Mariana

Mariana
Mabuk


__ADS_3

Pagi hari telah tiba, saatnya Reno untuk melakukan aktivitasnya setelah libur 3 hari, dia bergegas bangun dan menuju ke kamar mandi, setelah itu ia segera mengambil baju kerja yang telah di siapkan oleh pembantu.


Dia segera memakainya, ia memperhatikan Sonia yang terbangun.


Sonia mengucek matanya, kemarin ia tertidur sangat lelap.


"Kamu mau berangkat kerja?"


"Iya" Ucap Reno sambil mengenakan dasinya.


Sonia merebahkan dirinya lagi dan menarik selimut sampai ke kepalanya.


"Aku senang banget jika baju seragamku di siapkan istriku dan ia juga memakaikan dasi untukku." Ucap Reno.


Sonia tersentak mendengarnya seketika bangun, ia bilang jika hidup ini tidak seperti di sinetron, Reno hanya tersenyum manis, ia segera memakai jaz hitamnya dan ia menghampiri Sonia yang tengah terduduk di ranjang.


Cuupp


Kecupan hangat dari Reno ke kening Sonia, Sonia cuek lalu membaringkan dirinya lagi di ranjang. Reno segera keluar kamar ia menuju ke ruang makan, ia segera melahap makanannya itu.


"Sonia mana?" Tanya Papa Reno


Reno menjelaskan jika Sonia masih dikamar, sebentar lagi ia bangun.


"Kamu harus memperlakukan Sonia dengan baik, Papa tidak mau jika Sonia nanti mengadu ke keluarganya jika kita bersikap buruk kepadanya." Ucap Papa.


Mama Reno menyela ucapan suaminya itu, ia menjelaskan jika Sonia salah harus ditegur.


Dia tak ingin jika Sonia menyakiti Reno nantinya. Papanya menjelaskan jika tak perlu seperti itu, kecuali memang Sonia melakukan kesalahan yang sangat fatal.


Reno telah menghabiskan makananya, ia segera berpamitan dengan orang tuanya.


Kling..


Bunyi pesan dari kak Nia, ia segera membukanya.


Jangan lupa, jam 9 nanti kamu harus datang ke kantor agency WHY, para pemain film akan berkumpul disana.


Sonia sontak terkejut ia segera bergegas ke kamar mandi, ia mandi secepat kilat.


Setelah mandi ia memakai dress cantik, tidak lupa ia berdandan, setelah itu ia bergegas berangkat dan tidak berpamitan dengan orang tua Reno.


Sial, mobilku masih dirumah Papaku.


Aku harus naik taxi.

__ADS_1


Sonia mencari taxi lalu menuju ke kantor agency. Dia takut terkena omelan karena ia telat berangkat.


Setelah sampai ia langsung menuju ke ruangan, ia segera masuk.


Ternyata para pemain film telah datang, ia segera duduk di pojok.


Sonia memandang para pemain film yang akan beradu akting dengannya, mereka adalah orang-orang senior yang sudah lama terjun di bidang akting.


Sonia sempat khawatir karena ia baru sekali ini bermain film.


Produser memasuki ruangan, ia memperkenalkan dirinya, ia berterima kasih jika sudah menyempatkan waktu untuk datang. Produser membacakan peran apa saja yang akan diperankan oleh mereka, ia menjelaskan bahwa tokoh utama dalam film ini adalah Sonia, sontak mereka memperhatikan Sonia, Sonia hanya tersenyum malu, ia harus memerankan menjadi Lisa yang memiliki karakter yang lembut. Dia harus beradu akting dengan Bima yang sekarang saat ini tengah naik daun dan begitu populer, Bima harus memerankan sebagai Brian, kekasih dari Lisa.


Produser menjelaskan jika mereka harus membangun chemistry yang kuat, supaya menarik perhatian penonton.


Sonia masih belum tau wajah Bima seperti apa, ia tidak mengikuti berita


akhir-akhir ini.


Sedari tadi Sonia bertemu pandang dengan pria yang berada diseberang tempat duduknya, pria itu sempat tersenyum pada Sonia tetapi Sonia hanya cuek.


"Bima, kamu paham?" Ucap produser.


