
Reno menatap Sonia dengan tatapan tajam, Sonia masih terduduk di lantai dengan mata yang sembab dan air mata yang berjatuhan.
Sonia lalu merangkak ke arah Reno dan bersujud di kaki sang suami. Sonia menjelaskan tidak tau tentang video panas itu, ia juga tidak mengenal bule yang berada di video itu.
"Reno. Kumohon percayalah padaku hiks.. hiks.. Aku tidak tau tentang video itu, itu semua fitnah Reno," ucap Sonia terisak.
Reno terdiam dan tidak memperdulikan Sonia yang bersujud di depan kakinya, pikirannya kini kacau hingga tidak bisa berfikir apa-apa.
Sonia masih meminta ampunan Reno, ia yakin Reno tau jika video itu hanya hoax.
"Mama. Tolong uruskan perceraian kami, aku sudah memutuskan untuk mengakhiri pernikahan kami," ucap Reno membuat seluruh keluarga terkejut.
"Papa tau jika kamu sangat kecewa dengan Sonia, tetapi alangkah baiknya kamu pikirkan dulu. Apalagi kini sudah ada Dylan anak kalian," jelas Papa.
"Aku sudah memutuskan dan ku harap kalian menghormati keputusanku dan kamu Sonia bereskan semua barang-barangmu akan ku kembalikan kamu ke orang tuamu"
Sonia menangis terisak mendengar ucapan Reno, Reno membantunya berdiri dan menggandeng tangannya menuju kamar mereka. Setelah itu Reno memasukan semua baju-baju Sonia ke koper dengan rapi, ia masih memperlakukan Sonia dengan baik dan tidak kasar bahkan memukulnya.
Sesekali ia melirik Sonia yang menangis di bibir ranjang, sedari tadi Sonia tidak berkomentar dan hanya menangis saja.
Setelah memasukan semua barang-barang Sonia, Reno mulai menatap Sonia dan mendekatinya. Dia memeluk Sonia yang terduduk di ranjang.
"Aku ingin kamu menata hidupmu lagi, jalani kehidupan baru tanpa ku dan aku tidak akan membiarkanmu bertemu dengan Dylan lagi," ucap Reno.
Sonia menangis terisak, ia tak cukup banyak tenaga untuk berbicara. Dia sudah putus asa, ia sudah menganggap masa depannya hancur yang ia pikirkan sekarang hanya bagaimana ia bisa mati dengan tenang.
"Aku akan mengantarmu pulang ke rumah Papa mu dan sekarang tugasmu hanya menunggu surat panggilan dari pihak pengadilan agama"
Reno menggandeng Sonia dan membawakan kopernya, terlihat Sonia sudah terdiam dari tangisannya, ia nampak lesu dan tidak bersemangat, matanya yang sembab membuat dirinya terlihat menyedihkan.
Keluarga Reno hanya bisa menghormati keputusan sang anak, mereka juga kecewa dengan Sonia karena membuat malu sampai seumur hidup.
Terdengar pemberitahuan dan panggilan telepon dari handphone Sonia, sepertinya orang-orang terdekatnya mulai dari keluarga, produser dan sutradara serta pemain film lainnya menanyakan bahwa video itu benar atau tidak. Sonia tidak berani menyentuh handphonenya, ia membiarkan handphone itu berbunyi terus menerus.
__ADS_1
Setelah sampai di rumah keluarga Sonia, Reno segera membawa koper dan menggandeng Sonia masuk ke dalam rumah.
Sudah terlihat keluarga Sonia berdiri di depan pintu dengan wajah geram bercampur kecewa.
Reno dengan tegas menyampaikan maksud tujuannya kali ini, ia telah meminta Sonia menjadi istrinya dengan cara baik-baik dan perpisahan mereka pun juga ingin ia lakukan dengan cara baik-baik.
"Kamu mau menceraikan Sonia? Papa menghormati keputusanmu, memang dia pantas mendapatkannya," ucap Papa.
"Saya mengembalikan Sonia secara utuh, saya tidak memukulnya, saya harap Papa juga jangan memukulinya," jawab Reno.
Setelah urusannya selesai, Reno berpamitan pulang, ia melirik Sonia yang sedari tadi diam dengan tatapan kosong. Rasa sakit Reno telah mencapai titik tertingginya yang tidak memungkinkan untuk merasa kasihan dengan Sonia.
