Mariana

Mariana
Reno dan David


__ADS_3

Bima dan Maharani sedang makan malam berdua di sebuah kafe, tidak lupa mereka menutupi wajah mereka supaya orang-orang disekitar tidak mengenalinya. Sambil menikmati makan malam mereka mengobrol tentang kejadian yang pasti membuat mereka tidak akan pernah melupakannya.


Apalagi Maharani, ia sudah dekat dengan Sonia. Tetapi ia malah menusuknya dari belakang.


"Aku dengar Sonia hamil, apakah itu anakmu?"


Bima mengambil minuman soda di depannya, ia segera menenggaknya sampai habis.


Lalu ia memandangi wajah Maharani dengan tajam.


"Kau gila? Aku memakai pengaman waktu itu.


Aku memang menyukai Sonia tetapi dia sudah bersuami aku tidak ingin mempersulit diriku sendiri, bahkan saat aku melakukan itu dengannya masih terbayang-bayang sampai sekarang"


Maharani tertawa mendengarnya, ia juga melihat ekspresi wajah Bima yang lucu ketika ia bilang keperjakaannya telah diambil oleh wanita yang telah bersuami.


"Tapi kau menikmatinya kan?," tanya Maharani menggoda.


Bima hanya tersenyum malu, sungguh ia tidak akan melupakan kejadian itu. Kejadian yang akan heboh di kemudian hari, ia juga mengira rumah tangga Sonia terguncang saat video panas itu tersebar.


Mereka telah melakukan rencana dengan matang sampai mengedit wajah Bima dengan orang lain. Rencana yang terlihat jahat tetapi dibalik itu semua pasti ada sebabnya.


Bima berpamitan dengan Maharani untuk pulang ke apartemennya. Pikirannya yang dipenuhi rasa bersalah selalu membayanginya. Tetapi mau bagaimana lagi jika ia tidak melakukannya ia akan terjerat kasus serius. Bima dan Maharani telah menyewa editor hebat untuk mengedit wajah Bima, mereka juga telah menyewa sebuah media untuk membesarkan kasus tersebut.


Mereka hanya kaki tangan saja, entah siapa yang menyuruh mereka untuk membuat Sonia terjerat skandal hebat. Yang pasti Bima dan Maharani telah siap meninggalkan negeri ini untuk melarikan diri ke luar negeri jika dari pihak Sonia menyelidiki masalah ini.


Sesampainya di apartemen, Bima segera merebahkan dirinya di ranjang.


Dia menatap langit-langit kamar seperti merenungi nasibnya.


Tiba-tiba ia teringat saat bercinta dengan Sonia, sampai ia merasa seperti orang gila.


"Reno, aku mencintaimu," ucap Sonia saat mabuk dan tengah bercinta dengan Bima.


Bima sejenak berhenti melakukan aktivitasnya, ia memandangi wajah Sonia yang di bawah tubuhnya. Bima merasa iba tetapi di tepisnya rasa itu, ia lebih mementingkan dirinya sekarang.


Dia melanjutkan aktivitasnya, ia menciumi wajah Sonia yang sangat cantik.


Sonia begitu menikmatinya, tak lupa Bima memberikan tanda merah bekas ciuman di belakang leher Sonia.


"Reno, Reno, Reno, aku menyukaimu," ucap Sonia ketika Bima mencium belakang lehernya.


Hah! Benar-benar otaknya telah di penuhi oleh suaminya.

__ADS_1


Kupikir mereka tidak saling mencintai tetapi diluar dugaanku.


Bima dengan cepat mel*mat bibir Sonia supaya gadis itu bisa diam dan tidak menyebut nama Reno lagi.


Tiba-tiba Bima terkejut mendengar handphonenya bergetar sampai membuyarkan lamunannya.


Dia membuka pesan itu yang ternyata dari Sonia.


Panjang umur kau Sonia**!


"Hai Bima lama tidak berjumpa, terakhir kali bertemu saat gala premier film kita. Ku harap setelah film ini selesai kita masih bisa berteman termasuk dengan Maharani"


Maafkan kami Sonia, kami telah menusukmu dari belakang.


Bima sengaja tidak ingin membalas pesan itu, ia tidak ingin terjebak dalam penyesalannya.


Dia melemparkan handphone miliknya ke ranjang, dia segera berdiri menuju ke laci meja. Bima mengambil sesuatu yang ia selipkan di sebuah buku. Dia segera meminumnya dengan cepat.


Hanya obat ini yang bisa membuatku tenang dan melupakan semua masalahku.


