
Suasana semakin memanas, Reno masih menatap tajam David. David segera duduk di kursi kantornya, bola mata Reno masih mengikuti pergerakan David.
"Bisakah kau pergi? Aku harus melanjutkan pekerjaanku"
"Aku tidak tau apa yang kau rencanakan tapi jangan pernah menyentuh adikku maupun Sonia," ucap Reno lalu berjalan keluar meninggalkan David yang meremas jemari.
Reno berjalan menuju mobilnya, dia pikir mulai sekarang harus berhati-hati dengan David. Tiba-tiba mamanya menelpon dan memberitahu jika keluarga Sonia akan makan malam di rumahnya, mamanya juga menyuruh chef handal dari restoran Reno untuk memasak di rumahnya. Reno mengerutkan dahi kenapa mendadak seperti itu tetapi bagaimana lagi ia tidak bisa menolak makan malam itu.
_____________________________________
Rizky sangat mencintai Bella sampai ia mencari Bella berhari-hari dari satu tempat ke tempat lain. Sampai titik dimana ia menyerah tetapi sebuah keajaiban datang, teman Bella bernama Indah memberitahu Rizky jika Bella pindah di kota sebelah, ia bekerja sebagai seorang kasir minimarket.
Dengan cepat Rizky datang ke kota itu dan mendatangi minimarket tempat kerja Bella.
Rizky memarkirkan mobil mewahnya di depan minimarket kebetulan hari ini adalah hari kerja Bella. Rizky berpura-pura membeli minuman, ia memakai topi dan masker yang membuat Bella tidak mengenalinya.
Setelah mengambil minuman Rizky segera membayar di kasir, Bella dengan ramah menerimanya.
"Totalnya 40 ribu kak," ucap Bella tersenyum.
Rizky menyerahkan uangnya seketika membuka topi dan masker yang dikenakannya, Bella sangat kaget ketika pembeli itu ternyata Rizky.
"Bisakah kita bicara?" tanya Rizky.
"Maaf saya sedang bekerja"
"Aku akan menunggu"
Rizky segera membawa minumannya keluar menuju mobilnya, Bella memperhatikannya dengan khawatir.
Mau apa lagi Rizky menemuiku?
Aku sudah tidak mau terlibat dengan keluarganya lagi.
Bella segera bekerja lagi sambil melirik Rizky yang terduduk di kap mobilnya. Bella sangat tidak nyaman dengan keberadaan Rizky yang menunggunya tengah bekerja.
Jam demi jam berlalu, jatah bekerja Bella telah usai ia segera berganti pakaian setelah itu keluar dari minimarket diam-diam. Dia sudah melihat mobil Rizky yang sudah tidak ada di depan minimarket.
Untunglah dia menyerah, siapa juga yang mau menunggu 6 jam?
Bella berjalan menuju jalan raya tetapi tiba-tiba Rizky berada di depannya.
"Mencariku?" tanya Rizky tersenyum.
Bella menggelengkan kepala, ia segera berjalan cepat meninggalkan Rizky, tetapi tangannya di tarik oleh Rizky.
"Kenapa kamu meninggalkanku? Kamu tidak tau betapa gilanya aku ketika kamu pergi dariku"
__ADS_1
"Ku pikir kamu telah mengerti sebabnya aku pergi darimu, kita berbeda. Kamu kaya dan aku miskin"
Rizky memeluk Bella erat, Bella menangis seketika. Dia sungguh bingung dengan pilihannya itu, ia sangat membutuhkan banyak uang untuk biaya operasi sang ayah.
Makanya ia menerima uang dari Mama Rizky tapi dengan satu syarat Bella harus pergi meninggalkan Rizky dan mengakhiri hubungan mereka.
"Mari ikut denganku, kita bisa bicarakan baik-baik"
Bella menggelengkan kepala, ia tidak mau ikut dengan Rizky, tetapi Rizky memaksanya dan menyuruh Bella masuk kedalam mobi.
Rizky melajukan mobilnya dengan cepat menuju ke suatu tempat.
**
Di kediaman orang tua Reno.
Mereka sangat sibuk menyiapkan makan malam bagi keluarga presdir Stars Group.
Reno juga tengah sibuk berada di dapur, kali ini ia tidak ingin mengecewakan keluarga mertuanya itu.
Tampak para pembantu juga menata ruang makan dengan rapi dan elegan, Sonia yang melihatnya terheran-heran lalu ia menemui Reno di dapur.
Sonia meminta Reno untuk menemani di kamar, Sonia merasa bosan sendirian menungu di kamar. Reno dengan cepat menemani istrinya yang manja itu.
"Reno, ini kan makan malam biasa kenapa kalian bisa seheboh ini?" tanya Sonia yang memasuki kamar mereka.
Sonia memeluk Reno sambil berkata," dia mertuamu, anggap saja dia hanya seorang Papa mertua yang ingin menjenguk anaknya"
Reno mencium Sonia dari kening sampai ke leher, Sonia merasa kegelian. Sonia membalas dengan mengendorkan dasi Reno tak lupa Reno mengunci kamarnya terlebih dahulu.
