
Malam ini adalah mimpi buruk Sonia, ia harus dipersunting pria yang tak dicintainya.
Terpaksa, kata yang paling tepat untuk saat ini. Mereka berdua dihadapkan dengan masalah yang sama. Tidak saling mencintai, tidak tau asal usul masing-masing.
Mereka setuju menikah untuk kepentingan masing-masing.
Tok.. tok.. tok.. tok.. tok**..
"Sonia kamu sudah mandi?, coba pakai gaun ini, oh ya Mama sudah menyewa perias untuk mendandanimu, kamu harus tampil cantik malam ini, akan banyak media yang akan menyorot pertunangan kalian."
Sonia hanya mengangguk, segera ia mencoba gaun itu. Sangat indah dan elegan ditubuh Sonia. Gaun warna merah dipadukan dengan tubuh putih dan langsing Sonia membuat siapa yang melihat akan terpesona.
Para perias mulai mendandani wajah Sonia, dipoleskannya alat make up mahal ke wajah si gadis rupawan itu.
Rumah telah tertata rapi, para awak media telah berkumpul dirumah Sonia.
Para tamu sudah berdatangan, keluarga Reno juga sudah hadir. Reno yang berjaz hitam rapi membuat kepada orang terpana akan ketampanannya.
Sonia turun dari kamarnya, ia melangkah melewati tangga, awak media segera mengambil fotonya.
Cekrek.. cekrek.. cekrek..
Kilatan cahaya flash kamera saling bersahut-sahutan, mata Sonia tetap fokus melihat kedepan. Reno terus memandangnya seakan terhipnotis dengan Sonia malam ini.
Papa Sonia segera menggandeng tangan Sonia,
"Om bolehkah saya berbicara dengan Sonia sebentar?" tanya Reno
"Silahkan" jawab Papa Sonia.
Sonia segera mengikuti Reno, mereka mencari tempat yang tidak banyak orang.
"Semua bergantung kepada keputusanmu, aku melamarmu malam ini hanya sebagai formalitas saja karna aku tak mau mengecewakan orang tua kita, kamu boleh menolak perjodohan ini jika kamu mau.
Aku gak mau memaksamu" Ucap Reno.
Sonia tersenyum, " Aku pikir kamu mau ngomong apa, yaudah para tamu telah hadir, kita tak boleh membuatnya menunggu".
Sonia lantas meninggalkan Reno.
"Kamu sangat cantik malam ini." ucap Reno membuat langkah Sonia terhenti.
Dia menengok kearah Reno sebentar lalu ia melanjutkan langkahnya.
Acara segera dimulai, media siap meliput, keluarga besar sudah tidak sabar dengan pertunangan ini. Reno masih khawatir tentang jawaban Sonia, ia harus bersiap mental jika Sonia menolak lamarannya.
Bukan hanya dia saja yang malu, tetapi seluruh keluarga besarnya.
Pembawa acara memulai pertunangan ini, satu persatu acara terlewati dengan lancar, tinggal menunggu bertukar cincin.
Reno dan Sonia kali ini menjadi pusat perhatian masyarakat, bagaimana tidak 2 orang konglomerat akan segera menikah.
Reno memandang wajah Sonia begitu pun dengan sebaliknya. Jantung Sonia berdebar kencang ketika melihat pria yang berada didepannya menatapnya lembut.
__ADS_1
Reno segera memasang cincin pertunangan di jari manis Sonia, begitu pun Sonia dia segera memasang cincin di jari manis Reno.
Semua tamu yang hadir bertepuk tangan menyaksikan pertunangan mereka lancar.
Reno dengan sigap mencium kening Sonia dengan lembut.
Pertunangan berjalan dengan lancar, para tamu satu persatu pulang ke rumah
masing-masing, hanya meninggalkan keluarga Reno dan Sonia.
Mereka berkumpul diruang tamu untuk membahas hari yang tepat untuk menikah.
Tiba-tiba David memasuki rumah dengan keadaan mabuk. Ternyata sedari tadi ia tidak menghadiri pesta pertunangan adik tirinya.
Dia berjalan dengan sempoyongan, Mamanya segera membantunya berjalan.
Papa Sonia terlihat kecewa, David bilang ia tidak bisa hadir karena ada urusan yang penting, tetapi malah ia pulang dengan keadaan mabuk membuat malu dirinya dihadapan calon besan.