____________________________________


Restoran Ananta adalah restoran yang booming setelah Sonia memerankan sebuah film. Termasuk Reno yang semakin terkenal di kalangan wanita sampai banyak yang makan di restoran Ananta karena hanya ingin melihat Reno sang pemilik restoran dari dekat.


"Kakak aku menyukaimu," ucap gadis berseragam SMA sambil membawa bunga dan cokelat. Dia memaksa Reno untuk menerimanya seketika itu gadis tersebut berlari keluar restoran.


Reno hanya mengernyitkan dahi, para karyawannya seolah mengejeknya.


Dia menyerahkan bunga dan cokelat ke 12 nya setelah bekerja seharian ini kepada para karyawannya. Reno tidak membutuhkan semua itu tetapi jika ia menolak menerimanya mereka pasti tidak akan mengunjungi restorannya.


Reno segera menuju ke ruangannya, ia segera mengecek semua email.


Sesekali ia melirik foto Sonia yang terpajang di pigura berada di atas meja kerjanya.


Dia sangat merindukan Sonia padahal ia setiap hari berjumpa dengan istrinya itu.


Braaak..


Suara pintu ruangannya dibanting oleh Rachel, ia menangis sesegukan menghampiri Reno. Reno khawatir langsung memeluknya, ia membiarkan Rachel menyelesaikan tangisannya.


"Kamu kenapa?" tanya Reno.


Hiks hiks hiks huhuhuhu...

__ADS_1


Rachel masih menangis sesegukan, ia meyakinkan diri untuk bercerita kepada kakaknya itu.


"Aku dilecehkan kak," ucap Rachel sambil terisak.


Ekspresi wajah Reno berubah seketika menjadi marah, ia ingin mengetahui siapa yang melakukan tersebut kepada adiknya.


Rachel menjelaskan siapa pria itu, Reno kaget dan segera ingin menemuinya.


"Jangan kak, dia mengancamku ingin menghancurkan perusahaan kakak jika aku memberitahukan kepada kakak"


"Aku tidak takut!"


Reno segera meninggalkan restoran dan menuju ke mobilnya, ia sangat marah jika adik perempuannya di lecehkan seperti itu.


Setengah jam kemudian.


Braakk..


Suara pintu mobil yang di banting oleh Reno, ia bergegas berlari ke dalam gedung yang bertuliskan Stars Group. Ya.. perusahaan itu milik Papa Sonia, perusahaan terbesar di negara itu. Memiliki sebuah bandara internasional, Stasiun, memiliki hotel bintang lima di berbagai kota, memiliki mall-mall besar di setiap kota besar dan masih banyak lagi. Dibanding perusahaan Reno, ia termasuk anak dari star group sendiri. Reno sangat beruntung bisa menikah dengan puteri konglomerat itu padahal di luar sana para milyader mengantri untuk menjadi menantu dari presdir Stars Group.


Dia berlari menuju gedung, orang-orang menunduk ketika ia lewat karena tahu bahwa Reno adalah menantu dari Presdir Stars group. Dia menuju ke ruangan pria itu, pria yang telah melecehkan adiknya.


Braaak...


"Kau tidak sopan ya adik ipar" ucap pria itu.


"Kenapa kau melecehkan adikku?"


Pria itu tersenyum menyeringai, ia berdiri dan berjalan menuju Reno. Pria itu menepuk pundak Reno dua kali sambil membisikan sesuatu.


"Aku hanya mencium adikmu, kenapa kamu marah?"


Reno menarik kerah pria itu, Reno begitu marah dengannya. Bagaimana tidak? Adiknya dipaksa menuju ke hotel dan pria itu berusaha untuk memperkosa Rachel, untungnya Rachel bisa melarikan diri.


"Kamu tidak ingat Reno apa yang telah kamu lakukan kepada adikku, Sonia?"


Reno terkejut seketika melepas kerah jaz kakak iparnya itu.


"Dulu kau telah menghamili Sonia lalu meninggalkanya begitu saja," ucap kakak Sonia yaitu David.


Reno hanya tercengang mendengarnya, ia tidak tau jika David mengetahui hubungannya dulu dengan Sonia. Hubungan yang hanya sebuah rekayasa dan hanya mementingkan kepentingan masing-masing.


"Kau tidak tau terima kasih Reno, aku yang merekomendasikanmu untuk menikah dengan Sonia. Aku yang menyuruh Papa dan Mama untuk memilihmu sebagai menantu," jelas David tersenyum licik.

__ADS_1


__ADS_2