Mariana

Mariana
Tanda Merah


__ADS_3

Suasana pagi hari setelah menikah terlihat berbeda bagi Sonia, kini ia harus tinggal bersama keluarga suaminya, matanya seperti panda karena kurang tidur. Dia meniatkan diri dari tempat tidur, dengan langkah yang lunglai dia keluar dari kamar.


Rumah Reno begitu luas, membingungkan ia untuk berjalan ke dapur, tenggorokannya kering sekali ia ingin minum minuman bersoda. Beberapa kali ia memasuki ruangan yang salah sampai ia mencium bau masakan yang lezat, ia mengikuti bau itu.


Ternyata Reno sedang memasak didapur, Sonia segera menghampirinya, ia duduk di depan meja melihat Reno yang sedang asyik memasak. Reno yang mengetahui keberadaan Sonia lalu tersenyum manis.


"Aku membuat masakan untukmu, kamu bisa makan dulu lalu tidur lagi, matamu seperti mata panda" ucap Reno.


Sonia hanya mengangguk, tiba-tiba ibu Reno memanggilnya, ia menyuruh Sonia untuk menyapu rumah ini karena hari ini pembantu sedang cuti. Sonia terkejut kenapa harus ia yang melakukannya padahal dirumahnya sendiri ia tidak pernah disuruh menyapu sekalipun. Reno yang mendengar ibunya menyuruh seperti itu sempat menolak jika Sonia harus menyapu rumah sebesar ini.


"Mama bisa mencari orang lain, Sonia bukan pembantu Mah," ucap Reno protes.


"Dia sekarang seorang istri dan menantu, dia berhak juga ikut menjaga kebersihan rumah ini"


Sonia tak habis pikir kenapa ibu mertuanya memperlakukan seperti itu, tapi Sonia tetap cuek dan tidak mau melakukan yang disuruh ibu mertuanya karena ia bukan pembantu di rumah ini.


Masakan Reno telah siap 2 piring nasi goreng siap dinikmati, Sonia yang mencicipi masakan Reno cukup kagum karena rasanya sungguh enak, apalagi ia seorang laki-laki.


"Kamu bisa masak Sonia?" tanya Reno memecah lamunan Sonia.


Dia menggelengkan kepala, dari kecil ia sudah dimanja oleh orang tuanya jangankan memasak disuruh merebus telur saja bisa gosong, Reno yang mendengarkan cerita Sonia tertawa lepas.


"Oh iya sekarang kamu telah menjadi istriku, akan kuberikan kartu Atm untukmu, kamu boleh menggunakan sesukamu tetapi dalam batas wajar," ucap Reno sambil menyodorkan sebuah kartu Atm.


Sonia menerimanya dengan senang dalam hatinya ia akan shopping sepuasnya dan tak lupa mampir ke club favoritnya.


Baginya pernikahan hanya sebuah permainan, ia tak menanggapinya dengan serius, dia tak ingin menyiakan masa mudanya.


Piring mereka sudah kosong, Reno segera mencuci piring mereka, Sonia berpamitan untuk tidur ia segera melangkah ke kamar.


Reno memang lelaki idaman, ia bisa memasak sendiri dan mencuci piringnya sendiri, Sonia seolah tak peduli dengannya dan tidak membantunya.


Mama Reno datang melihat anaknya mencuci piring, ia begitu sebal dengan Sonia kenapa ia tak membantu Reno.


"Reno apa yang kamu lakukan, harusnya Sonia yang memasakkan untukmu dan yang mencuci piringmu, dimana dia?" ucap Mama marah.


"Mah, setiap hari aku kan memang melakukannya sendiri, jangan menyalahkan Sonia," jawab Reno ia segera bergegas keluar dapur ia tidak ingin berdebat panjang dengan sang Mama.

__ADS_1


Tok.. tok.. tok.. tok.. tok.. tok..


Suara pintu kamar diketuk dengan sangat keras, Sonia yang sudah terlelap seketika terbangun kaget.


"Sonia! Apa-apaan kamu malah asyik tidur, aku menyuruhmu untuk menyapu rumah, dan kenapa kamu tadi tidak membantu Reno membereskan dapur," ucap Mama Reno.


