Mariana

Mariana
Mandi


__ADS_3

Cuaca semakin terik, matahari terasa membakar di kulit, Sonia segera beranjak berdiri setelah bermain pasir. Reno masih menatap Sonia dengan keheranan kenapa Sonia begitu cepat melupakan itu.


"Aku tidak mungkin salah orang, kau pasti Sonia gadis yang aku nodai dulu, kenapa kamu tidak mengaku Sonia." Ucap Reno marah sambil memegang bahu Sonia dan menggoyang-goyangkannya.


Sonia menatap mata Reno, ia menganggap Reno telah gila, Sonia menyuruh untuk melepaskan tangan Reno dari bahunya.


"Kamu salah orang, aku bukan Sonia yang kamu maksud." Jelas Sonia.


Sonia lalu berjalan meninggalkan Reno, ia sudah tidak tahan dengan terik menyengat dari sinar matahari. Reno mengejar Sonia, ia menarik tangan Sonia untuk berhenti.


"Kamu tidak ingat? Dulu kamu menggodaku bahkan kita sudah melakukan itu belasan hingga puluhan kali? Kupikir aku memang salah orang, tetapi saat kamu kemarin melepas seluruh pakaianmu, aku melihat kamu mempunyai tanda lahir yang sama dengan gadis yang kunodai dulu."


plaakkk...


Sebuah tamparan keras melayang ke pipi Reno, Sonia sungguh marah karena Reno mengatakan yang tak masuk akal.


Sonia sungguh tak mengenal Reno sebelumnya, ia tahu tentang Reno karena media sering memberitakannya.


Sonia segera berjalan menuju mobil, Reno masih memperhatikannya.


Reno seketika berjalan kearah pantai, ia duduk di pinggir pantai entah apa yang ia pikirkan. Pikirannya terlihat kosong, Sonia yang menyadari jika Reno tak kembali ke mobil lantas ia segera menemuinya.


Sonia memandang Reno dari jauh, ia mendekati Reno yang tengah terduduk diam.


Sonia menarik kepala Reno untuk menghadap nya kebelakang, Sonia mencium bibir Reno sama seperti Reno yang menciumnya ketika tengah terduduk di pinggir pantai tadi.


Sonia melepas ciuman itu.


"Maafkan aku yang telah menamparmu"


Reno hanya terdiam menatap Sonia, ia memperhatikan Sonia dengan seksama dari sorot matanya, dari hidungnya yang mancung, dari bibirnya yang manis.


Bedanya sekarang Sonia lebih tinggi, lebih berisi, ia sangat cantik dan terlihat dewasa.


"Kamu sepertinya menganggapku Veronica kan? Gadis yang telah kau nodai."


Reno terkejut mendengarnya, kenapa ia bisa berbicara seperti itu, Reno tak pernah menodai Veronica sekalipun selama ia berpacaran dengannya.


"Veronica yang bilang kepadaku bahwa kau sering menodainya."


Reno begitu tak percaya jika Veronica bilang begitu kepada Sonia, gadis yang dicintainya telah memfitnah dirinya.


"Aku tidak pernah menodainya, ia berkata bohong, jangan percaya Sonia."


Sonia menghela nafas panjang, ia segera berdiri dan mengulurkan tangannya supaya Reno bangun dari duduknya.

__ADS_1


"Ayo kita pulang, aku ingin dibuatkan makanan olehmu, aku sangat lapar." Ucap Sonia tersenyum.


Reno tersenyum dan menerima uluran tangan Sonia, Reno memegang erat tangan Sonia ketika berjalan menuju mobil yang jaraknya cukup jauh dari pantai. Sonia ingin melepaskan gandengannya itu tetapi Reno memegang erat tangannya.


Cowok ini sungguh aneh.


Dia lelaki yang menakutkan.


Mereka masuk ke mobil lalu meninggalkan pantai yang indah ini.


Deru mobil menemani perjalanan mereka, Sonia sering melirik kearah Reno.


Reno termenung seperti memikirkan sesuatu.


Setelah sampai dirumah mereka segera ke dapur, Sonia ingin memakan seafood, Reno langsung membuatkannya.


Reno memasak sambil terdiam, wajahnya sangat murung, Sonia yang duduk di depannya memperhatikannya secara iba.


20 menit kemudian masakan seafood itu telah siap, mereka langsung memakannya.