Papa memastikan Reno sudah pergi dari rumahnya, ia kini sudah tidak bisa menahan amarah dengan Sonia.
Papa menendang perut Sonia sampai putrinya itu terjatuh di lantai, tak cukup itu ia mencekik leher Sonia tetapi Sonia masih terdiam seolah ia sudah pasrah untuk mati, mata sayunya menggambarkan jika ia sudah tidak memiliki keinginan untuk hidup lagi.
"Dasar anak sial! Kau membuat Papa sangat malu. Mau di taruh mana muka Papa didepan kolega-kolega nantinya, kau tak tau di untung! Papa sudah mau merawatmu, memberikanmu segalanya tetapi kau malah membalas dengan cara begini?" ucap Papa sambil menendangi Sonia.
Sonia hanya meringis, ia menahan kesakitan akibat tendangan dari Papanya bertubi-tubi.
Mama tirinya hanya terdiam menatap Sonia yang meringkuk kesakitan.
Tiba-tiba David datang untuk melerai amukan sang Papa.
"Jangan seperti itu pah! Dia perempuan dan cukup jangan sakiti dia, lihatlah! Dia sudah tidak berdaya"
Papanya berhenti sejenak lalu memandang Sonia dengan tatapan sedikit iba, dia lalu berjalan meninggalkan Sonia, ia cukup bingung dengan situasi sekarang.
Sedangkan David membantu Sonia untuk berdiri, ia merebahkan tubuh Sonia di ranjang.
Tiba-tiba tubuh Sonia menggigil dan mengejang, David sedikit bingung harus berbuat bagaimana.
"Kamu selalu merepotkan semua orang Sonia! Jangan pura-pura sakit! Aku tau kamu hanya akting," ucap David.
__ADS_1
David dengan cepat meninggalkan Sonia di kamar seorang diri sedangkan Sonia masih kejang dan tidak ada yang menolongnya.
Dadanya terasa sesak seperti akan mengalami azalnya.
Tiba-tiba Selena datang menggebrak pintu kamar Sonia, kali ini dia tidak sendiri ia datang bersama Bima.
Selena terkejut melihat adiknya terluka parah dan mengalami kejang, Selena menangis memeluk sang adik.
"Sonia! Siapa yang melakukanmu seperti ini? Bima cepat telpon ambulan!"
"Biarkan dia mati! Sudah tidak ada gunanya dia hidup jika hanya memalukan keluarganya!" ucap Papah yang sudah berada di depan pintu.
Bima tersentak mendengar ucapan Papa Sonia, ia merasa bersalah sekali kepada Sonia karena dengan tega menjebaknya dan membuat seluruh keluarga membenci Sonia.
Dia ingin memukul Papa Sonia tetapi ia sadar dirinya lebih brengsek ketimbang Papa Sonia.
Setengah jam kemudian.
Setelah melakukan pertolongan pertama, Sonia lalu dibawa oleh ambulan menuju rumah sakit, Selena tak berhenti menangis melihat Sonia yang pucat seperti mayat.
Dia terus memegangi tangan Sonia yang mulai mendingin.
"Re..no Re...no," ucap Sonia setengah sadar.
Selena mengelus rambut Sonia, ia merasa kasian terhadapnya.
"Kamu tidak usah memikirkan Reno lagi, dia pria pengecut malah meninggalkanmu disaat kondisi seperti ini. Kakak tau jika dia pasti sangat kecewa denganmu tetapi harusnya ia menyelidiki video itu terlebih dahulu," jelas Selena kesal.
"Kakak akan mengkhasuskan masalah ini dan kita bisa lihat siapa pelaku penyebaran video itu," sambung Selena.
Bima yang berada di samping Selena terkejut mendengar ucapannya, ia sangat menyesal telah membuat Sonia menderita seperti ini dan harusnya kini ia harus kabur ke luar negeri bersama Maharani tetapi ia malah peduli dengan kondisi Sonia saat ini.
Brengs*k! Apa yang harus aku lakukan?
__ADS_1
Aku tidak tega dengan Sonia sekarang.
Huh! Kalau saja karena bukan si David brengs*k itu.