Hati Sonia tersentak mendengar ucapan Mama Reno seperti seorang ibu tiri.


Kenapa ibu tua ini?


Aku orang kaya raya di kota ini suruh menyapu?


Sepertinya ia memang mencari gara-gara denganku.


Sonia menarik selimutnya sampai menutupi kepalanya, ia tak memperdulikan celotehan Mama Reno. Seketika Mama Reno kesal ia mengoceh tak henti-hentinya.


"Cukup Mama, biarkan Sonia tidur, dia tidak tidur malam ini karena suasana baru rumah kita, biar aku yang menyapu saja Mah," ucap Reno menenangkan Mamannya


Reno menarik tangan Mamanya keluar kamar, Mamanya sangat kesal anak kesayangannya diperlakukan seperti itu.


Reno segera menyapu rumah tetapi di hentikan oleh Mamanya, akhirnya Mamanya memanggil orang lain untuk membersihkan rumahnya. Reno memang anak yang baik dan selalu menuruti kata-kata orang tuanya, ia tak mau mengecewakan orang tuanya yang telah membesarkannya.


Reno seketika teringat dengan baju Sonia yang kotor karena ulah pelayannya, ia belum sempat untuk menggantinya.


Aku harus segera memesan baju yang sama persis seperti itu.


Aku ingin membuatnya senang.


Reno segera memasukkan baju-baju Sonia kedalam lemari serapi mungkin,


Tiba-tiba handphonenya bergetar menerima pesan, ia segera membuka pesan itu.


Aku sangat mencintaimu Reno.


Kumohon pikirkan lagi, aku bisa menjadi pacarmu lagi. Kita bisa diam-diam menjalin hubungan ini.


Reno sontak segera menghapus pesan itu, ia sudah tak ingin lagi mengurusi Veronica.

__ADS_1


Dia merebahkan dirinya di samping Sonia, ia menatap wajah Sonia dan mengelus rambutnya, matanya juga tertuju pada wajah milik Sonia yang begitu menggoda.


Sonia memang sangat cantik, garis wajahnya begitu mempesona. Pantas banyak lelaki yang menyukainya.


**


Reno lalu melanjutkan aktivitasnya, hari ini ia libur dari mengurus perusahaan. Dia mencari sebuah artikel di internet, dilihatnya tempat-tempat romantis untuk berbulan madu.


Reno tak langsung memesan, ia akan bertanya kepada Sonia terlebih dahulu.


Mata Reno melirik Sonia, kali ini dia tak bisa menahan hasrat diri untuk bercinta.


Tanpa pikir panjang ia segera melepas bajunya, dia segera melepas semua kancing Sonia.


Dia mengelus badan Sonia, sontak Sonia merasa geli dan merubah posisi tidurnya namun ia belum terbangun.


Nafas Reno mulai tak beraturan, ia sangat menikmati ketika meraba tubuh Sonia yang seksi.


Merasa risih Sonia seketika terbangun dari tidurnya, ia melihat Reno sedang meraba tubuhnya.


Ahhh!.....


Sonia menjerit, dilihat bajunya sudah terlepas. Dia menatap Reno dengan amarah yang meluap-luap, Reno hanya tersenyum menyeringai.


Astaga, pria ini sungguh menakutkan.


Apa yang ia sudah perbuat kepadaku.


"Kamu tidak sopan!"


"Apanya yang tidak sopan? Aku suamimu"


"Kamu memang lelaki gila! Beraninya memperkosaku!"


Sonia belum menyadari jika di dadanya sudah ada sebuah tanda merah karena ulah Reno, Reno diam-diam menciumnya saat Sonia tertidur, bekas itu adalah bekas ciuman panas karena nafsu yang tak tertahankan di benak Reno. Reno tersenyum ketika Sonia belum tau jika dada Sonia terdapat gigitan suaminya.


"Memperkosa? Kamu harusnya melayani suamimu, tapi apa? malam pertama saja kita belum melakukannya"

__ADS_1


"Dasar mesum! Aku tidak mau melakukannya denganmu," ucap Sonia membentak.


Reno semakin ingin menggodanya, ia menunjuk ke arah dada Sonia dengan gerakan kepalanya.


__ADS_2