Reno tetap diam, ia tak berani melihat wajah Sonia.


"Aku tidak nafsu makan, kamu habiskan saja, nanti kalau sudah selesai piringnya biar disini saja, nanti dibereskan oleh pembantu." Ucap Reno.


Dia segera meninggalkan dapur, Sonia menatapnya heran, ia segera melahap seafood yang enak itu.


Sonia merasa gatal dengan baju yang dipakainya, ia melepas baju itu.


"Baju mahal kok bikin gatal sih." Ucap Sonia sambil menggaruk punggungnya.


Dia kini hanya menggunakan bra, lalu ia melepas celana pendeknya.


Sonia menuju ke kamar mandi untuk mandi.


Dia tidak tau jika Reno berada di kamar mandi.


Sonia masuk ke kamar mandi dan menutup pintu, ia membalikkan badan ternyata Reno tengah berdiri di bawah shower dengan masih menggunakan celana boxer.


Sonia kaget, sontak segera membuka pintu kamar mandi, tetapi Reno mengejarnya dan menarik tangan Sonia.


Seketika Reno mengunci kamar mandi.


"Kau memang Sonia gadis yang kunodai dulu, Kau memang mirip dengan dia, kau selalu memancingku, lihat apa yang kau kenakan sekarang." Ucap Reno sambil melihat tubuh Sonia yang hanya berbalut bra dan celana dalam.


Reno mendorongnya ke tembok dibawah guyuran shower, ia menatap mata Sonia tajam. Sonia sangat ketakutan, ia benar tidak tau jika Reno sedang mandi.

__ADS_1


Tubuh Sonia bergetar hebat bayangan akan masa lalunya terlihat jelas, ia sangat ketakutan.


"Aku sudah bilang, aku bukan Sonia yang kamu maksud, di dunia ini nama Sonia bukan hanya aku saja." Jelas Sonia dengan bibir yang bergetar.


Reno menggelengkan kepala, ia tidak percaya ucapan Sonia, ia juga melihat dipunggung Sonia terdapat tanda lahir.


Reno yang melihat tubuh Sonia bergetar dan nafasnya yang tersengal-sengal merasa kasian dengan istrinya itu.


Apa mungkin Sonia trauma denganku?


Setiap aku mendekatinya ia selalu begini?


Tapi kenapa dia tidak mau mengaku jika dia Sonia yang aku kenal dulu?


"Kita sudah terlanjur basah, mari kita mandi sekalian." Ucap Reno.


Sonia menggelengkan kepala, ia tidak mau mandi bersama Reno.


Reno memaksanya ia berjanji tidak akan melakukan hal yang macam-macam.


Sonia dengan terpaksa menurutinya, tetapi ia tidak mau melepas celana dalam dan bra nya.


Reno membantu Sonia untuk menyabuni tubuh Sonia yang basah itu, Sonia hanya diam degup jantungnya berdetak dengan kencang.


"Kapan kamu siap melakukan itu? Aku ingin sekali mempunyai bayi yang lucu." Ucap Reno sambil menyabuni punggung Sonia dengan pelan.


"Aku belum siap, aku masih terlalu muda untuk menjadi seorang ibu." Jelas Sonia.


Jawaban yang mengecewakan Reno, ia ingin sekali mempunyai anak. Reno akan menunggu sampai Sonia siap melakukannya.


Reno membilas sabun yang berada di tubuh Sonia dengan guyuran air shower, setelah itu ia menyerahkan handuk kepada Sonia.


"Aku keluar dulu." Ucap Reno sambil mengeringkan tubuh dan rambutnya, Sonia hanya mengangguk.


Beberapa menit kemudian Sonia keluar dari kamar mandi, ia memperhatikan Reno yang sudah berada di ranjang sedang membaca buku.


Sonia segera memakai baju, Reno terlihat tidak memperhatikan Sonia yang memakai baju, ia seolah cuek.


Setelah itu ia segera membaringkan dirinya di ranjang sesekali melirik Reno.


Jam menunjukan pukul 5 sore Sonia ketiduran, ia sangat kelelahan.


Reno melihatnya tertidur segera menyelimutinya.


"Semoga mimpi indah Sonia." Ucap Reno sambil mencium kening Sonia.

__ADS_1


Aku akan mencari tau kenapa kamu bisa lupa denganku Sonia.


Aku yakin kamulah Sonia yang pernah kutemui dulu.


__ADS_2