Dengan ekspresi yang terkejut Bima menjawab " Saya paham pak."


Produser hanya tersenyum melihat ekspresi Bima, ia tau sedari meeting tadi Bima memperhatikan Sonia.


Sonia adalah tipe orang yang cuek dan sombong bahkan dia berjalan cepat meninggalkan mereka. Bima yang berada di belakang seketika berjalan cepat untuk mengejar Sonia.


"Hai." Ucap Bima.


Sonia menoleh ke wajah Bima, ia membalas dengan senyuman.


"Namaku Bima, aku yang akan beradu akting denganmu sebagai sepasang kekasih, bolehkah aku meminta nomor whatsapp mu?"


Sonia bertanya untuk apa meminta nomor whatsapp, Bima menjelaskan jika para pemain film harus memiliki nomor whatsapp para pemain lainnya. Sonia langsung memberikan nomornya, setelah itu ia segera berpamitan untuk pergi, Bima membalas dengan senyuman.


Sonia menuju ke club langganannya, ia begitu rindu dengan tempat itu.


Dia bertemu dengan beberapa teman


laki-lakinya, mereka heran setelah menikah Sonia malah pergi ke club.


"Sudah menikah atau belum tidak membuatku untuk berhenti mengunjungi club favoritku ini." Ucap Sonia tersenyum manis.


Mereka lalu asyik berjoget dibawah lampu disko yang berkelap-kelip, Sonia seperti lupa ia sudah memiliki suami yang tengah menunggunya dirumah.

__ADS_1


Waktu sudah menunjukkan pukul 10 malam, Sonia terduduk lemas di sofa club warna hitam itu, ia sudah mabuk berat dan tidak sanggup berjalan.


Seorang laki-laki mencoba mendekati dirinya,


"Hai, ayo ikut denganku."


"Tidak, lepaskan! aku sudah punya suami."


Lelaki itu tetap memaksanya, ia mencoba menyeret tubuh Sonia tetapi Sonia menolak.


Sonia dalam keadaan mabuk berat masih bisa melawan diri.


Diseretnya tubuh Sonia sampai Sonia terjatuh dilantai.


Pria itu kini dipukul oleh seorang laki-laki, dia adalah Reno, Reno memukulnya berkali-kali sampai pria itu ketakutan dan langsung melarikan diri. Reno segera membantu Sonia untuk berdiri, ia segera membawa Sonia untuk masuk ke mobil, ia memperhatikan Sonia yang tengah tidur terlelap.


Sesampainya dirumah, Reno segera membawa Sonia ke kamar, ia sangat


berhati-hati supaya orang tuanya tidak tau jika saat ini Sonia dalam kondisi mabuk.


Dia merebahkan tubuh Sonia di ranjang, Reno segera mengganti baju Sonia yang sedikit basah itu.


"Kalau aku tega denganmu, pasti kamu sudah ku perkosa malam ini." Ucap Reno yang tengah memakaikan baju kepada Sonia.


"Kamu tega sekali Sonia, kamu malah asyik pergi ke club, sedangkan aku khawatir sekali kamu tidak pulang-pulang." Ucap Reno yang memakaikan celana Sonia.


Setelah Reno memakaikan pakaian, ia segera menyelimuti Sonia.


Kling..


Bunyi pesan di handphone Sonia, Reno yang curiga segera membuka pesan itu, ia mengambil handphone Sonia di dalam tasnya.


Hai, aku Bima yang akan menjadi lawan mainmu, Semoga kita bisa membangun chemistry di film ini.


Semangat.


Dia juga melihat beberapa pesan dari


cowok-cowok lainnya, hatinya terasa sakit,


ia segera menghapus semua nomor kontak cowok-cowok itu.


"Kakak, Mama, jangan tinggalin Sonia." Ucap Sonia yang tengah mengigau.


Reno terkejut langsung menggeletakkan handphone Sonia di meja sebelah ranjang, ia memandang Sonia dan tersenyum

__ADS_1


Reno segera merebahkan diri di sebelah Sonia, ia memeluk Sonia seperti guling.


Berada disebelahmu terasa nyaman sekali, tapi kamu selalu membuat hatiku kecewa.


__ADS_2