
Satu bulan kemudian.
Syuting telah berakhir, promosi film telah dilaksanakan. Kini tinggal menunggu tanggal main film itu di seluruh bioskop di negeri ini.
Seluruh masyarakat sangat antusias dengan film Brian & Lisa yang di perankan oleh tokoh utama yang sedang naik daun.
Sonia kini juga sedang menjadi sorotan ketika teaser film itu diunggah dan di tonton lebih 100 juta pasang mata, ia sangat cantik dan sangat mendalami perannya sebagai Lisa.
Tetapi kehamilan Sonia kini tengah di rahasiakan oleh masyarakat karena ia ingin fokus kepada film yang diperankannya itu.
Disisi lain Reno semakin menyayangi Sonia, ia juga tidak lupa dengan Dylan. Reno selalu mengirimi uang Dylan setiap bulannya.
Karena ia sedang fokus dengan kehamilan Sonia, ia sampai lupa untuk melakukan tes DNA bersama Dylan.
Reno kini menjadi suami yang siaga 24 jam menjaga Sonia, Sonia juga semakin bergantung kepada Reno.
Sampai suatu ketika.
Mual, pusing, tidak enak badan hampir dirasakan Sonia setiap hari dan tidak ketinggalan dengan ngidam.
Ngidam yang dirasakan oleh Sonia cukup ekstrim tetapi Reno sebagai suami telah siap melakukan apapun demi istrinya.
Saat itu Reno tengah sibuk di restoran karena pelanggan yang membludak. Ya.. Setelah Sonia semakin terkenal dan masyarakat mengetahui jika suaminya seorang pengusaha muda, masyarakat berbondong-bondong untuk mengunjungi mall dan restoran milik Reno.
Dering handphone Reno berbunyi, ia dengan cepatnya mengangkat telepon itu setelah mengetahui dari Sonia.
"Kenapa Sonia?"
"Aku ingin makan mangga muda"
"Kamu bisa minta Mama untuk membelikannya"
"Tidak mau, aku ingin kamu yang mencarikannya"
Reno menghela nafas, ia mau membelikan mangga muda itu dalam kondisi restoran yang sangat ramai. Reno segera menutup telepon tetapi Sonia menghentikannya.
"Tunggu!"
"Ada apa lagi Sonia?"
"Yang ku pinta bukan sembarang mangga"
Reno mengernyitkan dahi setelah mendengarkan penjelasan dari Sonia. Reno tak menyangka jika permintaan Sonia kali ini benar-benar aneh, tetapi Reno akan menyanggupinya karena jika tidak Sonia mengancam tidak mau makan.
Setelah menutup telepon dari Sonia, ia berjalan ke ruangan manajernya. Dia meminta manajernya untuk mengurus restoran sebentar selagi ia keluar mencari apa yang di inginkan Sonia.
__ADS_1
"Sonia mengidam lagi bos?" tanya sang manajer.
Reno menganggukan kepala, ia masih bingung dimana mencari mangga itu.
Bahkan seminggu yang lalu Sonia sempat mengidam kelapa muda yang tumbuh di pegunungan, Reno kewalahan mencarinya sampai ia mendapat ide membohongi Sonia.
Kelapa muda yang di belinya di pinggir jalan kota di bawa Reno ke desa Dylan. Reno menyuruh nenek untuk berpura-pura berjualan kelapa muda lalu Reno memotretnya dan bodohnya Sonia mempercayainya.
Sang nenek sampai tertawa terpingkal-pingkal mengetahui keinginan Sonia yang cukup unik.
"Bos, mangga muda itu gampang, di pasar bahkan ada"
"Tapi bukan mangga sembarangan yang Sonia inginkan"
Reno menjelaskan jika Sonia ingin mangga muda yang langsung di petik dari pohonnya yang milik seorang anggota polisi. Sonia juga menyuruh Reno memanjat pohon itu mengenakan jaz kerjanya dan tidak lupa harus di foto. Manajer itu tertawa mendengarnya, Reno hanya tersenyum.
"Aku harus cari rumah anggota polisi yang memiliki pohon mangga, tapi dimana?"
"Bos masalah buruknya bukan itu, sekarang bukan musim berbuahnya mangga"
Reno terkejut mendengar ucapan sang manajer, ia kini kebingungan. Sang manajer menyarankan jika Reno harus jujur dan bilang tidak bisa menyanggupi permintaan Sonia.
Reno dengan cepat menelpon Sonia lagi, sepertinya ia kali ini tidak bisa memenuhi apa yang diinginkan Sonia.
