno, Sonia sedikit protes karena yang ia ingat berkebalikan dengan cerita Reno.


Dia mengingat bahwa Reno tau jika hamil tetapi Reno memutuskan untuk pergi keluar negeri dan tidak bertanggung jawab.


Keluarga Reno menjadi bingung cerita siapa yang benar dan cerita siapa yang cuman mengarang.


"Ya sudah, tidak penting siapa yang benar atau yang salah. Tapi dimanakah anak itu, Papa ingin melihat anak itu?"


"Dia ada di desa X, kini orang yang mengadopsi Dylan telah meninggal tetapi Dylan sekarang dirawat oleh kakek dan nenek angkatnya. Masalahnya kakek dan nenek tidak memperbolehkan membawa Dylan kesini untuk tinggal bersama kita," jelas Reno.


"Itu masalah gampang Reno, yang terpenting kalian sudah jujur dengan masalah kalian. Dan satu lagi Papa berharap kalian tidak melakukan hal ceroboh seperti menyakiti diri kalian masing-masing," sambung Papa.


Sonia sedikit malu dan menyesal karena, ia hanya menundukan kepala sedari tadi.


Reno memeluknya, ia tau jika Sonia sangat marah kepada dirinya.


___________________________________


Setelah keluarga Reno tau akan keberadaan Dylan, Papa dan Mama Reno mengunjungi cucunya itu di desa. Mama menangis terharu melihat Dylan yang sangat mirip sekali dengan Reno, Mama mencoba mendekatinya tetapi Dylan seolah takut.


"Dylan, ini oma," ucap Mama yang ingin memeluknya tetapi Dylan beringsut di pelukan sang nenek.


Dylan menggeleng-gelengkan kepala, Mama hanya tersenyum, dia harus bersabar untuk mendekati Dylan terlebih lagi anak itu belum mengerti.


"Mohon maaf bu. Kami tidak akan membiarkan bapak dan ibu membawa Dylan, kami sangat kesepian jika Dylan harus pergi ke kota dan meninggalkan kami," jelas sang kakek.


Papa dan Mama Reno tersenyum, ia menjelaskan jika kunjungannya ke desa ini hanya menjenguk dan melihat keadaan Dylan, ia tidak akan membawa Dylan karena melihat kakek nenek itu merasa kasian jika Dylan mereka bawa.


Mama masih melihat wajah cucunya itu, ia begitu gemas dan ingin mencubit pipinya.


Dylan hanya memalingkan wajah ketika mereka memandangnya.


"Dylan mereka ini adalah orang tua Papa Reno, mereka baik seperti Papa Reno," ucap nenek menjelaskan kepada Dylan supaya tidak takut.


"Mereka orang tua Papa Reno? Dimana Papa Reno? kenapa dia tidak ikut kesini," tanya Dylan.


"Papa Reno akan kesini jika tidak sibuk Dylan"


Setelah bertemu dengan Dylan membuat hati orang tua Reno merasa lega.


Sebelum pulang mereka memberikan sejumlah uang untuk kakek dan nenek tetapi mereka menolak karena sudah sering mendapatkan uang dari Reno.


Orang tua Reno memaksa, mereka bilang itu adalah pertanda terima kasih untuk kakek dan nenek karena telah merawat Dylan dengan baik.


**

__ADS_1


Film Sonia begitu sukses, ia kini terkenal dan mulai mendapat penghargaan sebagai artis pendatang baru. Banyak orang yang kini memujinya daripada mencelanya.


Reno khawatir karena semakin banyak lelaki yang melirik dan menyukai Sonia.


Sonia hanya tertawa ketika melihat suaminya cemburu.


"Sonia. 2 hari lagi kita berbulan madu, aku ingin kamu menikmati bulan madu kita. Aku juga akan berusaha membuatmu hamil, aku ingin membuatkan adik untuk Dylan"


Sonia tersenyum ia memeluk Reno yang berada sebelahnya, sedari tadi mereka menghabiskan waktu berdua seperti orang yang baru berpacaran.


"Aku mencintaimu," ucap Reno.


"Aku juga mencintaimu Reno," jawab Sonia.