"Kamu ketika hamil malah semakin mengggoda Sonia," ucap Reno sambil memberikan kecupan mesra.
Sonia hanya tersenyum dan tau jika Reno sedang menggodanya. Reno dengan cepat menurunkan risleting di belakang dress yang dikenakan oleh Sonia. Tangan Reno mulai meraba keseluruh lekukan tubuh Sonia yang mulai menggeliat. Sonia sedikit demi sedikit mendorong tubuh Reno ke ranjang dan dimulailah peperangan itu.
***
Keluarga Sonia sudah datang, mereka sudah duduk di kursinya masing-masing. Hidangan demi hidangan sudah tersaji diatas meja hanya tinggal menunggu Reno dan Sonia turun dari kamarnya.
Reno dan Sonia menuju ke ruang makan dengan bergandengan tangan, sebelum keluar kamar mereka merapikan diri mereka dahulu. Reno dan Sonia adalah pasangan paling bahagia saat ini, mereka menjalani pernikahan terbahagia akibat perjodohan.
Reno dan Sonia segera duduk di kursi mereka tak lupa sebelum itu mengucapkan salam kepada Papa dan Mama Sonia.
"Sonia selamat atas kehamilanmu, Mama senang sekali sebentar lagi akan mempunyai seorang cucu," ucap Mama Sonia.
Cih! Pura-pura bahagia padahal di dalam hati sedih kan?
Reno sedari tadi memperhatikan Rachel yang tengah menunduk ketakutan, ia duduk bersebelahan dengan David.
__ADS_1
"Kakak, bisakah kamu bertukar duduk dengan David dan kamu duduk di sebelahku," pinta Rachel kepada Reno.
Sonia kebingungan dan memandangi Rachel, ia memandang wajah Rachel yang begitu pucat. Sonia segera menyuruh Reno untuk di sebelah adiknya, David pindah di sebelah Sonia dengan wajah masam, kini mereka saling berhadapan dan memulai menyantap hidangan di depan mereka.
"Sonia, kau tau jika dia akan pulang?" bisik David.
"Siapa?"
"Alan" ucap David seketika membuat Sonia terkejut.
Sonia berdiri dari tempat duduknya, " aku mau ke kamar mandi"
Reno meminta untuk mengantar Sonia tetapi Sonia menolaknya, ia segera menuju ke kamar mandi di kamarnya. Sonia mengambil obat penenang lalu di telannya obat itu dengan cepat, nafasnya yang tadi terengah-engah kini kian normal setelah meminum obat itu. Sonia terduduk di tempat tidur dan memegang kepalanya.
Kenapa orang itu harus pulang?
Orang gila itu harusnya yang masuk ke rumah sakit jiwa bukan kak Satya.
Setelah cukup tenang Sonia segera turun dari kamarnya dan menuju ke ruang makan.
"Kamu tidak apa-apa Sonia," tanya Reno khawatir.
Sonia menganggukan kepala dan segera duduk menyantap makanannya. Sonia ikut mendengarkan obrolan orang tua mereka yang menyangkut tentang perjodohan.
Siapa lagi yang akan di jodohkan?
Sonia dan Reno terkejut mengetahui jika Rachel akan di jodohkan dengan David.
Rachel menolaknya tapi seolah David menyetujuinya. Reno hanya terdiam dan tidak ingin ikut campur di depan keluarga Sonia.
Sonia melihat wajah Rachel begitu iba jika harus dijodohkan dengan kakaknya yang kasar itu.
"Apa yang kalian pikirkan? Reno dan aku sudah menyetujui perjodohan ini tapi apa? Kalian masih belum puas menjodoh-jodohkan anak-anak kalian?" ucap Sonia kesal.
"Kamu tidak tau apa-apa Sonia," jawab sang Papa.
Rachel mulai menangis ia memeluk Reno yang ada di sebelahnya. Reno hanya memandangi David yang tersenyum menyeringai. Orang tua Reno hanya pasrah saja, ia seolah sudah terikat dengan keluarga Sonia.
"Papa, Mama aku sudah punya pacar, aku tidak mau dijodohkan. Huhuhuhu," ucap Rachel sambil menangis.
"Kamu jangan khawatir Rachel, aku akan membahagiakanmu," jawab David.
Rachel hanya memalingkan muka, ia sungguh jijik dengan David. Tiba-tiba ditengah perseteruan mereka Rizky dan Bella datang sambil bergandengan tangan membuat Papa dan Mamanya terkejut tidak suka.
"Apa-apaan kau Rizky," ucap Mamanya sambil berdiri menunjuk Bella yang menunduk ketakutan.
Suasana semakin panas, belum selesai masalah Rachel dan David kini muncul masalah baru lagi yaitu Rizky dan Bella.
__ADS_1
Sial! Mereka selalu membuatku kesulitan, tidak seperti Reno yang selalu menuruti perkataan kedua orang tuanya. Dia memang anak yang baik dan penurut. Gumam sang Mama.