"Hallo, kamu udah dapat mangganya Reno?"
Dalam perjalanan ia berusaha menelpon Sonia tetapi Sonia tidak mengangkatnya.
Sonia kenapa kamu membuatku menjadi merasa bersalah?
Sesampainya di rumah, Reno segera berlari ke kamar tetapi kosong, Sonia tidak ada di kamar. Dia berlari keseluruh ruangan sampai Reno menemukan Sonia sedang asyik menyantap buah mangga muda dengan lahapnya.
"Sonia kamu membuatku khawatir, kenapa kamu menutup telponnya tiba-tiba?"
Sonia menjelaskan jika Mama Reno telah membawakannya mangga, maka dari itu ia langsung menutup telpon.
Reno ingin marah tetapi ia tidak ingin memperkeruh suasana. Reno segera menuju ke kamar ia ingin merebahkan tubuhnya sebentar saja.
Tiba-tiba Sonia membuka pintu kamar melihat wajah Reno yang tidak bersemangat.
"Reno maafkan aku membuatmu cemas, aku janji tidak akan melakukan itu lagi," ucap Sonia sambil berlari kearah Reno dan memeluknya.
"Bukan salahmu Sonia, memang akhir-akhir ini aku kecapekan mengurus perusahaan. Bahkan rencana bulan madu kita hanya sebuah wacana saja, maafkan aku"
Sonia mencium kening Reno, ia memberi semangat kepadanya. Baginya bulan madu tidaklah penting sekarang, yang terpenting mereka menjaga janin yang di kandung Sonia.
__ADS_1
Reno tersenyum dan mulai mengelus perut Sonia yang mulai membuncit.
"Mari ku hilangkan rasa lelahmu Reno," ucap Sonia sambil menarik dasi Reno.
Sonia mencium bibir Reno dengan lembut, Reno membalasnya dengan spontan.
Sonia dengan lihai melepas kancing demi kancing di jaz hitam milik Reno.
Setelah pakaian milik Reno terlepas, Reno segera memberi kecupan di leher Sonia sampai turun di dada. Setelah itu ia menatap Sonia lembut, Sonia tersenyum malu.
"Aku mencintaimu Sonia"
"Aku juga sangat mencintaimu Reno"
Mereka segera menanggalkan pakaian masing-masing, Reno menyusuri seluruh lekuk tubuh Sonia dan berhenti di bagian perut. Reno menciumi perut Sonia yang membuat Sonia merasa geli.
Reno segera melanjutkan aktivitasnya sampai mereka terkulai lemas.
Setelah cukup puas Reno memeluk tubuh Sonia yang terbaring di sebelahnya. Dia membelai rambut Sonia yang sedikit basah akibat keringat.
"Sonia, apa benar jika yang kamu kandung adalah anak ku?".
Sonia terkejut mendengarnya dan memukul bahu Reno, ia sangat tersinggung dengan ucapan Reno.
" Aku ingin memastikan saja, ada hal yang mengganjal di pikiranku"
Reno menjelaskan secara detail yang membuatnya mencurigai Sonia.
Saat kepulangan Sonia dari Italia, Reno melihat tanda merah bekas kecupan panas berada di belakang leher Sonia. Sonia tidak menyadari hal itu karena ia tidak dapat melihatnya. Saat Reno bercinta dengan Sonia tiba-tiba ia mencium bau parfum laki-laki di tubuh Sonia, bau itu sama persis dengan bau parfum milik Bima yang aromanya menyengat. Reno tau persis karena ia kerap mencium aroma parfum itu saat berada di dekat Bima.
"Kamu berpikir jika aku melakukan itu dengan Bima?" tanya Sonia marah.
"Tidak Sonia, aku hanya menduga"
Sonia menitikan air matanya, ia kecewa dengan Reno yang mencurigainya padahal Sonia tak merasa melakukan itu dengan Bima.
"Maafkan aku Sonia, maaf telah mencurigaimu"
"Kamu egois, bahkan kamu dibelakangku masih berhubungan dengan Veronica aku hanya diam saja"
Reno tertawa mendengar ucapan Sonia, padahal ia kini sudah tidak bertemu dengan Veronica dan kini Veronica sudah tidak bekerja di restorannya.
"Maafkan aku, kamu sekarang sedang hamil jangan memikirkan yang macam-macam, jangan pedulikan omonganku tadi," ucap Reno sambil memeluk Sonia.
Aku terlalu ketakutan sampai berpikiran yang tidak-tidak.
__ADS_1
Yang kuinginkan tidak ada yang sampai merusak rumah tangga kita.