Mereka tertidur sambil berpelukan, mereka mengharapkan esok hari akan bahagia selamanya tanpa suatu halangan apapun.


Pagi harinya seperti biasa Reno bangun pagi-pagi untuk berangkat kerja sebelum besok pergi berbulan madu dengan Sonia.


Sonia nampak cekatan memakaikan dasi kepada Reno, Reno memandangnya dengan lembut. Setelah memakaikan dasi dengan cepat Sonia mencium bibir Reno dengan lembut, Reno membalasnya dengan senang hati.


"Hey! Malah jadi kemana-mana," ucap Sonia ketika mengetahui Reno memegang tubuhnya.


"Sekalian sayang"


"Sudah nanti kamu terlambat berangkat kerja"


Sonia kini lebih memilih berada dirumah jika memang tidak ada kegiatan kecuali ada tawaran dari pihak stasiun TV untuk mengisi sebuah acara.


Dia kini merebahkan dirinya di ranjang dan berharap malam akan datang supaya Reno cepat pulang.


Dirasa bosan, ia mengambil handphone lalu membuka berita terkini.


Matanya terbelalak ketika sebuah video mesum tersebar, ia membuka video itu yang ternyata dirinya dengan pria bule.


Jantungnya berdetak dengan cepat bahkan ia tidak sanggup melihatnya sampai habis.


Sonia melempar handphonenya ke lantai, ia memegangi kepalanya dengan erat.


Tiba-tiba terdengar pintu diketuk yang ternyata itu Rachel. Dengan cepat Rachel masuk dan menampar pipi Sonia, ia juga menjambak rambut Sonia.


Sonia tidak melawan karena tau jika Rachel sedang hamil.


"Kamu cewek brengs*k! Cewek hina! Beraninya kamu mengkhianati kakakku yang sangat menyayangimu"


"Tunggu Rachel. Tolong lepaskan rambutku! Aku bisa jelaskan, aku tidak tau akan video itu. Aku berani bersumpah!"


"Cewek gila! Jelas-jelas itu wajahmu!"

__ADS_1


Saat itu juga, Reno mendapat telepon dari sang Papa, Papa menyuruh Reno untuk membuka berita viral hari ini yang menyangkut tentang Sonia.


Reno lalu menepikan mobilnya, ia segera membuka berita yang di maksud Papa.


Alangkah terkejutnya ketika ia membuka video panas milik istrinya bersama pria lain.


Hatinya sangat teriris-iris merasakan sakit yang tak tertahankan.


Dia langsung memutar balik menuju kerumah, pikirannya tengah kacau dan tidak dapat berpikir jernih.


Sonia. Kamu begitu tega denganku.


Kenapa kamu melakukan ini kepadaku?


Kamu merusak seluruh kepercayaanku kepadamu.


Kamu tega mengkhianati cinta kita.


Kamu juga tega dengan Dylan.


Pikiran Reno kalang kabut membuat dirinya menyetir dengan kencang, ia sudah tidak memperdulikan nyawanya sendiri. Dia sudah merasa sangat putus asa.


Bayangan akan kenangannya bersama Sonia seketika terlintas dan membuat air matanya tak terasa menetes lalu dengan sigap ia menyekanya.


Aku tidak boleh cengeng.


Aku tau apa yang harus ku lakukan.


Ya.. Itu mungkin yang terbaik.


Di rumah.


Sonia nampak kacau dengan penampilannya, ia menangis tak terelakkan ketika dirinya di fitnah dengan beredarnya video itu.


Mama Reno nampak diam termenung memandangi menantunya itu.


Dia berpikir jika Sonia telah berubah tetapi buktinya Sonia malah mengecewakannya.


Hanya Rachel yang terlihat sangat marah sampai menampar Sonia beberapa kali tetapi Sonia tidak membalas.


"Aku bersumpah Mah tidak tau akan video itu hiks hiks hiks"


"Jelaskan nanti di depan Reno!"


Beberapa menit kemudian Reno datang sambil berlari kearah kamar, ia ingin melihat kondisi Sonia langsung.


Apakah ia menjadi bulan-bulanan keluarganya atau tidak.

__ADS_1


__ADS_2