
2 hari yang lalu saat Sonia melihat Reno dan Veronica berciuman.
Plok plok plok plok.
Suara tepuk tangan dari Sonia melihat mereka selesai berciuman.
Veronica masih terkejut tetapi senang dengan ciuman itu.
Benar kan Reno masih mencintaiku? Gumam Veronica.
"Bagus sekali ciuman itu, terlihat kalian saling menikmati. Pertahankan!" ucap Sonia.
Reno merasa sebal ketika Sonia berbicara seperti itu, seolah Sonia tidak cemburu.
Sonia masih tersenyum memandang mereka, ia mendekati Veronica. Reno memandang ke bawah seolah tatapannya kosong.
"Lebih baik seperti ini melakukan di depanku ketimbang di belakangku"
"Dasar kau cewek gila," ucap Veronica.
"Apa aku gila? Hey! Kamu tak sadar diri ya menggoda suami orang, kamu juga masih kegatelan dengan suamiku"
Veronica terdiam ia tak bisa berkata-kata seolah kata-kata Sonia memang benar.
Hahaha kalah sekarang Veronica.
Kamu tak bisa mengalahkan cewek bar-bar sepertiku.
Veronica segera keluar dari ruangan, ia merasa kesal terhadap Sonia. Reno masih terdiam membisu dan tak memperhatikan Sonia.
Sonia segera keluar ruangan, ia sudah muak dengan Reno yang tidak mau berbicara dengannya. Ketika keluar ia melihat Rachel dan Jonathan sedang mengobrol di meja nomor 5, Sonia mendekati mereka.
"Kenapa kamu keluar saat ada tontonan bagus Rachel?"
Rachel terdiam ia tidak memandang wajah Sonia sedikitpun dan Jonathan terkejut saat Sonia berada disini. Jonathan menyapanya, Sonia hanya tersenyum manis.
Akan ku perlihatkan yang namanya balas dendam Reno.
Sonia menarik Jonathan untuk mengikutinya, ia mengatakan kepada Rachel akan segera mengembalikan Jonathan.
Jonathan masih kebingungan, ia ditarik ke ruangan Reno. Mereka berdua masuk, Reno yang terduduk di kursinya kaget.
Sonia mendorong Jonathan ke tembok, ia membisikan sesuatu, "Tolong bantu aku untuk balas dendam, aku akan menciummu, tolong jangan menolak dan nikmati saja"
Jonathan masih bingung tetapi belum sempat mengatakan apapun ia sudah dicium oleh Sonia, ciuman panas yang pernah mereka lakukan sebelum Sonia menikah.
Sial! Sonia menyeretku ke dalam lubang masalah.
__ADS_1
Reno melototi mereka yang tengah berciuman, rasanya seperti terjatuh kedalam jurang seratus kali melihat istrinya berciuman dengan pria lain. Ciuman mereka begitu lama sampai Reno tak kuat untuk menatapnya, Sonia melepaskan ciuman itu dan tersenyum menyeringai ke arah Reno.
Veronica dan Jonathan seperti korban kegilaan dari suami istri yang tengah bertengkar ini. Memang sifat Sonia tidak mau kalah dari siapapun apalagi urusan seperti ini.
"Reno, ini bukan seperti yang kamu pikirkan" ucap Jonathan khawatir.
"Kalian sudah selesai kan? Silahkan pergi dari ruanganku!"
Sonia memberi kode supaya Jonathan keluar, ia juga membisikan sesuatu," Maaf, aku bisa jelaskan nanti di telpon"
"Kamu membuatku dalam masalah Sonia"
Jonathan segera keluar lalu Sonia mengunci pintu, ia tersenyum kepada Reno yang tengah menatapnya.
Sonia mengambil sebutir permen dari sakunya, ia segera memakannya. Dia berjalan menuju Reno dan naik ke pangkuan Reno yang tengah terduduk di kursi.
Reno mendorong badan Sonia tetapi Sonia dengan sigap mencium bibir Reno. Permen yang di makan Sonia seperti sebuah bola, dioper kesana dan kesini.
Reno sempat kaget, ia teringat jika 6 tahun yang lalu ia pernah memakan satu permen dalam bersamaan bersama Sonia.
Kamu belum berubah ya Sonia?
Reno melepaskan ciumannya, ia lupa jika sedang marah dengan Sonia.
Dia mendorong Sonia untuk turun dari pangkuannya.