Hahaha hahaha hahaha
Sonia tertawa terbahak-bahak, Seorang David yang dibangga-banggakan oleh Papa Mamanya malah mabuk dan membuat malu.
Hahaha hahaha hahaha
Gelak tawa Sonia memecah kesunyian diruang keluarga itu.
Keluarga Reno hanya diam dan memperhatikan kakak adik yang gila ini.
"Hah? Kenapa kau tertawa Sonia, aku tadi mengencani 5 gadis, " Tanya David yang tengah mabuk.
David segera dipapah oleh Mamanya.
Suasana kembali hening.
"Maafkan kejadian tadi, saya benar-benar minta maaf" Ucap Papa Sonia.
"Iya tidak apa-apa, apakah itu kakak Sonia?, Saya tidak pernah bertemunya?" Tanya Papa Reno.
"Iya dia kakak Sonia, ia selama ini tinggal di London baru pulang beberapa hari yang lalu."
Mereka lalu melanjutkan obrolan, Reno meminta izin untuk keluar mencari udara segar seketika Sonia mengikutinya.
Malam ini langit sangat cerah, bintang-bintang bertaburan. Tapi tak seindah suasana hati Reno, kenangan bersama Veronica terlintas seketika. Dia harus melupakan semua kenangan yang pernah terukir dalam.
"Lagi memikirkan apa?" Tanya Sonia seketika membuat Reno terkejut.
Reno memandang Sonia, dengan sigap ia segera mencium bibir Sonia, sebuah kecupan hangat membuat tubuh Sonia terasa kaku.
Sonia masih memandangi mata Reno,
"Mulai sekarang aku akan belajar mencintaimu" Ucap Reno
Keesokan harinya.
__ADS_1
Seperti sebuah mimpi, sebentar lagi aku akan resmi menikah. Siap tidak siap aku harus menerimanya, lembaran baru akan segera terbuka. Aku masih menunggu akhir dari kisah ini.
Baru-baru ini kabar pernikahan Sonia dan Reno menjadi topik pembicaraan hangat, banyak yang menentang pernikahan mereka.
Apalagi Sonia sudah terkenal dengan sifat buruknya. Bahkan kini banyak yang menghujatnya, ia sudah biasa menerima hujatan itu.
Kling...
Sebuah bunyi pesan dari Jonathan.
Aku ingin berbicara denganmu, aku tunggu di restoran Ananta.
Sonia bergegas menemuinya, ia menaiki mobil sport putihnya yang jarang dipakai.
Tidak lupa ia membawa uang Jonathan yang dipinjamnya kemarin.
Setelah sampai di restoran itu ia segera memarkirkan mobilnya dan menemui Jonathan yang telah menunggu.
Semua orang memandangi Sonia dan saling berbisik, Sonia tak memperdulikan mereka.
"Maaf membuatmu menunggu"
Jonathan memandangi Sonia dengan penuh rasa kecewa, "kenapa kamu tak bilang kepadaku bahwa kemarin kamu telah bertunangan?"
Sonia lalu memegang kepalanya, ia lupa untuk mengundang Jonathan.
"Maafkan aku Jonathan, aku benar-benar melupakanmu, tolong maafkan aku" ucap Sonia penuh penyesalan.
Jonathan menghela nafas panjang.
Huuftttt...
”Tidak masalah." Ucap Jonathan tersenyum.
Dia sebenarnya merasa kesal tetapi ia tahan karna tak ingin membuat Sonia terasa terbebani.
Reno memperhatikan mereka dari jauh, terlihat perasaan cemburu menyerang hati Reno.
Siapa pria itu? Kenapa Sonia selalu bertemu dengannya? Tunggu kenapa aku harus tau, aku baru tunangannya, aku belum menikah dengannya.
Tak sadar Reno mendekati mereka.
"Oh hai perkenalkan aku tunangannya Sonia namaku Reno"
Sonia dan Jonathan hanya saling memandang,
"Iya namaku Jonathan, aku sudah berteman dengan Sonia sejak SMA."
Reno segera ikut duduk bergabung dengan mereka, Sonia terlihat bingung.
"Maaf, tapi bukan apa-apa. Aku hanya ingin melindungi Sonia dari media, aku tidak ingin ada berita tentang Sonia yang tengah asyik bersama pria lain."
Hah? Kenapa pria ini? Kesambet setan mana Reno ini?
__ADS_1
Hahaha semua ini membuatku terasa geli.