"Kamu kekanakan!"ucap Reno sambil mengeluarkan permen dari mulutnya dan membuangnya ke tempat sampah.
Buktinya sekarang aku jauh lebih berani jika ia mendekatiku atau aku mendekatinya.
" Kamu masih berhubungan dengan dia?" tanya Reno.
"Tidak"
"Kamu sampai berani menciumnya berarti kalian sudah pernah melalukan ciuman sebelumnya?"
Sonia menggelengkan kepala, ia berbohong supaya Reno tidak semakin marah.
Sonia tersenyum ketika Reno sudah mulai mengajak bicara lagi.
"Reno aku lapar," ucap Sonia.
Reno hanya diam, ia melanjutkan amarahnya lagi. Sonia mulai cemberut dan perutnya mulai terasa sakit. Dia memegangi perutnya, Reno yang merasa iba menyuruh pelayan membawakan makanan ke kantornya.
Sonia makan dengan lahapnya karena seharian ia belum makan nasi.
_________________________________
__ADS_1
Pagi hari yang cerah, Reno terbangun dari mimpi indahnya, ia melirik kesebelah yang kosong. Biasanya ia melihat Sonia yang masih tertidur saat Reno terbangun.
Sudah 2 hari Sonia berada di Italy yang bagi Reno seperti 2 bulan. Dia sempat khawatir dengan Sonia karena ia disana bersama Bima, pria yang di waspadai oleh Reno.
Reno segera bangun, ia menuju ke kamar mandi.
Setelah itu ia bersiap untuk berangkat kerja.
Prang.....
Reno mendengar suara seperti benda kaca di banting berulang kali dan ia mendengar teriakan laki-laki. Reno bergegas turun dari kamarnya, ia menuju ke sumber suara.
Dia terhenti di ruang keluarga, ia mendapati Rizky marah dan melempar seluruh barang yang di depannya.
Reno melihat Papa nya sudah kewalahan dan Mamanya menangis, Rachel sangat ketakutan disamping Mamanya.
"Rizky! Apa-apaan kamu!" bentak Reno.
Rizky melototi Reno dan bersiap untuk melempar vas bunga.
Reno segera berlari ke arah Rizky dan merebut vas bunga itu.
"Kamu anak kesayangan mereka mana tau penderitaanku selama ini," ucap Rizky sambil menunjuk orang tuanya.
"Maksudmu apa Rizky?" bentak Papa.
"Kalian menyuruh Bella pergi dari kota ini, kalian memberikan uang banyak untuk keluarganya supaya Bella tidak bisa menemuiku lagi. Jahat sekali kalian!"
Reno masih mencerna ucapan Rizky, ia belum mengerti apa yang di maksud Rizky.
Mamanya menimpali ucapan Rizky, ia memang menyuruh Bella pergi dari kota ini dengan memberikan sejumlah uang yang cukup besar. Bella sendiri adalah kekasih Rizky tetapi keluarganya yang miskin membuat orang tuanya tidak setuju.
"Apa karena dia miskin? Apa dia tidak seperti Sonia yang kaya raya, perempuan gila seperti itu pun kalian anggap waras ketika memiliki banyak uang. Sedangkan Bella, ia sangat anggun dan baik tetapi kalian malah tidak menyukainya karena dia gadis miskin!" sambung Rizky.
"Kamu seperti ini hanya karena wanita dan hampir melukai keluargamu sendiri? Satu lagi jangan sebut kakak iparmu seperti itu. Kakak tidak suka," ucap Reno marah.
Rizky tertawa mendengar ucapan kakaknya, dia tidak mau terjebak dalam perdebatan panjang. Rizky lalu pergi ke kamarnya, ia mengemasi barang-barangnya. Rasa kecewa memenuhi pikirannya, apalagi ia mendapat perlakuan berbeda dari orang tuanya.
Setelah mengemasi barangnya ia segera keluar dari kamar tetapi Reno sudah berdiri sedari tadi di depan kamar Reno.
"Mau kemana?"
"Bukan urusanmu!"
"Kejarlah gadis yang kamu suka, kakak akan mendukungmu"
Rizky tersenyum mendengar ucapan kakaknya, "Kakak sendiri pun menyerah dengan Veronica, jangan sok mengajariku!"
__ADS_1
Memang kakak dan Veronica tidak berjodoh.
Itu adalah jawaban yang tepat.